Umsida.ac.id – Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (BEM Umsida) menjadi bagian dari aksi yang digelar oleh BEM Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah Indonesia ( PTMAI) Zona V Jawa Timur–Bali menggelar aksi demonstrasi di depan DPRD Jawa Timur, Jumat (10/4/2026).
Lihat juga: DPM Umsida Gandeng DPRD Sidoarjo Gelar Forum Mahasiswa Vokal 2025
Aksi ini diikuti sekitar 1.000 massa dari berbagai kampus Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah di wilayah Jawa Timur dan Bali.
Massa bergerak dari Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura) menuju gedung DPRD Jawa Timur dengan membawa tuntutan utama terkait penegakan hukum yang adil, transparan, dan bebas dari praktik impunitas.
Dalam pernyataan sikap resminya, Ketua BEM PTMAI Zona V Jawa Timur–Bali, Bagus Arif menegaskan bahwa aksi ini merupakan hasil konsolidasi gerakan mahasiswa sebagai respons atas berbagai kasus serius yang menunjukkan adanya pola kekerasan dan kelalaian aparat terhadap warga sipil .
“Beberapa kasus yang kami soroti meliputi penyiraman air keras terhadap aktivis HAM Andrie Yunus, meninggalnya seorang ibu di Kalideres akibat iring-iringan kendaraan militer, serta kasus peluru nyasar yang melukai siswa SMP di Gresik yang juga disertai dugaan intimidasi terhadap keluarga korban,” terang mahasiswa Prodi Agroteknologi Umsida itu.
Tuntutan BEM PTMAI Zona V untuk DPRD Jawa Timur

Para mahasiswa secara langsung menyampaikan 25 tuntutan kepada DPRD Provinsi Jawa Timur, di antaranya:
- Mengecam keras segala bentuk kekerasan terhadap aktivis dan pembela hak asasi manusia.
- Mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas kasus secara transparan, profesional, dan akuntabel.
- Menuntut pengungkapan secara terbuka identitas pelaku, kronologi lengkap, serta perkembangan proses hukum kepada publik.
- Menolak segala bentuk impunitas, serta menegaskan bahwa pelaku harus diproses melalui peradilan umum, bukan semata peradilan militer.
- Mendorong penegakan hukum berlapis, dengan menggunakan Pasal 340 jo Pasal 53 KUHP tentang percobaan pembunuhan berencana, serta pasal-pasal lain yang relevan.
- Mendesak pengusutan hingga ke aktor intelektual, tidak berhenti pada pelaku lapangan semata.
- Menuntut reformasi dalam sistem peradilan militer agar lebih transparan dan akuntabel.
- Mendorong negara menghadirkan regulasi ketat terkait distribusi dan penjualan air keras.
- Mendesak pertanggungjawaban penuh dari pihak TNI AD atas kematian warga di Kalideres.
- Mendesak pertanggungjawaban penuh dari pihak TNI AL atas insiden peluru nyasar di Gresik, termasuk pemulihan korban secara menyeluruh.
- Mengecam keras segala bentuk intimidasi terhadap keluarga korban dan menuntut jaminan keamanan.
- Mendesak Komnas HAM dan lembaga terkait melakukan investigasi independen.
- Mendesak Presiden membentuk Tim Pencari Fakta Independen.
- Menuntut agar seluruh perkara diadili di peradilan umum.
- Mendesak Komisi III DPR RI bersikap tegas dalam fungsi pengawasan.
- Menuntut komitmen nyata pemerintah dalam penegakan HAM.
- Mendorong penegakan hukum berlapis dengan pasal-pasal relevan dalam KUHP terbaru.
- Mendesak TNI melakukan evaluasi menyeluruh terhadap personel.
- Mendesak DPRD Jawa Timur menjalankan fungsi pengawasan secara tegas.
- Mendesak DPRD Jawa Timur membentuk Panitia Khusus (Pansus).
- Mendesak DPRD Jawa Timur memanggil pihak terkait secara terbuka.
- Mendesak DPRD Jawa Timur berkoordinasi dengan DPR RI, khususnya Komisi III.
- Mendesak DPRD Jawa Timur mendorong kebijakan perlindungan warga sipil.
- Mendesak DPRD Jawa Timur memastikan pendampingan hukum dan pemulihan korban.
- Mendesak DPRD Jawa Timur menyatakan sikap tegas menolak impunitas dan berpihak pada keadilan.
Dalam orasinya, ia mengatakan bahwa mahasiswa akan terus berdiri sebagai penjaga nilai-nilai keadilan dan demokrasi.
“Melalui tuntutan tersebut, kami menegaskan bahwa praktik impunitas tidak boleh lagi mendapat ruang dalam sistem hukum Indonesia,” tegas Bagus.
“Jika keadilan menjauh dari rakyat, maka mahasiswa akan mendapatkannya kembali,” tandasnya.
Mahasiswa Terus Kawal Perkembangan Kasus

Aksi berlangsung secara tertib dengan pengawalan aparat keamanan.
BEM PTMAI Zona V Jawa Timur–Bali menyatakan akan terus mengawal perkembangan seluruh kasus hingga terdapat kepastian hukum yang adil dan berpihak kepada korban.
Lihat juga: BEM dan DPM Umsida Sampaikan Aspirasi Sosial dalam Audiensi Bersama DPRD Sidoarjo
Dari aksi ini, BEM PTMAI Zona V Jawa Timur–Bali tetap konsisten sebagai kekuatan moral dalam menjaga demokrasi dan memperjuangkan keadilan bagi rakyat.
HIDUP MAHASISWA! HIDUP RAKYAT INDONESIA!
*BEM PTMAI Zona V Jawa Timur–Bali



















