revitalisasi tempat wisata

Wisata Goa Jalmo dan Ontobugo Lebih Asri dan Bersih Berkat 2 Inovasi KKN P Umsida

Umsida.ac.id – Menjaga kawasan wisata tidak cukup hanya dengan mengandalkan keindahan alam. 

Kebersihan, penghijauan, dan keterlibatan masyarakat juga menjadi bagian penting agar potensi desa dapat terus berkembang.

Lihat juga: KKN P 29 Umsida Pasang Reflektor Di Ruas Jalan Podokoyo, Tingkatkan Keselamatan Pengendara

Semangat tersebut dibawa oleh dua kelompok Kuliah Kerja Nyata Pencerahan Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (KKN P Umsida) melalui program lingkungan di Kabupaten Pasuruan.

KKN P 6 Umsida menghadirkan bank sampah khusus botol plastik di Dusun Jati Kauman RT 02, Desa Cendono, Kecamatan Purwosari, Senin (27/7/2026). 

Lokasi tersebut merupakan salah satu jalur yang dilalui pengunjung menuju wisata Goa Jalmo.

Sementara itu, KKNP 9 Umsida membersihkan kawasan wisata religi Goa Ontobugo sekaligus menanam bibit alpukat dan cabai di Desa Tambaksari, Kecamatan Purwodadi, Jumat (31/7/2026).

Wisata Goa Jalmo Dilengkapi Bank Sampah

revitalisasi tempat wisata

Bank sampah yang dibuat KKN P 6 Umsida difokuskan sebagai tempat pengumpulan botol plastik.

Fasilitas tersebut ditempatkan di Dusun Jati Kauman RT 02 karena wilayahnya berada di jalur menuju wisata Goa Jalmo.

Keberadaan pengunjung dan aktivitas masyarakat di sekitar jalur wisata berpotensi menghasilkan sampah botol plastik. 

Sekretaris Desa Cendono, Saichul Ikhtiyar, menjelaskan alasan pemilihan lokasi tersebut.

“Pemilihan Dusun Jati Kauman RT 02 sebagai lokasi penempatan bank sampah ini karena wilayah tersebut merupakan salah satu jalur menuju wisata Goa Jalmo,” ujarnya.

Selain memiliki posisi yang strategis, imbuh Saichul, masyarakat setempat juga cukup mudah dikoordinasikan untuk menjaga keberlanjutan program. 

Keterlibatan warga dibutuhkan agar fasilitas yang telah dibuat tetap digunakan dan dirawat setelah masa pengabdian mahasiswa berakhir.

Salah satu mahasiswa KKN P 6 Umsida, Moch Rafly Setiawan, mengajak masyarakat tidak lagi memandang botol plastik sebagai sampah yang langsung dibuang.

“Sampah botol plastik yang biasanya hanya dibuang ternyata masih bisa dikumpulkan dan dikelola sehingga memberikan manfaat. Kami berharap program sederhana yang kami lakukan ini dapat terus dilanjutkan oleh masyarakat,” katanya.

Lihat Juga :  Manfaatkan Limbah Tutup Botol, KKN P 3 Umsida Ajak Siswa Manfaatkan Jadi Kerajinan

Botol-botol yang terkumpul nantinya dapat dipilah dan dikelola kembali. 

Ketua RT 02 Dusun Jati Kauman, Khozinul Asrori Alwi, berharap pengelolaan tersebut tidak hanya membantu menjaga kebersihan, tetapi juga memberi nilai tambah bagi warga.

Dengan dukungan dan kekompakan warga, imbuhnya, fasilitas tersebut dapat terus dimanfaatkan dan menjadi bagian dari upaya membangun budaya pengelolaan sampah yang bertanggung jawab dan berkelanjutan.

Penghijauan Wisata Goa Ontobugo 

revitalisasi tempat wisata

Upaya merawat kawasan wisata juga dilakukan KKN P 09 Umsida di Goa Ontobugo, Desa Tambaksari, Kecamatan Purwodadi.

Mahasiswa bersama perangkat desa dan masyarakat membersihkan kawasan tersebut dari sampah, dedaunan kering, serta semak yang mengganggu kenyamanan pengunjung.

Gotong royong dilakukan untuk menata kembali area sekitar goa agar terlihat lebih bersih dan layak dikembangkan sebagai destinasi wisata religi desa.

Setelah pembersihan selesai, kegiatan dilanjutkan dengan penanaman bibit alpukat dan cabai di beberapa titik yang telah disiapkan. 

Bibit alpukat ditanam sebagai bagian dari penghijauan jangka panjang agar kawasan sekitar Goa Ontobugo semakin rindang.

Sedangkan penanaman cabai dilakukan untuk memanfaatkan lahan yang tersedia sekaligus memberikan hasil yang dapat digunakan oleh masyarakat.

Lihat juga: Kelompok Tani Gendro dapat Traktor dan Mesin Pencacah, Inovasi KKN P 22 Umsida

Koordinator Bidang Lingkungan KKN P 9 Umsida, Tri Wahyudi Ha Ex Saputra, mengatakan bahwa kegiatan tersebut juga menjadi ajakan kepada warga untuk merawat potensi alam yang dimiliki Desa Tambaksari.

“Kami ingin mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan serta merawat tanaman yang telah ditanam. Kami berharap langkah sederhana ini dapat menjadi awal dari upaya pelestarian lingkungan yang dilakukan secara berkelanjutan,” ujarnya.(Cya/ Amalia)