• Alumni
  • Alumni

Jaga Tempat Ibadah Agar Tetap Bersih, Tim KKN-T Umsida Ciptakan Tempat Sampah Otomatis

Umsida.ac.id- Melalui pengabdian masyarakat, M Idris Andriansyah, mahasiswa KKN-T kelompok 3 Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) ciptakan tempat sampah otomatis untuk Masjid Nurul Huda di Desa Jumputrejo, Sukodono, Sidoarjo, pada Kamis (24/9).

Idris, sapaan akrab mahasiswa Teknik Elektro ini menyebut bahwa tempat sampah otomatis ini diberikan kepada masjid di Desa Jumputrejo agar tempat ibadah itu tetap terjaga lingkungannya. “Karena di masjid pasti terdapat banyak orang, sehingga saya ingin masjid itu bersih dan terjaga lingkungannya, dengan cara memberi tempat sampah otomatis yang dapat memotivasi orang untuk membuang sampah pada tempatnya,” tuturnya.

Idris menjelaskan, tempat sampah ini telah didesain menggunakan mikrokontroler arduino nano sebagai pengendali utama. “Ketika ada objek yang mendekat ke tempat sampah, maka sensor akan mendeteksi objek tersebut, kemudian diproses ke modul mikrokontroler arduino nano, kemudian arduino nano akan memerintahkan motor servo untuk menarik tuas penutup tempat sampah, sehingga tempat sampah akan terbuka.
Kemudian, ketika objek meninggalkan tempat sampah, sensor tidak mendeteksi suatu objek, sehingga mikrokontroler akan memerintahkan motor servo untuk melepaskan tuas penutup tempat sampah,” jelasnya.

Mahasiswa kelahiran 1998 itu menambahkan, tempat sampat ini cocok digunakan pada saat pandemi. “Ketika seseorang berdiri di depan tempat sampah, sensor akan menangkap. Lalu secara otomatis akan membuka tutup sampah. Sehingga cocok digunakan pada masa pandemi covid-19, karena steril tanpa adanya sentuhan saat membuang sampah,” terangnya.

Sementara itu, dari pihak takmir Masjid mengapresiasi penuh atas alat yang telah diciptakan oleh salah satu tim dari mahasiswa KKN-T Umsida. “Terima kasih banyak atas alat yang sudah diberikan untuk Masjid Nurul Huda. Semoga bisa bermanfaat bagi jamaah dan masyarakat luas,” ungkapnya.

Sisi lain, Idris mengaku senang telah mendapatkan respon yang positif dari pihak takmir masjid. “Mendengar hal itu saya sangat senang, karena semua kemampuan yang sudah saya terapkan ke alat ini telah mendapatkan apresiasi yang luar biasa oleh Takmir Masjid Nurul Huda. Saya juga berharap semoga alat yang sudah saya berikan dapat bermanfaat bagi semuanya,” pungkasnya.

ditulis : Iis Wulandari

Edit : Etik Siswatiningrum

Leave a Reply