Umsida.ac.id – Menjawab kebutuhan guru sekolah dasar menghadapi kurikulum berbasis teknologi, dosen Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) menggelar pelatihan koding dasar dan kecerdasan artifisial bagi guru SD Muhammadiyah 1 Candi—Labschool Umsida pada Selasa, (27/1/2026).
Lihat juga: Gelar Pelatihan Koding dan Kecerdasan Artifisial, FPIP dan FST Umsida Latih 144 Sekolah
Fitria Nur Hasanah MPd, dosen Program Studi Pendidikan Teknologi Informasi (PTI) melakukan kegiatan Abdimas Peningkatan Literasi Digital Masyarakat Melalui Pelatihan Koding Dasar dan Penerapan Kecerdasan Artifisial.
Ini merupakan bagian dari skema Pengabdian Kepada Masyarakat (PkM) di lingkungan persyarikatan yang didanai melalui Hibah Riset Muhammadiyah (RisetMu).
Sebanyak 46 guru dari berbagai mata pelajaran dan jenjang kelas mengikuti pelatihan ini.
Koding dan Kecerdasan Artifisial Jadi Kebutuhan Kurikulum Baru

Fitria menjelaskan bahwa topik koding dan kecerdasan artifisial dipilih karena relevan dengan perkembangan kebijakan pendidikan nasional dan kebutuhan guru saat ini.
“Di era sekarang, topik kecerdasan artifisial dan koding sedang menjadi perhatian. Apalagi ada kebijakan pemerintah yang mendorong koding dan AI masuk dalam kurikulum, mulai dari jenjang dasar hingga menengah,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa tidak semua sekolah memperoleh kesempatan mengikuti program pelatihan serupa.
Oleh karena itu, Abdimas ini diarahkan untuk menjembatani kebutuhan guru agar lebih siap menghadapi pembelajaran abad ke-21.
Pembukaan kegiatan turut diisi pengantar dari Dr Kemil Wachidah MPd yang menekankan pentingnya integrasi koding dan AI sebagai bagian dari pembelajaran mendalam (deep learning) di pendidikan dasar.
Praktik Pembelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial
Ia bersama Dr Kemil Wachidah MPd dan Dr Rahmania Sri Untari MPd menyampaikan materi sesuai bidang keahlian.
Materi koding dasar untuk pembelajaran SD disampaikan oleh Dr Rahmania yang dilanjutkan dengan simulasi dan diskusi.
Sementara itu, Fitria berfokus pada materi pada penerapan kecerdasan artifisial dalam pembelajaran, khususnya pembuatan media ajar dan game edukasi berbasis AI.
“Fokus kami kemarin lebih ke pembuatan media pembelajaran dan game edukasi berbasis AI. Ternyata, meskipun bukan berlatar belakang IT, guru tetap bisa membuat media pembelajaran dengan bantuan AI,” ungkap Fitria.
Seluruh peserta terlibat aktif dalam sesi praktik, mulai dari memahami konsep hingga mempresentasikan hasil karya media pembelajaran yang mereka kembangkan.
Penerapan Langsung di Kelas

Antusiasme peserta terlihat dalam sesi akhir kegiatan, ketika guru mempresentasikan produk pembelajaran berbasis AI yang telah mereka rancang.
Salah satu guru peserta, Wahyu Nur Hidayat SPd berharap pelatihan serupa dapat terus dilaksanakan.
“Semoga ada lagi pelatihan berikutnya, ingin terus upgrade ilmu biar sadar akan canggihnya IT dan bisa diterapkan dalam pembelajaran,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Ustadzah Aulia’ulfajriyah SHum Gr MPd yang menilai pelatihan ini membantu guru menciptakan pembelajaran yang lebih menarik dan interaktif.
Ke depan, tim Abdimas Umsida tidak berhenti pada pelatihan saja.
Fitria menjelaskan bahwa akan ada pendampingan lanjutan berupa implementasi modul ajar dan media pembelajaran berbasis AI di kelas masing-masing.
Lihat juga: Jadi LPP Program Koding dan Kecerdasan Artifisial, Ini Langkah Umsida
“Setelah modul dan medianya jadi, guru akan langsung mempraktikkan pembelajaran di kelas. Pendampingan difokuskan pada penerapan agar benar-benar berdampak,” terangnya.(Romadhona)



















