dampak el nino di sektor pertanian

El Nino 2026 Ancam Sektor Pertanian, Pakar Umsida Ungkap Dampak dan Solusinya

Umsida.ac.id – Fenomena “Godzilla El Nino” ramai dibicarakan dan menimbulkan kekhawatiran. 

Namun, seberapa berbahaya sebenarnya dampaknya?

Menurut dosen pertanian Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida), Intan Rohma Nurmalasari SP MP, istilah tersebut menggambarkan kondisi El Nino dengan intensitas yang jauh lebih kuat dibanding biasanya.

Lihat juga: La Nina: Penyebab, Dampak, dan Potensi Bencana Menurut Pakar Umsida

“Godzilla El Nino itu bukan istilah ilmiah, tapi menggambarkan anomali suhu laut yang sangat tinggi dan berlangsung lama, sehingga dampaknya lebih luas dan lebih ekstrem,” ujarnya.

Picu Kekeringan Ekstrem dan Gangguan Iklim

Menurut Intan, El Nino terjadi karena pemanasan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik yang mengganggu pola cuaca global.

Namun pada kondisi “Godzilla”, pemanasan tersebut melampaui batas normal dan memicu gangguan yang lebih besar.

“Ini bukan sekadar El Nino biasa, tapi kombinasi antara pemanasan laut ekstrem dan umpan balik atmosfer yang lebih kuat,” jelasnya.

Akibatnya, suhu udara meningkat, pola angin berubah, dan curah hujan menurun secara signifikan.

Dampak ini sangat terasa di Indonesia dalam bentuk kekeringan yang lebih panjang.

Tanaman yang Paling Terdampak
dampak el nino di sektor pertanian
Ilustrasi: Pexels

Meski kondisi saat ini belum ekstrem, Intan menekankan bahwa sektor pertanian tetap menjadi sektor yang paling rentan terhadap fenomena El Nino.

“Sektor pertanian sangat sensitif terhadap perubahan suhu dan curah hujan, terutama pada fase-fase kritis tanaman seperti perkecambahan, pembungaan, dan pengisian biji,” ujarnya.

Dalam kondisi ekstrem, imbuhnya, penurunan produktivitas bahkan bisa mencapai 20 hingga 50 persen, tergantung jenis tanaman dan kondisi lahan.

“Selain itu, stres air juga memperparah serangan hama dan penyakit,” terang Kaprodi Agroteknologi itu.

Intan mengkategorikan jenis tanaman dan dampaknya:

Sangat rentan: padi dan sayuran daun karena membutuhkan air yang banyak, sensitif di fase kritis pertumbuhan, dan kualitas dan rentan menurun.

Cukup rentan: jagung dan kedelai. Jagung cukup rentan saat fase pembungaan dan kedelai bisa terpengaruh kekeringan saat pembentukan polong.

Relatif tahan: singkong, sorgum, dan ubi jalar

“Menurut analisis saya, ke depan komoditas tahan kering seperti sorgum berpotensi menjadi alternatif strategis dalam menghadapi iklim ekstrem,” tuturnya.

Bisa Picu Krisis Pangan Jika Tidak Diantisipasi

Dampak El Nino tidak hanya berhenti di lahan pertanian, tetapi juga berpengaruh pada sistem pangan secara luas.

Intan menjelaskan bahwa kekeringan akan menyebabkan penurunan debit air irigasi dan meningkatkan risiko gagal panen, terutama di lahan tadah hujan.

Akibatnya, produksi menurun dan mendorong kenaikan harga pangan. 

“Jika tidak diantisipasi, kondisi ini bisa melemahkan ketahanan pangan nasional, terutama pada komoditas strategis seperti beras,” tandas Ketua Pusat Studi SDGs Umsida itu.

Syamsudduha juga menambahkan bahwa krisis air menjadi dampak paling cepat yang muncul 

Strategi Hadapi Godzilla El Nino: Petani Harus Adaptif
dampak el nino di sektor pertanian
Ilustrasi: Pexels

Menghadapi potensi dampak tersebut, Intan menekankan pentingnya kesiapan petani sejak dini.

“Petani harus mulai melakukan adaptasi sejak dini, bukan reaktif saat dampak sudah terjadi,” tegasnya.

