Umsida.ac.id – Kolaborasi mahasiswa KKN T Umsida dan dua sekolah di Kabupaten Sidoarjo menghadirkan pembelajaran anak usia dini yang lebih interaktif melalui story telling, lomba mewarnai, dan alat permainan edukatif pada Sabtu, (25/7).
KKN T 27 Umsida menggelar Kelas Belajar Ceria dan Kreatif bersama 65 siswa TK Dharma Wanita Persatuan (DWP) Desa Seketi, Kecamatan Balongbendo, Kabupaten Sidoarjo.
Kegiatan tersebut dikemas melalui story telling dan lomba mewarnai.
Lihat juga: KKN T 19 dan 20 Umsida Ajak Siswa Mengenal Sampah Organik, Plastik, hingga B3 Melalui Bank Sampah
Pada hari yang sama, KKN T 4 Umsida menyerahkan sejumlah alat permainan edukatif kepada TK DWP Tambak Kalisogo, Kecamatan Jabon.
Media tersebut dibuat untuk mendukung pembelajaran mendalam (deep learning) yang lebih interaktif dan sesuai dengan perkembangan anak.
Meski dilaksanakan dengan bentuk berbeda, kedua program tersebut sama-sama berupaya menghadirkan inovasi pendidikan yang tidak hanya berpusat pada penjelasan guru, tetapi juga melibatkan anak melalui cerita, permainan, komunikasi, dan kegiatan kreatif.
Belajar melalui Storytelling
Di TK DWP Desa Seketi, siswa TK B mengikuti sesi storytelling dengan cerita berjudul “Indahnya Berbagi”.
Cerita disampaikan menggunakan ekspresi, intonasi, dan interaksi agar anak tetap fokus mengikuti alurnya.
Mahasiswa tidak menempatkan siswa hanya sebagai pendengar.
Di sela-sela cerita, anak-anak diajak menjawab pertanyaan, menyampaikan pendapat, dan mencoba menceritakan kembali bagian yang mereka pahami.
Kepala TK DWP Desa Seketi, Nupita Kus Endang, mengapresiasi metode yang digunakan mahasiswa karena memberi kesempatan kepada anak untuk lebih berani berkomunikasi.
“Storytelling seperti ini menjadi pengalaman belajar yang menyenangkan karena anak-anak tidak hanya mendengarkan cerita, tetapi juga diajak aktif berinteraksi dan berani berbicara di depan teman-temannya,” jelasnya.
Menurutnya, kegiatan tersebut membuat suasana kelas berlangsung hangat.
Sejumlah anak yang sebelumnya masih malu mulai bersedia maju dan mencoba berbicara di depan kelas.
Selain storytelling, siswa TK A mengikuti lomba mewarnai.
Setiap peserta memperoleh lembar sketsa dan diberi kebebasan memilih serta memadukan warna sesuai dengan imajinasinya.
Ketua pelaksana kegiatan, Muhammad Yusuf, mengatakan bahwa mahasiswa tetap memberikan pendampingan tanpa membatasi pilihan anak.
“Anak-anak kami bebaskan untuk berekspresi melalui imajinasi warna dan gambar. Hal tersebut akan melatih konsentrasi dan kemampuan motorik halusnya,” ujarnya.
Dari kegiatan ini, jelasnya, anak berlatih mengendalikan gerakan tangan, mengenali warna, menjaga fokus, dan menuangkan gagasan dalam bentuk visual.
Guru TK DWP Desa Seketi, Ayu Fitria, melihat beberapa anak mulai menunjukkan keberanian untuk tampil di depan teman-temannya.
“Biasanya ada beberapa anak yang masih malu berbicara di depan kelas, tetapi hari ini mereka mulai berani maju dan mencoba bercerita. Kegiatan seperti ini sangat membantu mereka belajar berkomunikasi sekaligus meningkatkan rasa percaya diri,” ungkapnya.
Pembelajaran Interaktif dengan Media Edukatif

Sementara itu, KKN T 4 Umsida menjalankan program pendidikan di TK DWP Tambak Kalisogo dengan menyerahkan sejumlah alat permainan edukatif atau APE.
Program tersebut telah disusun melalui koordinasi dengan pihak sekolah dan mendapat pengarahan dari Dosen Pembimbing Lapangan, Metatia Intan Mauliana SPd MSi.
Proses ini dilakukan agar media yang disiapkan sesuai dengan kebutuhan pembelajaran di sekolah.
Penanggung jawab program, Alvina Rizki, menjelaskan bahwa APE tersebut dapat digunakan untuk mengenalkan huruf, angka, hewan, dan alat transportasi.
Selain menambah variasi belajar, media itu juga membantu melatih kemampuan berpikir, komunikasi, dan motorik anak.
“Kami berharap media pembelajaran ini dapat menjadi sarana pendukung bagi guru dalam menciptakan pembelajaran yang lebih aktif, menyenangkan, dan bermakna. Semoga media yang kami serahkan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan,” katanya.
Kepala TK DWP Tambak Kalisogo, Fatimatuz Zuhriyah SPd AUD, menyambut baik bantuan tersebut. Menurutnya, APE dapat digunakan untuk menyampaikan berbagai materi melalui kegiatan bermain.
“Mereka bisa belajar mengenal angka, membaca, dan materi lainnya melalui permainan sehingga pembelajaran menjadi lebih menyenangkan. Ke depan, media ini tentu akan terus kami manfaatkan,” tuturnya.
Media tersebut tidak hanya ditujukan untuk satu kelas, tetapi dapat digunakan mulai dari Kelompok Bermain, TK A, hingga TK B.
Lihat juga: Buat Suasana Lebih Interaktif, KKN T 13 Umsida Buat Prerangkat Ajar
Guru Kelas A2 TK DWP Tambak Kalisogo, Ruul Umrotul Lia SPd, berpendapat bahwa keberadaan APE membuat aktivitas belajar lebih beragam.
Anak tidak hanya mengikuti kegiatan menulis dan menggambar, tetapi juga memperoleh pengalaman langsung melalui permainan edukatif.(Sylvi/Nisa)














