IMG_4202

UMSIDA Melepas Tujuh Mahasiswa Pertukaran Mahasiswa di Thailand

Setelah Pelepasan enam mahasiswa Fakultas Agama Islam (FAI) dalam rangka melaksanakan KKN dan PPL ke Thailand Selatan, tujuh mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UMSIDA yang terdiri dua mahasiswa dari Prodi Akuntansi dan lima mahasiswa Prodi Manajemen dilepas oleh Rektor UMSIDA untuk mengikuti program  pertukaran pelajar di International College University of Technology Krungthep (IC-UTK) Thailand (2/6). Mereka akan berangkat pada Senin, 5 Juni 2017. Dekan FEB Dr. Sigit Hermawan menyatakan bahwa program tersebut adalah internasionalisasi perguruan tinggi. “Mahasiswa kuliah di Thailand, hasil kredit kuliah disana diambil di UMSIDA. Mahasiswa Thailand yang kuliah disini juga diperlakukan sama, ungkapnya.

Momen tersebut menurut Rektor UMSIDA Dr. Hidayatulloh dapat meningkatkan kapasitas dalam diri masing-masing mahasiswa, “Adik-adik wajib mengeluarkan kekuatan-kekuatan yang sudah pernah diterina di FEB untuk di-share disana. Tak hanya itu, adik-adik juga harus menyerap semua kebaikan untuk meningkatkan kapasitas dan berbagi pengalaman dengan teman-teman di UMSIDA,” ungkapnya.

Di IC-UTK, ketujuh mahasiswa FEB tersebut akan berkomunikasi dan berkolaborasi dengan nahasiswa dari 10 negara. Karena itu, Hidayatulloh berharap agar mereka bisa memanfaatkan keadaan tersebut, “Silakan menulis buku tentang pengalaman unik, pertukaran budaya, suasana akademik, sosial ekonomi dan pendidikan disana agar tidak hanya kuliah saja, tetapi peningkatan kapasitas dengan cara melihat dunia ini dari berbagai perspektif. Hasil dari tulisan tentu akan menjadi pencerahan untuk teman-teman mahasiswa yang lain serta bagi bapak-ibu dosen di UMSIDA,” pungkasnya. Hal ini sejalan dengan firman Allah yang berbunyi, “Allah menciptakan manusia berpasang-pasang dan bersuku-suku untuk saling mengenal.” Seperti apa kita akan berbagi sehingga menemukan banyak makna bahwa hidup ini sangat luas, tidak sempit. (dian)

IMG_8399

Smarter City and Smarter People Through Innovative Internet of Things

Peningkatan pelayanan kinerja kini sudah menjadi hal yang sangat lazim bagi lembaga atau institusi baik swasta maupun pemerintah untuk meningkatkan kualitas sumber dayanya. Menanggapi hal ini, Himpunan Mahasiswa Informatika (HIMATIF) Fakultas Teknik menyelenggarakan seminar nasional dengan tema “Smarter City and Smarter People Through Innovative Internet of Things (21/5) di Aula KH. Achmad Dahlan Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA). Dekan Fakultas Teknik Izza Anshory ST MT menyampaikan pentingnya Kepala Daerah dan pimpinan Kepala Dinas Kabupaten Sidoarjo memanfaatkan teknologi Internet of Things dalam rangka meningkatkan pelayanan, kinerja dan kesejahteraan,  serta untuk terlibat komunikasi lebih efektif dan aktif dengan masyarakat kabupaten Sidoarjo, “Berbagai masalah di Sidoarjo dapat dibantu penyelesaiannya dengan sinergi yang kuat antara Institusi perguruan tinggi (praktisi teknologi informasi, dosen, mahasiswa), industry swasta penyedia teknologi informasi (PT. Telkom Indonesia), dan media.” Sehingga, “Dengan adanya Internet of Things pimpinan Dinas dan Kepala Daerah Kabupaten Sidoarjo dapat memonitoring dan mengendalikan jenis-jenis pelayanan yang menjadi wewenang masing-masing dinas kabupaten Sidoarjo,” lanjutnya.