Beberapa langkah yang perlu dilakukan antara lain:

  • Menyesuaikan kalender tanam
  • Memilih varietas tahan kekeringan
  • Efisiensi penggunaan air
  • Diversifikasi tanaman untuk mengurangi risiko kerugian total
  • Menyimpan cadangan air seperti embung

Selain itu, ada beberapa teknik pertanian yang dinilai efektif untuk menghadapi kondisi kering, seperti:

  • Penggunaan mulsa untuk menjaga kelembaban tanah
  • Irigasi tetes yang lebih hemat air dan tepat sasaran
  • Pemanfaatan biochar untuk meningkatkan kemampuan tanah menyimpan air
  • Sistem tumpangsari untuk mengurangi risiko gagal panen
  • Konservasi tanah dan air seperti guludan, rorak, dan penutup tanah
  • Agroforestri, kombinasi tanaman dengan pohon untuk mengurangi suhu mikro

Lihat juga: Godzilla El Nino 2026, Benarkah Mengancam Indonesia? Ini Penjelasan Pakar Lingkungan Umsida

“Pendekatan terbaik bukan satu teknik tunggal, tetapi kombinasi adaptasi agronomis ditambah manajemen air dan pemilihan varietas,” tutup Intan. (Romadhona)

Sumber: Intan Rohma Nurmalasari SP MP

Berita Terkini

um banjarmasin kunjunfi fkkg umsida (8)
Dari Kurikulum hingga Laboratorium, UM Banjarmasin Pelajari Pengelolaan FK Umsida
November 3, 2026By
umsida di job fair 2026 (2)
Hadir di Job Fair Sidoarjo 2026, Umsida Buka Layanan Kesehatan dan Konseling Gratis
November 3, 2026By
UKM Paduan Suara Umsida (2)
Sambut Kader Baru, UKM Paduan Suara Umsida Ajarkan Dasar-Dasar Musik
November 2, 2026By
kerja sama umsida dan ikapi
Umsida dan IKAPI Jatim Sinergikan Potensi Akademik dan Penerbitan
October 30, 2026By
pkmu 2026
Tak Seseram yang Dibayangkan, Ini Cerita Mahasiswa Umsida Ikuti PKMU
October 30, 2026By
pelantikan bem dan dpm
Umsida Lantik BEM dan DPM 2026-2027, Siap Wujudkan Gerakan Progresif
October 29, 2026By
orang tua wali wisudawan (3)
Cerita Orang Tua di Balik Perjuangan Wisudawan Umsida hingga Lulus
October 27, 2026By
wisudawan berprestasi umsida (2)
Wisudawan Umsida Temukan Jalan Prestasi dari Riset, Kompetisi, dan Keberanian
October 26, 2026By

Riset & Inovasi

inovasi smartsea (4)
Ciptakan Smartsea, Mahasiswa Umsida Bantu Siswa Lancar Membaca
October 23, 2026By
media pembelajarn spin wheel
PLP 2 Umsida Buat Media Pembelajaran Spin Wheel untuk Siswa SD
October 22, 2026By
sosialisasi bullying (3)
Cegah Bullying Sejak Dini, PLP 2 Umsida Gelar Sosialisasi untuk Siswa SD
October 16, 2026By
Media Papan Interaktif Metamorfosis (4)
Buat Media Papan Interaktif Metamorfosis, PLP 2 Umsida Dukung Pembelajaran Siswa
October 15, 2026By
plp ajari matematika
Belajar Matematika dengan Cara Berbeda Bersama PLP 2 Umsida
October 14, 2026By

Prestasi

wisudawan dari keluarga katolik yang taat (2)
Ketika Kakaknya Biarawati, Adiknya Jadi Wisudawan Berprestasi
October 26, 2026By
wisudawan terbaik umsida (5)
Wisudawan Terbaik Umsida Ungkap Kunci Raih IPK Tinggi dan Prestasi
October 25, 2026By
ranking appliededu umsida (3)
Umsida Raih Posisi 37 AppliedEdu Private University Ranking ASEAN 2027
October 21, 2026By
Pojok Statistik Umsida Ranking 1 Nasional (2)
Pojok Statistik Umsida Raih Ranking 1 Nasional Tahun 2026
October 5, 2026By
tim jenggolo ikuti kmhe 2026
Tim Jenggolo Umsida Siap Bawa Arshaka V2 ke KMHE 2026
October 2, 2026By

Opini

mimbar organisasi mahasiswa
Organisasi Mahasiswa Umsida Dapat Apresiasi dan Ruang Aspirasi Terbuka
October 29, 2026By
sistem tidak naik kelas (2)
Pakar Umsida Soal Kebijakan Tidak Naik Kelas: Rawan Putus Sekolah
October 28, 2026By
pendidikan muhammadiyah
Prof Syafiq: Pendidikan di Umsida Terus Bergerak dan Berdampak
October 28, 2026By
4 pilar pendidikan (7)
4 Pilar Pendidikan di Era Generasi Cemas
October 27, 2026By
pengalamana wisudawan Katolik lulus dari Umsida (9)
Dari Flores, Pengalaman Wisudawan Katolik Tuntaskan Kuliah dengan Beasiswa Penuh di Umsida
October 25, 2026By