alat untuk kelompok tani gendro

Kelompok Tani Gendro dapat Traktor dan Mesin Pencacah, Inovasi KKN P 22 Umsida

Umsida.ac.idMahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pencerahan (KKN P) Kelompok 22 Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) menyerahkan alat Teknologi Tepat Guna (TTG) Pertanian berupa traktor dan mesin pencacah kepada Kelompok Tani Desa Gendro, Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan pada Jumat, (24/7/2026).

Kegiatan yang berlangsung di lahan milik Sunaryo Hadi selaku Ketua Kelompok Tani ini mendukung modernisasi sektor pertanian melalui pemanfaatan teknologi tepat guna.

Lihat juga: Petani dan Peternak Desa Gendro Lebih Maju dengan Pendampingan Umsida

Ketua KKN, Aldo Mahendra A, mengatakan bahwa petani sudah memiliki satu alat yang berkapasitas kecil sehinggga mereka masih membutuhkan alat bantu (traktor) dengan kapasitas yang lebih besar dan memiliki banyak fiturnya. 

Kondisi tersebut menyebabkan pekerjaan membutuhkan waktu lebih lama, tenaga kerja lebih banyak, dan efisiensi yang masih rendah.

“Berdasarkan kondisi tersebut, kami membuat TTG untuk mengolah limbah pertanian dan peternakan agar lebih bernilai guna,” terang Aldo.

Dukung Pertanian yang Lebih Efisien

alat untuk kelompok tani gendro 1

Kegiatan tersebut turut didampingi oleh Dosen Pembimbing Lapangan Prof Dr Hana Catur Wahyuni ST MT IPM.

Selain itu, kegiatan juga dihadiri oleh Pemerintah Desa Gendro yang memberikan apresiasi atas kolaborasi antara mahasiswa, perguruan tinggi, dan kelompok tani dalam meningkatkan produktivitas pertanian desa.

Setelah diserahkan, kegiatan dilanjutkan dengan demonstrasi dan pengaplikasian alat di lapangan, mulai dari proses pengolahan lahan menggunakan traktor hingga pemanfaatan mesin pencacah untuk mengolah limbah pertanian maupun limbah peternakan menjadi bahan yang lebih bermanfaat.

Setelah prosesi serah terima, mahasiswa memberikan edukasi mengenai tata cara penggunaan traktor dan mesin pencacah.

Lihat Juga :  Masih Konvensional, UMKM Klepon Bulang Go Digital Bersama KKN T 14 Umsida

Demonstrasi dilakukan secara langsung di lahan pertanian agar anggota kelompok tani dapat memahami cara mengoperasikan alat dengan benar.

Mahasiswa juga menjelaskan prosedur keselamatan kerja, perawatan mesin, hingga langkah-langkah penggunaan yang efektif sehingga alat dapat dimanfaatkan secara optimal dan memiliki usia pakai yang lebih lama.

Kelompok Tani Praktik Gunakan Mesin

alat untuk kelompok tani gendro

Setelah melakukan uji coba, Sunaryo merasakan manfaat dari program ini. 

IOa merasa terbantu lantaran selama ini semua pekerjaan dilakukan secara manual sehingga membutuhkan tenaga yang lebih banyak dan waktu yang cukup lama.

“Setelah menggunakan traktor dan mesin pencacah, pekerjaan menjadi jauh lebih cepat, lebih ringan, dan tentunya lebih efisien,” terangnya.

Ia berharap agar bantuan tersebut dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh seluruh anggota kelompok tani.

Dosen Pembimbing Lapangan, Prof Hana menyampaikan bahwa program penyerahan TTG merupakan implementasi nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek pengabdian kepada masyarakat.

“Program ini diharapkan tidak hanya berhenti pada penyerahan alat, tetapi juga mampu meningkatkan kemampuan masyarakat dalam memanfaatkan teknologi untuk mendukung produktivitas pertanian secara berkelanjutan,” turturnya.

Lihat juga: Cegah Bau Sampah, KKN T 7 Umsida Ajak PKK Candipari Buat POC dan Kompos

Program ini dirancang tidak berhenti pada tahap penyerahan alat saja, tetapi berlanjut dengan pelatihan Pupuk Organik Cair (POC). 

Dengan adanya pelatihan POC para peternak dapat memanfaatkan limbah kotoran sapi yang nantinya akan digunakan para petani untuk pembuatan pupuk organik cair dengan memanfaatkan mesin yang sudah diserahkan kepada kelompok pertanian.(Aisyah)