Umsida.ac.id – Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) resmi melepas 3 mahasiswa dari Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) untuk mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN) kemitraan internasional oleh Majelis Dikti Litbang Pimpinan Pusat Muhammadiyah ke Malaysia pada Selasa, (13/1/2025).
Ketiga mahasiswa angkatan ke-14 KKN internasional tersebut adalah Nandella Agitia Gayatri dan Redina Gladys Savira yang ditempatkan di At Tanzil Kayu Ara Kuala Lumpur.
Dan ada pula Desi Noviyanti yang akan melaksanakan KKN di SB Banting Selangor.
Lihat juga: Lolos KKN Internasional dan MAS, Ini Kata Mahasiswa Umsida
Mayoritas kegiatan KKN internasional difokuskan pada pembelajaran di sekolah dan sanggar belajar.
Mereka akan mengabdi di Negeri Jiran selama sekitar satu bulan yang dimulai pada tanggal 21 Januari esok.
KKN Internasional Jadi Ruang Pengabdian Nyata Mahasiswa Umsida
Dekan Fakultas Psikologi dan Ilmu Pendidikan, Dr Septi Budi Sartika SPd MPd membuka pelepasan ini dengan ucapan selamat untuk mahasiswa karena mereka masuk dalam 70 terbaik dari 550 mahasiswa yang diseleksi di program ini.
“Mungkin nanti kalian akan dapat banyak sekali pengalaman di sana. Kami sampaikan selamat ber-KKN, semoga diberikan kesehatan dan kemudahan dalam segalanya,” ujar Dr Septi.
Direktur Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM) Umsida, Prof Dr Sigit Hermawan SE MSi yang turut melepas para mahasiswa, berharap agar para mahasiswa tersebut bisa membawa nama baik Umsida, mendapat ilmu, dan pengalaman yang akan dibawa seumur hidup.
“Salam juga kepada orang tua, terima kasih sudah mengizinkan kalian untuk KKN internasional. Semoga semua program kerja juga dilancarkan di sana,” harapnya.
Esensi KKN Internasional yang Berdampak

Di momen ini, para mahasiswa dilepas dan mendapat arahan langsung oleh Rektor Umsida, Dr Hidayatulloh MSi.
Ia menjelaskan bahwa KKN Internasional merupakan kuliah kerja nyata dalam arti sesungguhnya, bukan sekadar perjalanan atau rekreasi ke luar negeri.
“Kuliah kerja nyata itu harus nyata. Apa yang adik-adik lakukan harus bisa dilihat, dirasakan, dan memberi dampak langsung bagi masyarakat tempat KKN,” tegasnya.
Hal tersebut dinilai penting agar masyarakat merasa adanya sesuatu yang bertambah pada diri mereka, bisa berupa pengetahuan, nilai-nilai perubahan sikap, dan keterampilan.
Dr Hidayatulloh juga menekankan pentingnya integrasi nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) dalam seluruh aktivitas KKN.
Ia menegaskan bahwa mahasiswa Muhammadiyah memiliki kekhasan yang harus tercermin dalam sikap dan praktik pembelajaran di lapangan.
“Nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan tidak harus disampaikan lewat ceramah, tetapi bisa diintegrasikan dalam setiap proses pembelajaran dan kegiatan KKN,” ujarnya.
Lebih lanjut, Dr Hidayatulloh mengingatkan bahwa mayoritas peserta didik yang akan didampingi merupakan anak-anak PMI (Pekerja Migran indonesia) yang memiliki keterbatasan akses pendidikan formal.
Karena itu, kehadiran mahasiswa dinilai sangat berarti dan berpotensi memberikan dampak psikologis serta motivasi yang besar.
“Kehadiran adik-adik itu bisa menjadi ‘udara segar’ bagi mereka. Anak-anak kita di sana membutuhkan motivasi, perhatian, dan inspirasi,” katanya.
Ia juga berpesan agar mahasiswa memanfaatkan kesempatan KKN Internasional untuk membangun jejaring, memperkaya pengalaman lintas budaya, serta mendokumentasikan kegiatan dalam bentuk tulisan dan konten media.
“Tulislah pengalaman baik selama KKN internasional berkangsung. Itu bagian dari dakwah, dokumentasi digital, dan jejak internasional yang kelak berguna untuk masa depan kalian,” pesannya.
Di akhir sambutan, dosen S2 Umsida itu menegaskan pentingnya menjaga kesehatan, kekompakan tim, serta kepatuhan terhadap aturan negara setempat.
Ia juga mengingatkan mahasiswa untuk menjaga dokumen penting, terutama paspor, selama berada di luar negeri.
“Sekecil apa pun yang kalian lakukan hari ini akan berdampak besar di masa depan. Ukuran KKN bukan seberapa besar biaya yang dikeluarkan, tetapi seberapa besar manfaat yang dirasakan masyarakat,” pungkasnya.
Motivasi Ikuti KKN Internasional dan Program yang Dijalankan

Salah satu mahasiswa yang akan melaksanakan kegiatan KKN internasional yaitu Redina Gladys Savira.
Ia menceritakan bahwa ketertarikannya mengikuti program ini bermula sekitar awal November, ketika informasi mengenai KKN disampaikan oleh pihak program studi.
Dina menyampaikan bahwa motivasi utamanya adalah untuk menambah pengalaman dan wawasan.
Ia merasa bahwa pengalaman di luar negeri akan memberikan banyak pelajaran yang bisa diterapkan kembali ketika pulang ke Indonesia.
Setelah melakukan pendaftaran, Dina harus melalui sejumlah tahapan seleksi. Proses seleksi tersebut meliputi seleksi administrasi dan wawancara. Wawancara dilakukan secara daring melalui Zoom Majelis Dikti Litbang PP Muhammadiyah.
“Setelah pengumuman kami langsung dibagi penempatan dan partner KKN. Satu kelompok beranggotakan 2 mahasiswa Indonesia,” terangnya.
Secara umum, program yang dijalankan oleh Dina dan tim berfokus pada kegiatan literasi digital serta pengenalan budaya Indonesia. Ia menuturkan bahwa anak-anak diaspora Indonesia di lokasi KKN masih memiliki keterbatasan dalam mengenal budaya Indonesia, sehingga program tersebut dinilai relevan.
“Kami ada program literasi digital dan juga pengenalan budaya Indonesia. Jadi semacam pertukaran budaya juga,” ungkap Dina.
Selain itu, Dina juga melihat program ini sebagai bentuk kontribusi dalam membantu pendidikan anak-anak Indonesia yang berada di luar negeri.
Lihat juga: Manfaatkan Potensi Lokal, KKN T 27 Umsida Buat nugget dan Gummies Bandeng
Ia menilai bahwa keterlibatan mahasiswa dapat memberikan dampak positif, baik secara akademik maupun sosial.
Penulis: Romadhona S.



















