Re _MG_9262 - Copy

MPR RI Serukan Empat Pilar Bangsa Indonesia

Kunjungan Ketua MPR RI Dr.(H.C) Zulkifli Hasan, S.E., M.M di kampus pencerahan Universitas Muhammadiyah Sidoarjo siang tadi disambut dengan penuh antusias oleh banyak kalangan masyarakat mulai aktivis mahasiswa, dosen, hingga aparat pemerintah. Wakil Rektor I Dr. Akhtim Wahyuni, M.Ag pun dalam sambutannya menghimbau pada seluruh mahasiswa agar benar-benar memahami apa yang disampaikan Ketua MPR RI tentang 4 pilar, “Mahasiswa harus memahami benar apa itu 4 pilar agar menjadi mahasiswa yang tidak gampang terpengaruh berita-berita yang gampang sekali beredar di masyarakat tanpa sumber yang jelas sehingga tidak mudah terprovokator dengan isu isu yang mana bisa merusak kebinekaan kita,” tuturnya di hadapan ratusan aktivis mahasiswa.

Res IMG_9316

Re IMG_9305

Empat pilar Bangsa Indonesia sudah sangat dikenal oleh seluruh lini masyarakat Indonesia, Pancasila, UUD 45, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika, namun tidak seluruh masyarakat Indonesia benar-benar mengimplementasikannya. Ketua MPR RI Zulkifli Hasan menegaskan bahwa Pancasila adalah wadah untuk mempersatukan kita (SARA) bukan untuk membedakan kita, “Orang yang mencintai agamanya dengan baik adalah orang yang pancasilais karena dengan beragama dengan baik merupakan jalan untuk mencintai negerinya sebagaimana  dijelaskan di pancasila sila pertama,” ungkap Zulkifli saat mengawali kuliah umum dan sosialisasi 4 pilar kebangsaan di Aula KH Ahmad Dahlan UMSIDA. “Pancasila bukan soal pilkada, tetapi bagaimana kita memaksimalkan penerapan pancasila untuk masyarakat Indonesia  karena di sila ke-3 melindungi segenap bangsa artinya jika ada kejadia seperti anak tidak tertolong dan meninggal karena kekurangan biaya. Ini adalah dosa para pejabat dan kita semua karena kita sudah berjanji kita sudah bersumpah untuk melindungi segenap bangsa,” imbuhnya. Dengan kata lain, Pancasila bukan soal lawan melawan, namun gotong royong, kasih sayang, menghargai dan menghormati sesama serta berperilaku adil untuk Indonesia sejahtera.

resIMG_9310

Res IMG_9324

Pada kesempatan yang sama, Zulkifli menerangkan di dalam demokrasi Pancasila yang berdaulat dan yang berkuasa adalah rakyat, “Jika rakyat berdaulat pasti tidak ada ketidak-adilan, tidak ada saling membenci. Namun semua sekarang sudah tidak berdaulat, itu semua karena uang. Hak pilih dapat dibeli dengan uang  jika terjadi korup dan penyimpangan lainnya rakyat sengsara rakyat mengalami ketidak-adilan,” katanya penuh penekanan bahwa hal itulah yang membuat tidak berdaulat.

Res IMG_9330

Karena itulah, di kesempatan berjumpa dengan mahasiswa Umsida Zulkifli menegaskan, “Kalau Semua Karena Uang Tunggu Kehancuran, Memilih Harus Pakai Akal Jangan Karena Hutang Budi, karena diberi uang diberi sembako jadi hutang budi jadi lupa akal, jadilah pemilih yang baik yang menggunakan akal dalam memilih yang membawa kebaikan yang bisa membawa kemajuan untuk rakyat dan Indonesia.” (eva/dian)

for3

Pembukaan Fortama UMSIDA: Wagub Jatim Nyanyikan Bait Kedua Sang Surya

Setelah mengikuti seleksi yang teramat ketat, ribuan pemuda ini akhirnya resmi dikukuhkan sebagai mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA) oleh wakil rektor I Dr. Akhtim Wahyuni, M.Ag dan Wakil Rektor II Heri Widodo, M.Si., Ak mewakili Rektor UMSIDA Dr. Hidayatulloh, M.Si yang masih berada di tanah suci. Ribuan wajah baru tampak cerah, ceria dan penuh semangat menyongsong masa depan untuk mencerahkan bangsa Indonesia membanjiri kampus I UMSIDA pagi ini (9/9) untuk mengikuti acara pengukuhan mahasiswa baru dan pembukaan Forum Ta’aruf Mahasiswa (FORTAMA) tahun akademik 2017 – 2018.

