Umsida.ac.id – Pusat Studi Pangan dan Perikanan Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (PSPP Umsida) melakukan audiensi dengan Dinas Perikanan Kabupaten Sidoarjo.
Pertemuan yang berlangsung di Kantor Dinas Perikanan Sidoarjo tersebut membahas rencana kerja sama strategis dalam pengembangan sektor perikanan dan hasil laut di Kabupaten Sidoarjo.
Lihat juga: Peringati Hari Bumi, PSLSC DRPM Umsida Jajaki Kerja Sama ke PT Tjiwi Kimia
Audiensi pada Selasa, (13/5) itu menjadi langkah awal dalam memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah, khususnya dalam peningkatan kualitas produk, pengolahan hasil laut, maintenance peralatan, hingga pengembangan inovasi berbasis perikanan berkelanjutan.
Tim PSPP Umsida dipimpin langsung oleh Ketua PSPP, Dr Lukman Hudi STP MMT, bersama Prof Dr Ir Andriani Eko Prihatingrum MS, Dr Poppy Diana Sari STP MP, Rahmah Utami Budiandari STP MP, Ir Agus Miftakhurrohmat MP, serta laboran Prodi Teknologi Pangan, Kintan Sari Kinanti STP.
Sementara itu, rombongan disambut oleh Sekretaris Dinas Perikanan Sidoarjo Susi Wulandari SSos, Kepala Sub Bagian Umum dan Kepegawaian Okky Andriani SIP MAP, Era Setyawati SPi dari Bidang Perikanan Tangkap, M Irsyadul Ibad selaku Pengelola Layanan Operasional Dinas Perikanan, serta Willy Dika.
Potensi Budidaya Perikanan Sidoarjo Jadi Bahasan

Dalam audiensi tersebut, Dinas Perikanan memaparkan sejumlah program unggulan yang saat ini sedang berjalan, baik di bidang budidaya maupun perikanan tangkap.
M Irsyadul Ibad menjelaskan bahwa salah satu komoditas unggulan Kabupaten Sidoarjo saat ini adalah rumput laut jenis Gracilaria sp. yang dikembangkan di Desa Jabon sebagai Kampung Rumput Laut.
Selain itu, katanya, budidaya perikanan air payau dan air tawar di Sidoarjo umumnya menerapkan sistem polikultur dengan komoditas seperti ikan nila, ikan bandeng, udang windu, dan udang vaname.
Ia juga menjelaskan bahwa setiap wilayah memiliki komoditas unggulan yang berbeda.
“Daerah Tanggulangin memiliki komoditas ikan nila dan udang vaname, daerah Waru unggul pada udang windu dan udang vaname, sedangkan daerah Sedati memiliki komoditas ikan dan udang,” jelasnya.
Sementara itu, Era Setyawati memaparkan kondisi bidang perikanan tangkap di Sidoarjo yang saat ini memiliki 1.599 nelayan yang tergabung dalam Kelompok Usaha Bersama (KUB).
Beberapa program yang dijalankan di antaranya pelatihan jaring tangkap ramah lingkungan, pelatihan perbaikan mesin kapal, pelapisan perahu, hingga pelatihan keselamatan di laut.
Program jaring tangkap ramah lingkungan tersebut bertujuan agar hasil tangkapan lebih optimal tanpa menangkap ikan berukuran terlalu kecil sehingga ekosistem laut tetap terjaga.
Kembangkan Inovasi Produk Perikanan dan Rumput Laut

Dalam kesempatan itu, Dr Lukman juga menyampaikan berbagai program riset dan pengabdian masyarakat yang telah maupun akan dijalankan.
Salah satu fokus pengembangan PSPP adalah diversifikasi produk berbasis hasil perikanan dan hasil laut yang memiliki nilai tambah ekonomi.
Beberapa inovasi yang dikembangkan meliputi budidaya sistem kolam terpal, pengembangan probiotik akuakultur berbasis jamur Trichoderma, hingga probiotik berbasis rumput laut.
Selain itu, imbuh Dr Lukman, PSPP Umsida juga mengembangkan berbagai produk turunan hasil laut seperti dodol rumput laut, nori Gracilaria sp., crispy rumput laut, hingga tepung rumput laut dengan berbagai treatment pengolahan.
Program-program tersebut diharapkan dapat menjadi solusi pengembangan sektor perikanan berbasis inovasi dan teknologi yang aplikatif di masyarakat.
Umsida dan Dinas Perikanan Perkuat Daya Saing Hasil Laut
Audiensi ini juga membahas berbagai potensi kerja sama konkret antara Umsida dan Dinas Perikanan Sidoarjo.
Kolaborasi tersebut mencakup pengembangan teknologi budidaya perikanan, teknologi pengolahan hasil laut, peningkatan mutu produk, pendampingan maintenance mesin dan peralatan, hingga penguatan inovasi pangan berbasis hasil laut.
Dr Lukman menyampaikan komitmennya untuk terus berkontribusi melalui riset, pengabdian masyarakat, serta pendampingan berbasis akademik yang dapat diterapkan langsung di lapangan.
Sementara itu, Dinas Perikanan Kabupaten Sidoarjo menyambut baik rencana sinergi tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan potensi perikanan daerah.
“Kabupaten Sidoarjo sendiri dikenal sebagai salah satu wilayah dengan potensi perikanan dan hasil laut yang cukup besar di Jawa Timur,” terang dosen Prodi Teknologi Pangan itu.
Lihat juga: Kolaborasi Pusat Studi Umsida dan ‘Aisyiyah Krembung Dorong Kesadaran Kesehatan Warga Desa
Karena itu, kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dinilai penting untuk meningkatkan kualitas produk, memperluas peluang pasar, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat pelaku usaha perikanan.(Poppy, Rahmah)














