Umsida.ac.id – Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) memperkuat jejaring internasional melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dan 8 Memorandum of Agreement (MoA) bersama Pemerintah Provinsi Loei, Thailand.
Perpanjangan ini dilaksanakan di Loei Anukulwittaya School pada Senin, (8/6/2026).
Lihat juga: Ikuti Yala Internship Program, Ini Inovasi Mahasiswa Umsida
Perpanjangan Kerja Sama dengan Provinsi Loei
Kerja sama tersebut sekaligus memperpanjang kolaborasi internasional yang telah terjalin sejak tahun 2023.
Dalam agenda tersebut, delegasi Umsida diwakili oleh Kepala LKUI Umsida dan Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) Umsida, Dr Fika Megawati MPd. Sementara dari pihak Thailand hadir Gubernur Provinsi Loei, Dinas Pendidikan, serta sejumlah perwakilan instansi pemerintahan lainnya.
Bentuk kolaborasi tersebut adalah program international internship mahasiswa Umsida di berbagai sekolah di Provinsi Loei.
Kepala Lembaga Kerja Sama dan Urusan Internasional (LKUI) Umsida, Isna Fitria Agustina SSos MSi menjelaskan bahwa kerja sama tersebut dilakukan bersama Pemerintah Provinsi Loei dan Dinas Pendidikan Provinsi Loei.
Sebagai bentuk penguatan komitmen kerja sama, penandatanganan MoU dilakukan bersama Loei Provincial Education Office, Loei Primary Educational Service Area Office 1, Loei Primary Educational Service Area Office 2, serta Petchaboon Primary Educational Service Area Office 3.
Selain itu, penandatanganan MoA juga dilakukan dengan delapan sekolah dasar di Thailand yang menjadi lokasi penempatan mahasiswa dari berbagai Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah (PTMA).
“Kerja sama tidak berfokus pada sekolah tertentu karena setiap tahun sekolah penempatan dapat berubah sesuai penunjukan dari Dinas Pendidikan Provinsi.
Perkuat Kompetensi Mengajar Mahasiswa

Isna menuturkan bahwa fokus utama kerja sama ini adalah mendukung pelaksanaan program internship mahasiswa di sekolah-sekolah dasar dan menengah di Thailand.
Menurutnya, pemerintah dan sekolah-sekolah di Loei memiliki perhatian besar terhadap penguatan kemampuan bahasa Inggris peserta didik sehingga membutuhkan tenaga pengajar dari luar Thailand.
“Mereka memang meminta mahasiswa untuk mengajar di sekolah-sekolah yang berada di bawah naungan mereka selama satu semester penuh,” katanya.
Selain menjalankan tugas mengajar, mahasiswa juga didorong menerapkan metode pembelajaran inovatif yang telah dipelajari selama kuliah.
Pada akhir program, mahasiswa diwajibkan menyusun laporan kegiatan dan menghasilkan artikel ilmiah yang ditulis bersama dosen pembimbing dan guru di Thailand.
“Selain laporan kegiatan, mahasiswa juga melakukan penulisan ilmiah bersama guru maupun kepala sekolah di sana,” tambah Isna.
Evaluasi Positif Jadi Alasan Thailand Pertahankan Umsida

Memasuki tahun keempat pelaksanaan program, Umsida menjadi salah satu perguruan tinggi yang terus dipercaya oleh Pemerintah Provinsi Loei untuk mengirimkan mahasiswa internship.
Isna mengungkapkan bahwa kepercayaan tersebut tidak terlepas dari hasil evaluasi yang selalu menunjukkan performa positif mahasiswa Umsida selama mengikuti program.
“Selama tiga tahun terakhir, evaluasi mahasiswa Umsida selalu bagus. Bahkan pada tahun pertama, nilai evaluasi tertinggi berasal dari mahasiswa Umsida,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa berdasarkan hasil evaluasi tersebut, pihak Thailand secara konsisten meminta Umsida untuk terus terlibat dalam program internship setiap tahun.
Kepercayaan tersebut juga diperkuat melalui kunjungan balasan yang dilakukan Pemerintah Provinsi Loei, Dinas Pendidikan, dan sejumlah kepala sekolah ke Umsida pada tahun lalu.
Lihat juga: Dari Umsida ke Thailand, Mahasiswa Magang Ini Gali Banyak Ilmu
“Karena hasil evaluasinya baik, maka sekarang dilakukan perpanjangan kerja sama untuk empat tahun ke depan,” jelasnya.(Romadhona)