 

for7

for4

Prof. Syafiq A. Mughni menekankan bagaimana mahasiswa memiliki karakter yang baik untuk membangun bangsa. Seiring dengan tema orasi ilmiah yang beliau sampaikan “Pendidikan Karakter Mahasiswa untuk Indonesia Berkemajuan.” Rektor Pertama UMSIDA ini menceritakan bagaimana dulu pertama kali UMSIDA berdiri dengan hanya memiliki satu fakultas saja yaitu Fakultas Tarbiyah dengan segelintir mahasiswa. Kesungguhan dan kerjasama yang baik dari seluruh pengelola kampus menjadikan UMSIDA terus berkembang setiap tahunnya. Karena itu, mahasiswa harus bersungguh-sungguh dalam menjalani proses belajar selama di UMSIDA.

for2

Hal ini selaras dengan yang disampaikan Wakil Gubernur Jawa Timur Drs. H. Saifullah Yusuf saat memberikan sambutan pada ribuan mahasiswa baru UMSIDA, “Setiap tahun saya selalu menghadiri pengukuhan mahasiswa baru di UMSIDA, jadi saya tahu bagaimana perkembangan UMSIDA dari tahun ke tahun, mulai dari perkembangan fisik, hingga perkembangan sumber daya manusia juga mahasiswa yang semakin lama semakin banyak dan alumninya memberikan pengaruh besar pada kemajuan Jawa Timur,” ujar Wagub yang akrab disapa Gus Ipul ini. “Tugas mahasiswa ada tiga, yang pertama belajar, kedua belajar, dan ketiga belajar. Jadi mahasiswa tidak boleh memikirkan yang lain kecuali belajar, tidak terlibat pada narkoba, tetapi aktif dalam komunitas yang baik  Mahasiswa yang seperti ini akan membuat bangsa Indonesia lebih baik di masa depan,” lanjutnya.

for6

Terakhir, saat Gus Ipul menyaksikan penandatanganan kerjasama UMSIDA dengan BPJS, beliau berpesan agar kita semua ikut program tersebut dan menyanyikan bait kedua lagu Sang Surya “Ya Allah tuhan rabbiku – Muhammad junjunganku – Al-Islam agamaku – Muhammadiyah gerakanku” Seluruh pimpinan pun turut bernyanyi dan menikmati momen tersebut. (dian)

pmbpertanian

Kuliah Langsung Praktik dan Menghasilkan

Hari gini, kuliah yang ilmunya langsung bisa diterapkan dan lapangan kerjanya jelas, ya cuma di Pertanian. Fakultas Pertanian UMSIDA punya dua Prodi yang bisa menjadikan kamu petani modern, analis makanan, konsultan handal dan membuka peluang usaha.

S1 Agroteknologi membekali mahasiswa dengan knowledge dan skill di bidang budidaya tanaman, pertanian organik, hidroponik dan pemasaran.

S1 Teknologi Hasil Pertanian, membekali mahasiswa dengan pengetahuan dan wawasan untuk menjadi analis pangan gizi, rekayasa pangan dan konsultan pangan halal, bergizi dan higienis.

Daftar segera di pmb.umsida.ac.id. Informasi lebih lanjut hubungi (031) 8945444 ext 143, atau datang langsung ke kampus 1 Jl. Mojopahit 666B Sidoarjo (depan RSUD Sidoarjo). Pendaftaran gelombang 2 ditutup 31 Juli 2017.

UMSIDA dari sini pencerahan bersemi

fai

FAI UMSIDA: ISLAMI tetap MODERAT

Islami dan tetap moderat, itulah ciri Fakultas Agama Islam (FAI) UMSIDA dalam membina mahasiswanya menuju kesuksesan. Kamu bisa pilih satu dari lima prodi unggulan:
1. Pendidikan Agama Islam (PAI), mencetak pembina mental spiritual siswa sekolah, guru agama islam, pendakwah, dan konsultan pendidikan agama islam profesional,
2. Pendidikan Bahasa Arab (PBA), mencetak pengajar, pengembang pelajaran bahasa Arab, konsultan dan penerjemah Bahasa Arab profesional.
3. Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), mencetak Guru MI Profesional, Konsultan Pendidikan Dasar, Peneliti dan Pengembang Pendidikan Dasar dan menjadi penulis muda profesional.
4. Ahwalus Syakhsiyah (Hukum Keluarga), mencetak Hakim dan Panitera Pengadilan agama, ahli di bidang Hisab dan Rukyah, menjadi konsultan keluarga sakinah, dan advokat profesional.
5. Perbankan Syariah, mencetak tenaga perbankan syariah profesional, konsultan keuangan syariah dan enterpreneur mandiri.

