briket sekam padi

Sekam Padi Tak Lagi Terbuang, KKN T 8 Umsida Olah Jadi Briket Bernilai Guna

Umsida.ac.id – Sekam padi yang selama ini belum banyak dimanfaatkan setelah proses penggilingan kini mendapat nilai guna baru di Desa Pamotan, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo. 

KKN T 8 Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) mengolah limbah pertanian tersebut menjadi briket sekaligus mengenalkan proses pembuatannya kepada warga pada Sabtu, (8/8/2026).

Lihat juga: KKN P 38 Umsida Ubah Limbah Kulit Kopi di Wonokerto Jadi Briket Bernilai Ekonomi

Program ini berangkat dari kondisi Desa Pamotan yang menghasilkan limbah sekam padi dalam jumlah cukup besar setiap musim panen. 

Dalam satu tahun, limbah tersebut dapat muncul sekitar dua kali mengikuti periode panen masyarakat.

Selama ini, sebagian besar sekam padi hanya ikut diangkut oleh pihak penggilingan atau yang biasa disebut warga sebagai selep keliling. 

“Belum banyak pengolahan lanjutan yang dilakukan untuk memberikan nilai guna maupun nilai ekonomi pada limbah tersebut,” terang Oryza Sativa, koordinator program.

Melihat kondisi itu, ia dan tim menjadikan pemanfaatan sekam padi sebagai salah satu program kerja dengan mengembangkannya menjadi briket.

Banyaknya Limbah Padi

briket sekam padi

Sebelum memulai proses pembuatan, mahasiswa melakukan observasi dan berkomunikasi dengan masyarakat mengenai kondisi limbah sekam padi di Desa Pamotan.

Dari hasil pengamatan tersebut, mereka melakukan percobaan dalam skala kecil untuk menentukan tahapan pengolahan yang sesuai. 

“Proses utama yang perlu diperhatikan adalah pembakaran sekam agar berubah menjadi arang dan tidak sampai menjadi abu,” tutur Oryza.

Lantas ia menjelaskan bahwa tahap pembakaran menjadi bagian penting dalam proses produksi.

“Sekam padi tidak boleh dibakar terlalu lama sampai menjadi abu. Yang kami butuhkan adalah arangnya, karena arang tersebut yang nantinya digunakan sebagai bahan pembuatan briket,” jelasnya.

Lihat Juga :  KKN T 26 Umsida Latih Warga Olah Limbah Kertas Jadi Buket Bunga

Setelah memperoleh hasil yang sesuai, arang sekam kemudian diolah lebih lanjut hingga dapat dibentuk menjadi briket.

Proses tersebut memperlihatkan bahwa limbah yang sebelumnya tidak banyak digunakan masih dapat dimanfaatkan apabila melalui pengolahan yang tepat.

Briket Sekam Padi Dikenalkan kepada Warga

briket sekam padi

Setelah produk berhasil dibuat, mahasiswa KKN T 8 tidak hanya berhenti pada tahap produksi. 

Mahasiswa KKN mendatangi rumah-rumah warga untuk melakukan sosialisasi mengenai manfaat dan cara pembuatan briket.

Dalam kegiatan tersebut, masyarakat diperkenalkan pada proses pengolahan sejak sekam padi masih berupa limbah, pembakaran menjadi arang, pengolahan bahan, pencetakan, hingga tahap akhir berupa produk yang telah diberi label.

Salah seorang warga Desa Pamotan, Jarro, warga RT 6, mengaku baru mengetahui bahwa sekam yang biasa ditemukan setelah penggilingan padi masih dapat diolah kembali.

“Kami senang dengan adanya mbak dan mas KKN ini karena sebelumnya kami belum tahu kalau sekam padi ternyata bisa dijadikan bubuk arang yang nantinya dapat diolah menjadi briket,” ungkapnya.

Sosialisasi tersebut juga menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengenalkan cara pandang berbeda terhadap limbah pertanian. 

Sekam tidak harus langsung dianggap sebagai sisa yang tidak berguna, tetapi masih dapat menjadi bahan baku untuk menghasilkan produk lain.

Selain menghasilkan produk, mahasiswa KKN T 8 juga menyiapkan alat pres untuk membantu proses pembentukan briket. 

