42

Cegah Stunting, Puding Daun Kelor Jadi Inovasi Tim KKN 42 Umsida

Umsida.ac.id– Saat ini, stunting merupakan salah satu masalah utama yang dihadapi oleh negara Indonesia. Dari 21,6% masalah stunting, targetnya akan segera diturunkan hingga 14%.

Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) ikut andil dalam target negara ini. Melalui program pengabdian, Kelompok 42 KKN P Umsida turut serta dalam kegiatan posyandu balita yang bertempat di rumah kepala Dusun Pacet Selatan, Rabu (21/02/2024).

Upaya Mahasiswa Umsida Turunkan Angka Stunting

Kegiatan ini diisi dengan Sub Pekan Imunisasi Nasional (SubPIN) POLIO yang merupakan kegiatan pemberian Vaksin POLIO kepada anak usia 0- 59 bulan sekaligus pemberian vitamin A. Posyandu ini diikuti oleh 60 balita dan seluruh petugas posyandu.
Mahasiswa KKN-P Umsida kelompok 42 bidang program kerja kesehatan ikut serta membantu melancarkan proses kegiatan posyandu ini serta melakukan sosialisasi pencegahan stunting dan pemantauan gizi di mulai masa kehamilan hingga anak usia dini kepada masyarakat Desa Pacet.
Tujuan dari sosialisasi mengenai pencegahan stunting ini adalah untuk memberikan dan meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang stunting, penyebab, dan cara pencegahannya, serta dapat mengajak masyarakat untuk memulai hidup sehat.
Cegah Stunting, Puding Daun Kelor Jadi Inovasi Tim KKN 42 Umsida
Dalam beberapa hari yang lalu kelompok 42 bidang program kerja kesehatan telah melakukan observasi serta wawancara kepada perangkat desa pacet yang mana di Desa Pacet ini ada beberapa anak usia dini terkena stunting yang mempengaruhi kurangnya di tinggi badan.
Hal ini disebabkan karena kurangnya asupan gizi yang diperoleh balita sejak awal masa kehidupan, pola makan yang tidak seimbang, perawatan yang tidak memadai setelah melahirkan, gizi anak yang kurang, infeksi berkali-kali, kelahiran prematur, dan gizi buruk. Namun hal itu juga bisa di atasi dengan mengatur pola makan yang bernutrisi contohnya seperti Protein, zat besi, kalsium, vitamin A, vitamin D, asam folat.
Oleh karena itu mahasiswa KKN-P Umsida kelompok 42 telah melakukan pemberian makanan tambahan (PMT) serta memperkenalkan salah satu produk makanan untuk mencegah stunting dari bahan alami yaitu dari olahan daun kelor yang di buat menjadi puding, daun kelor ini mempunyai berbagai manfaat, salah satunya sangat bagus untuk pencegahan stunting pada ibu hamil dan anak usia dini, hal ini masyarakat juga dapat mencoba membuatnya dari rumah.
Daun kelor dikenal kaya akan nutrisi, termasuk protein, kalsium, zat besi, dan vitamin A. Dengan mengolah daun kelor menjadi puding, dapat menciptakan makanan yang lezat serta menarik bagi anak-anak, sekaligus memastikan asupan gizi yang cukup. Selain itu, puding daun kelor juga dapat menjadi cara yang kreatif untuk memperkenalkan makanan sehat kepada anak-anak dan ibu hamil, sehingga membantu membangun kebiasaan makan yang baik sejak dini.
Cegah Stunting, Puding Daun Kelor Jadi Inovasi Tim KKN 42 Umsida
Bahan pembuatan puding daun kelor :
Daun kelor segar (secukupnya)
Susu cair (500 ml)
Gula pasir (100 gram)
Agar-agar bubuk (10 gram)
Air (500 ml)
Vanili (opsional, untuk aroma)
Langkah-langkah pembuatan puding daun kelor sebagai berikut :
1. Persiapan Daun Kelor:
• Ambil daun kelor segar dan bersihkan dengan baik.
• Pisahkan daun dari batangnya, kemudian cuci hingga bersih. Pastikan tidak ada kotoran atau serangga yang menempel.
2. Pembuatan Larutan Daun Kelor:
• Rebus daun kelor dengan air secukupnya dalam panci hingga mendidih.
• Setelah mendidih, kecilkan api dan biarkan daun kelor direbus dalam air selama kurang lebih 10-15 menit. Ini akan membantu melepaskan sari daun kelor ke dalam air.
• Setelah itu, saring air rebusan daun kelor menggunakan saringan atau kain bersih untuk mendapatkan larutan sari daun kelor. Buang sisa daun yang sudah direbus.
3. Pembuatan Larutan Puding:
• Campur susu cair, gula pasir, dan agar-agar bubuk ke dalam panci.
• Panaskan campuran di atas api sedang sambil terus diaduk hingga agar-agar dan gula larut sempurna. Pastikan tidak terlalu mendidih.
• Setelah larutan puding mulai mendidih, tambahkan larutan sari daun kelor yang sudah disiapkan sebelumnya ke dalam campuran susu, gula, dan agar-agar. Aduk rata hingga semua bahan tercampur dengan baik.
• Tambahkan vanili untuk memberikan aroma tambahan jika diinginkan.
4. Penyajian:
• Tuang larutan puding ke dalam cetakan atau wadah yang telah disiapkan.
• Biarkan puding mengeras dengan cara didinginkan di dalam lemari es atau kulkas selama beberapa jam.
• Setelah puding mengeras, puding daun kelor siap disajikan.
Setelah melaksanakan kegiatan sosialisasi ini,  Ibu Kepala Dusun Pacet Selatan menyampaikan harapannya kepada mahasiswa Umsida.
“Kami ucapkan terima kasih kepada teman-teman mahasiswa yang turut membantu menjalankan kegiatan posyandu di Dusun Pacet Selatan dan terima kasih telah dibuatkan puding daun kelor yang bertujuan untuk penanggulangan stunting, harapan kami kepada teman-teman mahasiswa agar kalian nanti pada saat sudah berkeluarga bisa mengerti tentang pemantauan dan pemberian asupan yang benar kepada anak-anak kalian nanti” ujar Ibu Sumaidi.
Penulis:
Sandi Putra Lesmana
Azarine Sade
Editor:
Rani Syahda