Daftar segera di pmb.umsida.ac.id.

pmb1

Sekilas Tentang UMSIDA

Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA) adalah Perguruan Tinggi Unggulan di Indonesia yang memiliki empat kampus besar. Kampus satu berada di Jl. Mojopahit 666 B (depan RSUD Sidoarjo) ditempati oleh Fakultas Agama Islam, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, dan Program Pascasarjana. Kampus dua berada di Jalan Raya Gelam no. 250 Candi Sidoarjo, ditempati Fakultas Psikologi, Fakultas Hukum, Fakultas Pertanian, dan Fakultas Teknik. Kampus Tiga berada di Perum IKIP Gunung Anyar, Surabaya, khusus untuk anda yang ingin memperdalam Keagamaan dan Bahasa Arab gratis dan setara diploma dua. Kampus Empat berada di Jalan Raya Rame Pilang 4, Wonoayu Sidoarjo, ditempati oleh Fakultas Ilmu Kesehatan.

Pembelajaran di UMSIDA diintegrasikan dengan nilai-nilai islam dibina oleh dosen-dosen profesional dan berdedikasi tinggi. Ditambah dengan jadwal kuliah yg fleksibel, calon mahasiswa bisa memilih jam kuliah pagi atau sore dengan kualitas pelayanan yg sama. Daftar segera di pmb.umsida.ac.id. Informasi lebih lanjut hubungi (031) 8945444 ext 143, atau datang langsung ke kampus 1 Jl. Mojopahit 666B Sidoarjo (depan RSUD Sidoarjo). Pendaftaran Gelombang 2 ditutup 31 Juli 2017.

 

UMSIDA, Dari Sini Pencerahan Bersemi

IMG_4202

UMSIDA Melepas Tujuh Mahasiswa Pertukaran Mahasiswa di Thailand

Setelah Pelepasan enam mahasiswa Fakultas Agama Islam (FAI) dalam rangka melaksanakan KKN dan PPL ke Thailand Selatan, tujuh mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UMSIDA yang terdiri dua mahasiswa dari Prodi Akuntansi dan lima mahasiswa Prodi Manajemen dilepas oleh Rektor UMSIDA untuk mengikuti program  pertukaran pelajar di International College University of Technology Krungthep (IC-UTK) Thailand (2/6). Mereka akan berangkat pada Senin, 5 Juni 2017. Dekan FEB Dr. Sigit Hermawan menyatakan bahwa program tersebut adalah internasionalisasi perguruan tinggi. “Mahasiswa kuliah di Thailand, hasil kredit kuliah disana diambil di UMSIDA. Mahasiswa Thailand yang kuliah disini juga diperlakukan sama, ungkapnya.

Momen tersebut menurut Rektor UMSIDA Dr. Hidayatulloh dapat meningkatkan kapasitas dalam diri masing-masing mahasiswa, “Adik-adik wajib mengeluarkan kekuatan-kekuatan yang sudah pernah diterina di FEB untuk di-share disana. Tak hanya itu, adik-adik juga harus menyerap semua kebaikan untuk meningkatkan kapasitas dan berbagi pengalaman dengan teman-teman di UMSIDA,” ungkapnya.