Principal Expert Internet of Things, Divisi Digital Service PT. Telkom Indonesia, I Ketut Agung Enrico, menjelaskan berbagai macam aplikasi Internet of Thins untuk menjawab berbagai macam kebutuhan masyarakat, “Adapun aplikasi internet of things sebagai pendukung Sidoarjo Kota Cerdas yaitu kontrol cerdas penggunaan energy, pelayanan pendidikan yang cerdas (e-learning, virtual classroom), smart agriculture (bagaimana memonitoring irigasi, pemupukan, dll), pelayanan kesehatan (Smart Health Care), dan pelayanan bergerak (parkir, manajemen trafik).” Masih banyak lagi aplikasi teknologi Internet of Things yang dapat mempermudah warga kota Sidoarjo untuk kehidupan sehari-harinya. Pada akhir penyampaian materinya, bapak I Ketut menawarkan kesempatan bagi warga kota Sidoarjo untuk membuat start Up Enterpreneur yang diajukan proposalnya ke pihak PT. Telkom. Hal lebih jauh dapat diakses  di www.indigo.id.

Pakar teknologi informasi Ir. Onno Widodo Purbo, M.Eng., PhD menyampaikan implementasi aplikasi pemrograman untuk Internet of Things, Aplikasi pemrograman dapat dilakukan melalui praktik untuk mengaktifkan relay on off, aplikasi sensor cahaya atau Light Diode Resistor (LDR), dan jenis-jenis sensor lain yang dihubungkan dengan teknologi mikrokontroller Arduino, yang dikoneksikan dengan internet, sehingga bisa dikontrol melalui jarak jauh,” pungkasnya. (dian)

 

feb5

Pacu Kreativitas Mahasiswa Berbisnis, FEB UMSIDA Adakan PKM Internal

Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA) terus dipacu kemampuannya agar siap menjadi lulusan kreatif dan inovatif, salah satunya dengan menyelenggarakan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) internal FEB UMSIDA bertajuk “Melahirkan Mahasiswa Kreatif dan Inovatif Menuju Pimnas”. Dari total 64 tim, hanya 10 tim, 5 tim prodi akuntansi dan 5 tim prodi management, yang lolos babak final (21/05).

Diantara banyak bidang yang ditawarkan, bidang kewirausahaan masih mendominasi pilihan mahasiswa. Selain lebih mudah dalam pembuatan, pkm ini pun memiliki profitabilitas tinggi jika di implementasikan di kehidupan sehari-hari. Salah satu PKM kewirausahaan yang cukup menarik adalah BUDELA (Burger Bandeng Lapindo) mengangkat bandeng, hasil alam khas Sidoarjo, menjadi bahan utama pengganti daging (patties) dalam pembuatan burger. Tim yang di ketuai oleh MS Herdianto ini mencampurkan rempah-rempah alami sebagai penyedap patties sehingga burger ini sangat sehat untuk dikonsumsi. Roti burger ini pun diubah menjadi warna-warni menggunakan pewarna alami seperti warna hijau dari sayur (Sawi) dll.

Lain halnya dengan TENNER (Solusi Limbah Banner). Banner yang selama ini menjadi limbah yang paling sulit diurai disulap tangan Amar Muzakki dan tim menjadi tas anti air dan kuat. Kreativitas tersebut akhirnya membawa tim TENNER meraih runner-up. Di sisi lain, Alis setyawati, Rizky Masfuriatul Jannah, dan Anharul Kholidin berhasil menjuarai PKM internal UMSIDA mengolah jeans bekas menjadi kreasi sepatu serta tas cantik diberi nama De’MEJZ.

PKM internal FEB UMSIDA ini membawa respon positif bagi dosen maupun mahasiswa. Menurut salah satu dosen Dewi Komala Sari, SE MM, “Lomba PKM ini sangat cocok diadakan di FEB karena untuk kedepannya ide-ide usaha mereka dapat menciptakan peluang bisnis dan lapangan pekerjaan bagi yang lain,” pungkasnya. (dian)

FAIthailand

UMSIDA Melepas Enam Mahasiswa KKN dan PPL ke Thailand

Ini kali kedua Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA) melepas mahasiswanya untuk melaksanakan KKN dan PPL ke negeri jiran, Thailand. Setelah dilakukan penelusuran di semua fakultas di UMSIDA, Fakultas Agama Islam (FAI) menjadi pioneer memberangkatkan mahasiswanya  ber- KKN dan PPL. Dekan FAI Dr. Istikomah menyeleksi kemampuan dan kesiapan mahasiswanya baik baik dari segi keahlian maupun keuangan, “Karena untuk KKN dan PPL ini butuh kesiapan softskill, dan financial, kami melakukan seleksi hingga ketemu 14 orang, lalu diseleksi dari kemampuan mengajar, membangun performamce dan self confidence serta Bahasa Inggris, yang memenuhi syarat 6 orang, pas dengan kuota universitas,” pungkasnya.