Lihat juga: KKN P 47 Umsida Olah Minyak Jelantah Menjadi Lilin Aromaterapi

Alat ini dapat memudahkan masyarakat apabila nantinya ingin mencoba mengembangkan produk secara mandiri.

Jika dikembangkan lebih lanjut, briket tidak hanya dapat digunakan sebagai alternatif bahan bakar, tetapi juga memiliki peluang untuk menjadi produk bernilai ekonomi.(Wulan)

Berita Terkini

pemeriksaan tumbuh kembang anak (3)
Perhatikan Tumbuh Kembang Anak, Mahasiswa Umsida Kunjungi TK ABA 1 Candi
November 4, 2026By
parenting guru dan ortu (3)
Perkuat Pola Parenting, FPSI Umsida Gandeng IGRA Sidoarjo
November 4, 2026By
um banjarmasin kunjunfi fkkg umsida (8)
Dari Kurikulum hingga Laboratorium, UM Banjarmasin Pelajari Pengelolaan FK Umsida
November 3, 2026By
umsida di job fair 2026 (2)
Hadir di Job Fair Sidoarjo 2026, Umsida Buka Layanan Kesehatan dan Konseling Gratis
November 3, 2026By
UKM Paduan Suara Umsida (2)
Sambut Kader Baru, UKM Paduan Suara Umsida Ajarkan Dasar-Dasar Musik
November 2, 2026By
kerja sama umsida dan ikapi
Umsida dan IKAPI Jatim Sinergikan Potensi Akademik dan Penerbitan
October 30, 2026By
pkmu 2026
Tak Seseram yang Dibayangkan, Ini Cerita Mahasiswa Umsida Ikuti PKMU
October 30, 2026By
pelantikan bem dan dpm
Umsida Lantik BEM dan DPM 2026-2027, Siap Wujudkan Gerakan Progresif
October 29, 2026By

Riset & Inovasi

inovasi smartsea (4)
Ciptakan Smartsea, Mahasiswa Umsida Bantu Siswa Lancar Membaca
October 23, 2026By
media pembelajarn spin wheel
PLP 2 Umsida Buat Media Pembelajaran Spin Wheel untuk Siswa SD
October 22, 2026By
sosialisasi bullying (3)
Cegah Bullying Sejak Dini, PLP 2 Umsida Gelar Sosialisasi untuk Siswa SD
October 16, 2026By
Media Papan Interaktif Metamorfosis (4)
Buat Media Papan Interaktif Metamorfosis, PLP 2 Umsida Dukung Pembelajaran Siswa
October 15, 2026By
plp ajari matematika
Belajar Matematika dengan Cara Berbeda Bersama PLP 2 Umsida
October 14, 2026By

Prestasi

wisudawan dari keluarga katolik yang taat (2)
Ketika Kakaknya Biarawati, Adiknya Jadi Wisudawan Berprestasi
October 26, 2026By
wisudawan terbaik umsida (5)
Wisudawan Terbaik Umsida Ungkap Kunci Raih IPK Tinggi dan Prestasi
October 25, 2026By
ranking appliededu umsida (3)
Umsida Raih Posisi 37 AppliedEdu Private University Ranking ASEAN 2027
October 21, 2026By
Pojok Statistik Umsida Ranking 1 Nasional (2)
Pojok Statistik Umsida Raih Ranking 1 Nasional Tahun 2026
October 5, 2026By
tim jenggolo ikuti kmhe 2026
Tim Jenggolo Umsida Siap Bawa Arshaka V2 ke KMHE 2026
October 2, 2026By

Opini

mimbar organisasi mahasiswa
Organisasi Mahasiswa Umsida Dapat Apresiasi dan Ruang Aspirasi Terbuka
October 29, 2026By
sistem tidak naik kelas (2)
Pakar Umsida Soal Kebijakan Tidak Naik Kelas: Rawan Putus Sekolah
October 28, 2026By
pendidikan muhammadiyah
Prof Syafiq: Pendidikan di Umsida Terus Bergerak dan Berdampak
October 28, 2026By
4 pilar pendidikan (7)
4 Pilar Pendidikan di Era Generasi Cemas
October 27, 2026By
pengalamana wisudawan Katolik lulus dari Umsida (9)
Dari Flores, Pengalaman Wisudawan Katolik Tuntaskan Kuliah dengan Beasiswa Penuh di Umsida
October 25, 2026By