dakwah terpadu daik umsida 5

Kolaborasi DAIK Umsida, IMM, dan PCM Jabon Semarakkan Dakwah Terpadu Iduladha

Umsida.ac.id – Program Dakwah Terpadu kembali digelar oleh Direktorat Al Islam dan Kemuhammadiyahan Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (DAIK Umsida) bersama Korkom IMM Umsida dan PCM Jabon di Masjid At-Thohir, Desa Kedungcangkring, Kecamatan Jabon, Sidoarjo.

Mengusung tema “Mewujudkan Semangat Berbagi di Hari Raya”, kegiatan ini berlangsung sejak Hari Arafah (26/5) hingga Iduladha dengan melibatkan puluhan mahasiswa IMM Umsida, warga Muhammadiyah, serta masyarakat sekitar.

Lihat juga: 3 Rangkaian Program Dakwah Terpadu DAIK dan Korkom IMM Umsida di PCM Tarik

Ketua Korkom IMM Umsida, Muhammad Ghulam Saifullah, menjelaskan bahwa Dakwah Terpadu merupakan agenda tahunan yang konsisten dijalankan DAIK dan IMM sebagai bentuk syiar Muhammadiyah kepada masyarakat.

“kegiatan ini memang sesuai dengan tujuan organisasi, yaitu ingin mensyiarkan Muhammadiyah supaya lebih luas lagi. Makanya kenapa dakwah terpadu ini pasti mencari desa-desa yang cukup sulit dijangkau,” ujarnya.

Dakwah Terpadu IMM Umsida Latih Kepedulian Mahasiswa

dakwah terpadu daik umsida 6

Mahasiswa Prodi Pendidikan Agama Islam itu menjelaskan bahwa Dakwah Terpadu tidak hanya menjadi agenda sosial keagamaan, tetapi juga ruang pembelajaran bagi mahasiswa.

Menurutnya, mahasiswa dilatih membangun bonding, manajemen organisasi, hingga tanggung jawab moral sebagai kader yang harus hadir dan bermanfaat di tengah masyarakat.

“Kalau misalnya ada kegiatan seperti ini, ini tanggung jawab moral kita. Hari raya memang pengennya pulang, tapi dengan adanya dakwah terpadu ini kita benar-benar dilatih menjadi mahasiswa ataupun imawan dan imawati yang bermanfaat bagi masyarakat,” katanya.

Kegiatan Dakwah Terpadu tahun ini melibatkan cabang IMM, Korkom IMM Umsida, serta sembilan komisariat IMM di lingkungan Umsida. 

Setiap komisariat mengirim lima delegasi sehingga total peserta yang menginap diperkirakan mencapai 60 hingga 70 orang.

Rangkaian kegiatan dimulai dari lomba anak-anak TK dan PAUD, kajian bersama di Masjid At-Thohir, takbir bersama, hingga pelaksanaan salat Iduladha dan penyembelihan hewan kurban.

PCM Jabon Sambut Hangat Kolaborasi Dakwah Terpadu

dakwah terpadu daik umsida 5

Ketua PCM Jabon, Misari SPd, mengaku bersyukur atas terselenggaranya kegiatan Dakwah Terpadu di wilayahnya.

Ia menjelaskan bahwa awal kerja sama dimulai dari komunikasi yang dilakukan oleh IMM Umsida kepada PCM Jabon.

“Alhamdulillah senang sekali saya. Kehadiran teman-teman IMM ini membuat kami bersyukur bisa menghormati tamu-tamu Allah,” ungkapnya.

Dalam pelaksanaan Iduladha, PCM Jabon turut melibatkan guru TK dan PAUD dari PCA, pengurus ranting Muhammadiyah, serta warga sekitar untuk membantu kenyamanan dan keamanan peserta.

Pada penyembelihan kurban tahun ini, PCM Jabon menyiapkan tiga ekor sapi dan sepuluh kambing. 

Hewan kurban tersebut nantinya akan didistribusikan kepada 13 ranting Muhammadiyah di wilayah Jabon.

“Semoga kegiatan ini bisa istiqomah untuk IMM, walaupun nanti bergilir ke tempat-tempat lain,” ujarnya.

DAIK Umsida Perkuat Dakwah dan Pendampingan Cabang Muhammadiyah

Kepala Bidang AIK DAIK Umsida, Dr Puspita Handayani SAg MPdI, menjelaskan bahwa setiap pelaksanaan Dakwah Terpadu memiliki karakteristik yang berbeda sesuai kondisi cabang Muhammadiyah yang menjadi lokasi kegiatan.

Ia menyebut PCM Jabon dipilih karena menjadi salah satu cabang dengan jumlah anggota Muhammadiyah yang relatif kecil sehingga membutuhkan pendampingan lebih lanjut.

“Diharapkan nanti setelah dakwah terpadu ini tidak hanya berhenti saat Iduladha, tapi bisa berlanjut di pembinaan-pembinaan ranting atau cabang Muhammadiyah yang ada di sana,” jelasnya.

Selain kegiatan dakwah dan kurban, DAIK Umsida juga menjalin kerja sama berbasis AIK melalui MoA yang diarahkan pada penguatan penelitian dan pengabdian masyarakat.

Menurutnya, pemilihan lokasi Dakwah Terpadu dilakukan melalui berbagai pertimbangan, salah satunya melihat cabang Muhammadiyah yang dinilai masih membutuhkan penguatan dan pendampingan.

Ia juga menjelaskan bahwa kolaborasi DAIK dengan IMM menjadi langkah awal untuk merangkul organisasi otonom Muhammadiyah lainnya di lingkungan Umsida.

Lihat juga: Dosen Umsida Ajak Terapkan Dakwah KH Ahmad Dahlan dan Nabi Ibrahim

“Sebenarnya kita ingin merangkul semuanya, tapi masih berproses. Tahun depan mungkin bisa mengajak bersama ortom lain seperti Tapak Suci ataupun HW,” pungkasnya.(Romadhona)