Berita Terkini

aset kripto menurut dosen Umsida
Risiko Aset Kripto dan Bitcoin, Dosen Umsida Paparkan dari Perspektif Hukum dan Teknologi
December 15, 2025By
SDGs Center Umsida
SDGs Center Umsida Dorong Hilirisasi Riset untuk Pembangunan Berkelanjutan Jawa Timur
November 20, 2025By
Apresiasi sekolah partnership Umsida
Umsida Beri Apresiasi untuk Sekolah Partnership yang Berkontribusi dalam Penerimaan Mahasiswa Baru
November 20, 2025By
kick off penerimaan mahasiswa baru Umsida 4_11zon
Umsida Resmi Buka Pendaftaran Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2026/2027
November 19, 2025By
magister ilmu komunikasi Umsida 1
Launching Magister Ilmu Komunikasi Umsida, Pendaftaran Sudah Dibuka!
October 28, 2025By
muhammadiyah
Muhammadiyah Tetapkan Awal Puasa Ramadan 2026 pada 18 Februari
October 23, 2025By
S2 Ilmu Komunikasi Umsida
S2 Ilmu Komunikasi Umsida Sudah Buka, Siap Cetak Pakar New Media
October 13, 2025By
prodi sains data
Umsida Resmi Buka S1 Sains Data, Siap Buka Peluang Data Analyst
October 11, 2025By

Riset & Inovasi

Edukasi TOSS TB 2
Edukasi TOSS TB, Upaya FK Umsida Perkuat Kader Kesehatan Desa Ketimang
January 28, 2026By
kolaborasi Umsida dan pondok pesantren
Kolaborasi FKG, FK, dan Fikes Jadi Relawan Kesehatan di Pondok Pesantren Nurul Haromain
January 21, 2026By
ketahanan pangan dan branding umkm
Kembangkan UMKM Lokal, Tim Abdimas Umsida Beri 2 Pelatihan di UMKM Babakaran Raos
January 21, 2026By
pelajar muhammadiyah tanam kelor
Pelajar Muhammadiyah Jadi Kader Peningkatan Kemandirian Lingkungan dan Ekonomi Abdimas Umsida
January 10, 2026By
budidaya tanaman semusim 1
Pelatihan Tanaman Semusim Jadi Cara Dosen Umsida Perkuat Ketahanan Pangan
January 9, 2026By

Prestasi

kejuaraan ju jitsu mahasiswa Umsida
Mahasiswa Ini Sabet 2 Emas di Kejuaraan Ju Jitsu Nasional, Kini Persiapkan Diri ke Jepang
January 20, 2026By
persiapan shell eco marathon
IMEI Umsida Tancap Gas di Shell Eco Marathon Qatar 2026 dengan Improvisasi Kendaraan Listrik
January 19, 2026By
shell eco marathon 2026
Siap Bertanding di Shell Eco Marathon Qatar 2026, Tim IMEI Umsida Resmi Diberangkatkan
January 19, 2026By
atlet karate Batu open 2025
Atlet Ini Raih 2 Medali Sekaligus di Ajang Batu Karate Challenge Open Tournament Series 2025
January 8, 2026By
pertandingan karate Batu challenge
Cedera di Pertandingan Sebelumnya Belum Pulih, Atlet Umsida Bulatkan Tekad Demi Emas
January 7, 2026By