Pelaksanaan program menurut Rektor UMSIDA Hidayatulloh tak terpisahkan dari gerakan muhammadiyah,  yaitu gerakan pencerahan. “Harapan kami, apa yang sudah didapatkan, pengalaman, keterampilan, dan pengetahuan selama belajar di UMSIDA dapat ditularkan di Thailand sana,” ungkapnya melepas enam mahasiswa sebelum pemberangkatan. KKN sejatinya merupakan bentuk  pengabdian diri mahasiswa terhadap masysrakat. Untuk itu, Hidayatulloh melanjutkan, “Selama enam bulan di Thailand  adik-adik harus menyerap hal-hal positif, menggali dan menyelesaikan masalah baik di bidang pendidikan maupun kemanusiaan,” ungkapnya.

Kebanyakan KKN dan PPL diakhiri dengan pembuatan laporan saja, namun tidak untuk KKN dan PPL kali ini. Laporan dikembangkan menjadi deskripsi untuk dikembangkan di kampus, dan menjadi referensi peningkatan kualitas KKN dan PPL ke depannya yang dikelola oleh LPPM.

Ahmad Falahi, salah satu peserta dari Prodi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) menerangkan beberapa hal yang akan dikerjakan selama berada di Thailand sana, “Kami akan berkomunikasi dan berkolaborasi dengan peserta dari berbagai Perguruan Tinggi dengan visi yang sama untuk membangun masyarakat Thailand Selatan menyelesaikan problematika kehidupan disana. Kami akan berkiprah di lembaga formal Assholihiah School di patani, pesantren (ma’had), mengajar dengan menggunakan Bahasa Inggris paginya, sorenya ke ma’had,” ujarnya. (dian)

up

Dua Mahasiswa Bahasa Inggris UMSIDA ini Meraih The Best Make Up

Khoiruni Awanah (Nana) dan Rista Nur Syahidah (Rista), keduanya adalah mahasiswi program studi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA) yang mengikuti kelas kecantikan bersama sari ayu, bekerjasama dengan jawa pos di Giant Maspion sSquare Surabaya. Nana dan Rista tidak menyangka akan terpilih menjadi the best make up atas ketelatenannya memoleskan satu per satu alat kecantikan pada wajah cantik mereka.

jpnana jprista

Nana dan Rista sangat senang mengikuti kegiatan tersebut lantaran menerima banyak ilmu baru tentang tata rias, “Alhamdulillah bisa menang, walaupun menurut saya itu cuma kebetulan, tapi saya merasa seneng banget bisa ikut beauty class kemarin. Banyak banget hal-hal positif yang saya dapat seperti cara memoles eyeliner. Saya baru tau loh kalo bikin eyeliner itu memulai nya dari ujung luar ke dalam bukan dari dalam ke luar, nah selama ini saya kebalikannya. Terus bikin alis biar natural itu gimana, itu ilmu baru juga,” ungkap Nana.

Berbeda dengan Rista yang sudah memiliki kemampuan dasar merias wajah, baginya Meraih The Best Make Up sangat membahagiakan karena dapat naik ke panggung, berpose dan bersalaman dengan Dimas Beck, artis nasional yang saat itu menjadi tamu kehormatan. “Dimas Beck mengajak kita dan beberapa pemenang lain bernyanyi di atas panggung, itu sesuatu banget, bisa satu stage  dengan artis. Kapan lagi kan…” ungkapnya sangat senang. (dian)

Hadapi MEA dengan Pendidikan Berkemajuan

Pendidikan selalu menjadi isu yang tak lekang diperbincangkan mulai dari masyarakat bawah hingga atas. Di Era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) saat ini, pendidikan di Indonesia sedang sudah tak boleh lagi berfokus pada pengembangan pemikiran intelektual saja, namun harus mampu memenuhi kebutuhan publik. Seminar Nasional yang diselenggarakan oleh Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA) (18/3) menjawab tantangan problematika pendidikan. Pada tahun 2030, sebanyak 113 jt dibutuhkan tenaga terampil  sehingga perlu perbaikan mutu dan akses tenaga terampil untuk memenuhi pendidikan.

Rektor Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, Dr. Hidayatulloh dalam keynote speech nya menyampaikan tiga hal yang mempengaruhi mutu pendidikan, yaitu metode, guru dan ruh pendidik. Kualitas Sumber Daya Manusia dibutuhkan adalah mereka yang memiliki integritas diri, percaya diri, disiplin, kreatif, penyelesaian masalah, belajar sepanjang hayat, berani mengambil resiko, berfikir kritis, dan holistik.