Di IC-UTK, ketujuh mahasiswa FEB tersebut akan berkomunikasi dan berkolaborasi dengan nahasiswa dari 10 negara. Karena itu, Hidayatulloh berharap agar mereka bisa memanfaatkan keadaan tersebut, “Silakan menulis buku tentang pengalaman unik, pertukaran budaya, suasana akademik, sosial ekonomi dan pendidikan disana agar tidak hanya kuliah saja, tetapi peningkatan kapasitas dengan cara melihat dunia ini dari berbagai perspektif. Hasil dari tulisan tentu akan menjadi pencerahan untuk teman-teman mahasiswa yang lain serta bagi bapak-ibu dosen di UMSIDA,” pungkasnya. Hal ini sejalan dengan firman Allah yang berbunyi, “Allah menciptakan manusia berpasang-pasang dan bersuku-suku untuk saling mengenal.” Seperti apa kita akan berbagi sehingga menemukan banyak makna bahwa hidup ini sangat luas, tidak sempit. (dian)

IMG_8399

Smarter City and Smarter People Through Innovative Internet of Things

Peningkatan pelayanan kinerja kini sudah menjadi hal yang sangat lazim bagi lembaga atau institusi baik swasta maupun pemerintah untuk meningkatkan kualitas sumber dayanya. Menanggapi hal ini, Himpunan Mahasiswa Informatika (HIMATIF) Fakultas Teknik menyelenggarakan seminar nasional dengan tema “Smarter City and Smarter People Through Innovative Internet of Things (21/5) di Aula KH. Achmad Dahlan Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA). Dekan Fakultas Teknik Izza Anshory ST MT menyampaikan pentingnya Kepala Daerah dan pimpinan Kepala Dinas Kabupaten Sidoarjo memanfaatkan teknologi Internet of Things dalam rangka meningkatkan pelayanan, kinerja dan kesejahteraan,  serta untuk terlibat komunikasi lebih efektif dan aktif dengan masyarakat kabupaten Sidoarjo, “Berbagai masalah di Sidoarjo dapat dibantu penyelesaiannya dengan sinergi yang kuat antara Institusi perguruan tinggi (praktisi teknologi informasi, dosen, mahasiswa), industry swasta penyedia teknologi informasi (PT. Telkom Indonesia), dan media.” Sehingga, “Dengan adanya Internet of Things pimpinan Dinas dan Kepala Daerah Kabupaten Sidoarjo dapat memonitoring dan mengendalikan jenis-jenis pelayanan yang menjadi wewenang masing-masing dinas kabupaten Sidoarjo,” lanjutnya.

Principal Expert Internet of Things, Divisi Digital Service PT. Telkom Indonesia, I Ketut Agung Enrico, menjelaskan berbagai macam aplikasi Internet of Thins untuk menjawab berbagai macam kebutuhan masyarakat, “Adapun aplikasi internet of things sebagai pendukung Sidoarjo Kota Cerdas yaitu kontrol cerdas penggunaan energy, pelayanan pendidikan yang cerdas (e-learning, virtual classroom), smart agriculture (bagaimana memonitoring irigasi, pemupukan, dll), pelayanan kesehatan (Smart Health Care), dan pelayanan bergerak (parkir, manajemen trafik).” Masih banyak lagi aplikasi teknologi Internet of Things yang dapat mempermudah warga kota Sidoarjo untuk kehidupan sehari-harinya. Pada akhir penyampaian materinya, bapak I Ketut menawarkan kesempatan bagi warga kota Sidoarjo untuk membuat start Up Enterpreneur yang diajukan proposalnya ke pihak PT. Telkom. Hal lebih jauh dapat diakses  di www.indigo.id.

Pakar teknologi informasi Ir. Onno Widodo Purbo, M.Eng., PhD menyampaikan implementasi aplikasi pemrograman untuk Internet of Things, Aplikasi pemrograman dapat dilakukan melalui praktik untuk mengaktifkan relay on off, aplikasi sensor cahaya atau Light Diode Resistor (LDR), dan jenis-jenis sensor lain yang dihubungkan dengan teknologi mikrokontroller Arduino, yang dikoneksikan dengan internet, sehingga bisa dikontrol melalui jarak jauh,” pungkasnya. (dian)

 

feb5

Pacu Kreativitas Mahasiswa Berbisnis, FEB UMSIDA Adakan PKM Internal

Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA) terus dipacu kemampuannya agar siap menjadi lulusan kreatif dan inovatif, salah satunya dengan menyelenggarakan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) internal FEB UMSIDA bertajuk “Melahirkan Mahasiswa Kreatif dan Inovatif Menuju Pimnas”. Dari total 64 tim, hanya 10 tim, 5 tim prodi akuntansi dan 5 tim prodi management, yang lolos babak final (21/05).

