Umsida.ac.id – Kelompok 16 Kuliah Kerja Nyata Terpadu (KKN-T) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) menghadirkan pojok baca di Balai Desa Kedungsugo yang dibuat pada Ahad, (127/2026).
Program ini menjadi salah satu upaya mahasiswa dalam mendukung peningkatan budaya literasi di lingkungan desa melalui penyediaan ruang baca yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.
Lihat juga: Masih Konvensional, UMKM Klepon Bulang Go Digital Bersama KKN T 14 Umsida
Kehadirannya tidak hanya sebagai tempat membaca, tetapi juga sebagai media untuk memperluas wawasan, menumbuhkan minat baca, dan melatih kemampuan berpikir kritis masyarakat Desa Kedungsugo.
Tingkatkan Literasi Desa Kedungsugo

Pembuatan pojok baca merupakan salah satu bentuk kontribusi mahasiswa KKN-T Umsida dalam mendukung pengembangan literasi masyarakat di Desa Kedungsugo.
Ketua Kelompok 16 KKN-T Umsida Ryvaldo menjelaskan bahwa tujuan utama program ini adalah meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya membaca.
“Pojok baca ini bertujuan untuk menumbuhkan literasi dan kesadaran akan membaca bagi masyarakat Desa Kedungsugo sekaligus sebagai inventaris balai desa,” ujar Ryvaldo.
Donasi Buku Lengkapi Koleksi Pojok Baca
Untuk mendukung keberlangsungan pojok baca, Kelompok 16 KKN T Umsida menginisiasi kegiatan donasi buku layak baca.
“Donasi tersebut ditujukan untuk memperkaya koleksi buku yang tersedia sehingga masyarakat memiliki lebih banyak pilihan bacaan,” lanjut Ryvaldo.
Buku-buku yang terkumpul berasal dari berbagai jenis dan tema meliputi buku novel, buku sejarah, buku bacaan Islami, hingga buku-buku yang berkaitan dengan manajemen.
Keberagaman koleksi ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan bacaan masyarakat dari berbagai kalangan.
Pojok Baca Jadi Inventaris Balai Desa

Keberadaan pojok baca tidak hanya menjadi bagian dari program kerja mahasiswa selama pelaksanaan KKN-T, tetapi juga diharapkan dapat terus dimanfaatkan setelah kegiatan pengabdian berakhir.
Selain menjadi sumber bacaan, seluruh buku hasil donasi juga akan menjadi inventaris pojok baca di Balai Desa Kedungsugo.
“Dengan begitu, koleksi tersebut dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh masyarakat maupun pihak desa sebagai fasilitas bersama,” terangnya.
Penempatan pojok baca di Balai Desa Kedungsugo dipilih agar masyarakat memiliki akses yang lebih mudah terhadap fasilitas tersebut.
Sekretaris Desa Kedungsugo, Ninis, menyampaikan bahwa buku-buku yang terkumpul melalui kegiatan donasi nantinya akan menjadi aset yang dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang.
“Buku-buku yang didonasikan untuk pojok baca ini nantinya akan menjadi inventaris desa,” terang Ninis.
Lihat juga: KKN T 26 Umsida Latih Warga Olah Limbah Kertas Jadi Buket Bunga
Saat ada kunjungan dari Pemerintah Kabupaten, imbuhnya, desa belum memiliki buku-buku untuk literasi.
“Semoga dengan adanya pojok baca ini, kebutuhan tersebut dapat terpenuhi,” pungkasnya.(Silfiana)