Dari kacamata Muhammadiyah, Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Dr. Abdul Mu’thi menyampaikan kepada 1200 peserta tentang bagaimana muhammadiyah menyiapkan diri meningkatkan kualitas pendidikan untuk mempersiapkan MEA. “Peta dunia abad 21, perubahan dari Europe sentris menjadi Asian sentris karena beberapa faktor yaitu: 1) demografi, penduduk banyak di Asia, 2) tingkat produktivitas tinggi, 3) capaian ekonomi, peningkatan SDM dan dinamika politik. Negara-negara Asia terkuat adalah Jepang, Korea, Cina, India. Indonesia di tahun 2030 berada di 5 terbesar dalam capaian ekonomi.” Ungkapnya.

“Sebuah negara akan mati jika bermasalah dalam demografi,” sambung Mu’thi “Penduduk di Indonesia masuk pada peringkat terbanyak ke-4 di dunia dan konsumtif. Negara paling gencar expansi ke Indonesia adalah Cina, Jepang, dan Korea Selatan. Asean Economic Community (AEC) atau yang kita kenal MEA adalah sebuah upaya utk masyarakat tumbuh dan maju bersama. Selain itu, Asia juga membentuk Asean Political Community. AEC diharapkan terjadi mobilitas antar negara asia. Implikasinya terhadap kawasan terbuka dalam ketenagakerjaan. Dalam konteks ekonomi, Indonesia adalah pasar sehingga banyak yang ingin bekerjasama dengan Indonesia. Sekarang, bagaimana Indonesia jg maju, jangan sampai jadi tamu di negara sendiri. Kuncinya ada 2, yaitu mahasiswa harus ber-qualitative learning orientation dan menjalin networking.” (dian)

Ditinjau dari sisi pendidikan, ilmu bisa diperoleh dengan cara bertanya baik kepada diri sendiri maupun orang lain. Prof. Warsono, Rektor UNESA menyebutkan, “Akal digunakan untuk berpikir secara deduktif. Sains dan bahasa adalah sarana untuk mengkomunikasikan ide kepada orang lain untuk menghasilkan output yan berkarakter.”

Bagaimana cara bertanya, Warsono menyampaikan agar kita menggunakan pertanyaan 5W 1H. Ilmu adalah sebab akibat sehingga menjadi sumber analisis, how menyelesaikan permasalahan dengan menggunakan akal dan mnghasilkan pengetahuan baru. “Masalah yang sering muncul dalam proses belajar mengajar adalah siswa malas bertanya sehingga membuat pemikiran mereka tidak kritis dan analitik. Agar siswa bertanya, guru dapat menstimulus dengan pertanyaan-pertanyaan sebelum memulai pembelajaran. Guru bertanya terlebih dahulu di setiap pertemuan dengan metode ekspositori sehingga merangsang pikiran untuk berkembang.” Ungkap Rektor UNESA sebelum mengakhiri sesi paparannya. (dian)

1

Satu Jam Lebih Dekat dengan UMSIDA melalui Talk Show di Radio Suara Muslim

Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA) merupakan salah satu kampus unggulan di Jawa Timur, terletak di kota Sidoarjo propinsi Jawa Timur. Lokasinya sangat strategis berada di dekat bandara Juanda, dekat stasiun, terminal, pusat perbelanjaan dan berbagai macam Usaha Kecil Menengah, menjadikan UMSIDA sebagai kampus berbasis intelektual dan diterima masyarakat kecil dan menengah.

Melalui talk show pada 19 April kemarin, UMSIDA Memberikan informasi kepada para sabahat muslim tentang penerimaan mahasiswa baru, prestasi UMSIDA secara institusi yang telah terakreditasi B, prestasi webometric kelas dunia, prestasi dosen dan mahasiswa baik tingkat nasional maupun internasional. Selain itu, UMSIDA juga memberikan peluang kepada mahasiswa untuk kuliah yang tidak hanya meningkatkan keilmuan saja namun juga keislaman. Semua itu adalah pelayanan terbaik UMSIDA untuk mewujudkan masyarakat islam berkemajuan. (dian-humas)

1

Tapak Suci Open Tournament

Turnamen Tapak Suci diselenggarakan pada 13 hingga 17 April lalu membuka rangkaian kompetisi UMSIDA Fair Open 2016. Acara yang diselenggarakan di Auditorim SMAMDA ini diikuti oleh siswa SD, SMP, dan SMA se Jawa Timur. Turnamen yang bertemakan “Kembangkan Kreativitas, Tumbuhkan Sportivitas dalam Jalinan Persaudaraan” ini dikategorikan dalam beberapa usia yaitu usia dini, pra remaja, remaja, dan dewasa.