Diantara banyak bidang yang ditawarkan, bidang kewirausahaan masih mendominasi pilihan mahasiswa. Selain lebih mudah dalam pembuatan, pkm ini pun memiliki profitabilitas tinggi jika di implementasikan di kehidupan sehari-hari. Salah satu PKM kewirausahaan yang cukup menarik adalah BUDELA (Burger Bandeng Lapindo) mengangkat bandeng, hasil alam khas Sidoarjo, menjadi bahan utama pengganti daging (patties) dalam pembuatan burger. Tim yang di ketuai oleh MS Herdianto ini mencampurkan rempah-rempah alami sebagai penyedap patties sehingga burger ini sangat sehat untuk dikonsumsi. Roti burger ini pun diubah menjadi warna-warni menggunakan pewarna alami seperti warna hijau dari sayur (Sawi) dll.

Lain halnya dengan TENNER (Solusi Limbah Banner). Banner yang selama ini menjadi limbah yang paling sulit diurai disulap tangan Amar Muzakki dan tim menjadi tas anti air dan kuat. Kreativitas tersebut akhirnya membawa tim TENNER meraih runner-up. Di sisi lain, Alis setyawati, Rizky Masfuriatul Jannah, dan Anharul Kholidin berhasil menjuarai PKM internal UMSIDA mengolah jeans bekas menjadi kreasi sepatu serta tas cantik diberi nama De’MEJZ.

PKM internal FEB UMSIDA ini membawa respon positif bagi dosen maupun mahasiswa. Menurut salah satu dosen Dewi Komala Sari, SE MM, “Lomba PKM ini sangat cocok diadakan di FEB karena untuk kedepannya ide-ide usaha mereka dapat menciptakan peluang bisnis dan lapangan pekerjaan bagi yang lain,” pungkasnya. (dian)

FAIthailand

UMSIDA Melepas Enam Mahasiswa KKN dan PPL ke Thailand

Ini kali kedua Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA) melepas mahasiswanya untuk melaksanakan KKN dan PPL ke negeri jiran, Thailand. Setelah dilakukan penelusuran di semua fakultas di UMSIDA, Fakultas Agama Islam (FAI) menjadi pioneer memberangkatkan mahasiswanya  ber- KKN dan PPL. Dekan FAI Dr. Istikomah menyeleksi kemampuan dan kesiapan mahasiswanya baik baik dari segi keahlian maupun keuangan, “Karena untuk KKN dan PPL ini butuh kesiapan softskill, dan financial, kami melakukan seleksi hingga ketemu 14 orang, lalu diseleksi dari kemampuan mengajar, membangun performamce dan self confidence serta Bahasa Inggris, yang memenuhi syarat 6 orang, pas dengan kuota universitas,” pungkasnya.

Pelaksanaan program menurut Rektor UMSIDA Hidayatulloh tak terpisahkan dari gerakan muhammadiyah,  yaitu gerakan pencerahan. “Harapan kami, apa yang sudah didapatkan, pengalaman, keterampilan, dan pengetahuan selama belajar di UMSIDA dapat ditularkan di Thailand sana,” ungkapnya melepas enam mahasiswa sebelum pemberangkatan. KKN sejatinya merupakan bentuk  pengabdian diri mahasiswa terhadap masysrakat. Untuk itu, Hidayatulloh melanjutkan, “Selama enam bulan di Thailand  adik-adik harus menyerap hal-hal positif, menggali dan menyelesaikan masalah baik di bidang pendidikan maupun kemanusiaan,” ungkapnya.

Kebanyakan KKN dan PPL diakhiri dengan pembuatan laporan saja, namun tidak untuk KKN dan PPL kali ini. Laporan dikembangkan menjadi deskripsi untuk dikembangkan di kampus, dan menjadi referensi peningkatan kualitas KKN dan PPL ke depannya yang dikelola oleh LPPM.

Ahmad Falahi, salah satu peserta dari Prodi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) menerangkan beberapa hal yang akan dikerjakan selama berada di Thailand sana, “Kami akan berkomunikasi dan berkolaborasi dengan peserta dari berbagai Perguruan Tinggi dengan visi yang sama untuk membangun masyarakat Thailand Selatan menyelesaikan problematika kehidupan disana. Kami akan berkiprah di lembaga formal Assholihiah School di patani, pesantren (ma’had), mengajar dengan menggunakan Bahasa Inggris paginya, sorenya ke ma’had,” ujarnya. (dian)