Umsida.ac.id – Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) akan menggelar Rapat Terbuka Senat dalam rangka Milad ke-37 sekaligus Pengukuhan Guru Besar pada Senin, (9/2/2026), bertempat di Auditorium KH Ahmad Dahlan Kampus 1 Umsida.
Lihat juga: Tanwir dan Milad ke-112 Muhammadiyah, Ini 4 Alasan Angkat Tema Kemakmuran
Momentum Milad tahun ini mengusung semangat “Umsida Berkembang dan Berdampak”, yang menjadi refleksi perjalanan panjang institusi sejak berdiri pada 9 Februari 1989 hingga kini memasuki usia 37 tahun.
Banyak tokoh-tokoh penting hadir di acara ini, mulai dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah, jajaran BPH Umsida, Kepala LLDIkti Wilayah 7 Jawa Timur, hingga Bupati Sidoarjo, H Subandi SH MKn.
Perkembangan 37 Tahun Umsida

Rektor Umsida, Dr Hidayatulloh MSi dalam laporannya menyampaikan bahwa sejak 2018 Umsida telah menetapkan visi menjadi perguruan tinggi unggul dan inovatif dalam pengembangan iptek berbasis nilai-nilai Islam untuk kesejahteraan masyarakat.
Hal tersebut dicanangkan dalam milestone Umsida hingga 20 tahun kemudian yakni pada 2038.
Saat ini, Umsida berada di milestone kedua yakni National Recognition. Hal ini ditandai dengan akreditasi unggul yang diraih Umsida pada tahun 2024 lalu.
Ia menjelaskan bahwa perkembangan akademik Umsida menunjukkan tren yang signifikan.
Pada 2025, Umsida menambah enam program studi baru sehingga kini Umsida memiliki tujuh fakultas dan 37 program studi. Dari jumlah tersebut, 27 prodi atau sekitar 73 persen telah terakreditasi unggul dan baik sekali.
“Beberapa prodi yang masih berstatus baik sekali sedang kami persiapkan untuk naik menjadi terakreditasi unggul,” ujarnya.
Prestasi mahasiswa pun mengalami peningkatan.
Dalam satu tahun terakhir, Umsida mencatat 34 prestasi akademik dan 215 non-akademik tingkat nasional, serta 49 prestasi akademik dan 38 non-akademik tingkat internasional.
Di sisi sumber daya manusia, jumlah dosen bergelar doktor meningkat menjadi 98 orang, dengan 179 dosen telah tersertifikasi.
“Tahun ini Umsida juga memiliki tujuh guru besar setelah adanya tambahan empat profesor baru,” tuturnya.
Saat ini, imbuhnya, Umsida juga tengah menyelesaikan pembangunan rumah sakit pendidikan yang ditargetkan mulai beroperasi pada Agustus 2026 sebagai bagian dari penguatan layanan akademik dan kesehatan bagi masyarakat.
Milad dan Pengukuhan Guru Besar Prof Dr Sigit Hermawan

Milad ke-37 Umsida tahun ini menjadi momen istimewa lantaran dirangkaikan dengan Pengukuhan Guru Besar ke-7 Umsida yakni Prof Dr Sigit Hermawan SE MSi CIQaR CRP.
Ia menjadi guru besar Umsida pada bidang Ilmu Intellectual Capital dan Analisis Keuangan.
Di kesempatan ini Prof Sigit menyampaikan orasi ilmiah sebagai bentuk pertanggungjawaban akademik atas kepakarannya.
Prosesi pengukuhan ini secara resmi dilakukan oleh Rektor Umsida.
Dalam sesi wawancara, prof Sigit mengatakan bahwa bidang yang ia dalami adalah Intellectual Capital (IC) dan analisis keuangan yang berfokus pada peningkatan kinerja lembaga.
Dalam beberapa tahun terakhir, riset Prof Sigit banyak mengarah pada lembaga amil zakat (Lazis).
“Terlebih untuk bagaimana meningkatkan kinerja penghimpunan dan pemberdayaan agar mampu membantu pengentasan kemiskinan dan ketahanan pangan,” terangnya.
Ia menegaskan bahwa kontribusi riset tersebut selaras dengan SDGs, terutama pada isu kemiskinan dan zero hunger.
“Jadi bagaimana peran-peran dari lembaga amil zakat ini saya teliti untuk bisa meningkatkan kinerjanya. Termasuk juga dalam pemberdayaan Mustahik menjadi Muzakki atau menjadi orang yang tidak lagi miskin,” jelas dosen Prodi Akuntansi itu.
Prof Sigit juga menyampaikan bahwa gelar guru besar bukan akhir perjalanan, melainkan tantangan untuk lebih banyak memberi manfaat.
“Guru besar itu bukan menara gading. Harus hadir memberi solusi bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia menilai pengabdian kepada masyarakat menjadi level yang lebih tinggi dari sekadar mengajar.
Selama ini, ia aktif membina UMKM melalui pendampingan produksi, branding, hingga diversifikasi produk sebagai bentuk implementasi risetnya di lapangan.
Penghargaan Pengabdian dan Peluncuran Buku Sejarah
Sebagai bentuk apresiasi terhadap dedikasi sivitas akademika, pada Milad ke-37 ini, Umsida memberi penghargaan kepada dosen dengan masa pengabdian lebih dari 30 tahun serta tenaga kependidikan dengan masa pengabdian lebih dari 25 tahun.
Di momen ini pula, Umsida meluncurkan Buku Sejarah Umsida yang mengulas perjalanan panjang dan perkembangan universitas dari masa ke masa.
Prof Ahmad Jainuri MA PhD memimpin peluncuran buku ini bersama jajaran pimpinan dan tamu undangan..
Lihat juga: Kemenkes akan Tingkatkan Faskes Masyarakat Bersama Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah
Acara ditutup dengan tausiyah Ketua PP Muhammadiyah, Prof Syafiq A Mughni MA PhD sebelum Rektor secara resmi menutup Rapat Terbuka Senat Milad ke-37 Umsida.(Romadhona)



