Para peserta tampak antusias mengikuti ajang kompetisi ini, semua ingin menjadi pemenang. Memenangkan tapak suci merupakan kebanggaan tersendiri bagi putra-putri Muhammadiyah. Kejuaraan Tapak Suci “Umsida Fair Open 2016” resmi ditutup oleh  Pendekar Hary Purnomo selaku Pimpinan Wilayah Tapak Suci Putera Muhammadiyah pada hari Minggu, 17 April lalu. Turnamen tersebut diikuti oleh sebanyak 631 peserta,  dengan empat kategori yang dipertandingkan. Diantaranya kategori usia dini (SD) diikuti oleh 263 peserta, kategori pra-remaja (SMP) diikuti oleh 146 peserta dan kategori remaja (SMA/MA/SMK) diikuti oleh 175 peserta, serta kategori dewasa yang diikuti oleh 47 peserta.

upl2

Sambutan Rektor UMSIDA pada Launching Desa Melangkah

Universitas Muhammadiya Sidoarjo (UMSIDA) tak henti-hentinya berfikir dan bekerja keras untuk kemajuan bangsa Indonesia. Penerapan Tri Dharma Perguruan Tinggi sangat dijunjung tinggi oleh segenap civitas akademika untuk menjadikan UMSIDA menjadi kampus bertaraf internasional. Tidak hanya penerapan dan pengembangan pendidikan/pengajaran dan penelitian saja, UMSIDA menunjukkan kepeduliannya terhadap perkembangan potensi masyarakat secara menyeluruh di kabupaten Sidoarjo melalui Tri Dharma Perguruan Tinggi yang ke-tiga yaitu pengabdian pada masyarakat.

Kali ini UMSIDA mewujudkan sebuah program percontohan nasional dengan cara memberdayakan masyarakat desa untuk bisa mengembangkan potensi di desa masing-masing agar lebih dikenal oleh masyarakat domestik dan mancanegara melaui program “Desa Melangkah” yang dilaunching pada 30 April pekan lalu. Rektor UMSIDA mengungkapkan bahwa beliau yakin program Desa Melangkah ini akan berdampak besar bagi kemajuan desa. Oleh karena itu, pihak UMSIDA akan membantu mengembangkan potensi desa karena ini merupakan bentuk pengabdian UMSIDA pada masyarakat membentuk desa berkemajuan. “Perguruan Tinggi tidak hanya berkutat pada teori, tapi juga langsung terjun ke masyarakat. Desa Melangkah merupakan pengabdian kami terhadap masyarakat,” terangnya dalam sambutan Launching Desa Melangkah.

Beliau mengajak semua desa untuk bergabung dalam program Desa Melangkah. Jika semua desa di kota Delta bergabung, akan terjadi lompatan besar akan perkembangan potensi desa dari berbagai aspek kehidupan, “Akan menjadi desa berkemajuan.” (dian)

 

 

Umsida1

UMSIDA Launched Desa Melangkah Program with the Regent of Sidoarjo and Governor of East Java

Sullamul Hadi Nurmawan, Wabup Sidoarjo Nur Ahmad Syaifuddin, Staf Ahli Kemendes PDTT Lili Romli, dan Wagub Jatim Saifullah Yusuf saat launching Desa Melangkah.

Kementrian Desa, Pembangunan Daerah tertinggal, dan Transmigrasi  (Kemendes PDTT) mengapresiasi program kerja Desa Melangkah yang diprakarsai oleh UMSIDA bekerja sama dengan Jawa Pos dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo. Program tersebut dilaunching pada Rabu, 30 April 2016 lalu di Pendapa Delta Wibawa Sidoarjo.

Staf Ahli Menteri bidang hubungan antar lembaga Kemendes PDTT, Dr. Lili Romli, mengapresiasi program tersebut sebagai bentuk terobosan dan sinergi luar biasa, “Selama ini belum ada sinergi dari tiga komponen untuk bersama-sama membangun desa. Ini bisa menjadi contoh daerah lain,” ungkapnya penuh bangga terhadap UMSIDA sebagai akademisi, Jawa Pos sebagai media dan Pemkab Sidoarjo sebagai pengembang desa. Kemendes PDTT juga akan membantu menyediakan teknologi terapan yang bisa dimanfaatkan desa untuk terkoneksi dengan jaringan pemasaran desa online agar Desa Melangkah dapat terlaksana secara maksimal. (dian)