kurs dolar terhadap rupiah

Kurs Dolar AS Tembus Rp 17.685, Tanda Terjadinya Krisis? Ini Kata Pakar Umsida

Umsida.ac.id – Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat kembali menjadi perhatian publik hingga pertengahan Mei 2026. 

Kondisi ini memunculkan berbagai pertanyaan di masyarakat, mulai dari penyebab naiknya dolar hingga dampaknya terhadap ekonomi nasional dan kehidupan sehari-hari.

Lihat juga: Film Pesta Babi Dibubarkan di Sejumlah Daerah, Dosen Umsida Soroti Kekuatan Narasi Dokumenter

Mengapa Nilai Tukar Dolar AS Bisa Naik?
kurs dolar terhadap rupiah (Pexels)
Ilustrasi: Pexels

Dosen Akuntansi Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida), Dr Imelda Dian Rahmawati SE MAk Ak, menjelaskan bahwa melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar tidak hanya disebabkan oleh konflik geopolitik global, tetapi juga dipengaruhi kombinasi faktor eksternal dan internal.

“Kurs rupiah ini mencerminkan kekuatan fundamental ekonomi dalam negeri,” terang Dr Imel saat diwawancara Rabu, (20/5).

Ia menjelaskan bahwa dari sisi internal, kondisi ekonomi domestik sangat menentukan stabilitas rupiah. 

  • Faktor Domestik

Faktor seperti defisit impor yang lebih besar dibanding ekspor, utang luar negeri, kepercayaan investor terhadap ekonomi nasional, hingga kecukupan cadangan devisa menjadi penentu utama.

  • Kebijakan Ekonomi AS

Sementara dari sisi eksternal, kebijakan ekonomi Amerika Serikat memiliki pengaruh besar terhadap pergerakan rupiah.

“Misalnya ketika suku bunga Amerika naik, investor global cenderung memindahkan dananya ke aset dolar karena dianggap lebih menguntungkan dan aman,” jelasnya.

  • Konflik geopolitik

Selain itu, konflik geopolitik global Iran – AS, perang, dan ketegangan dagang, dolar dianggap sebagai mata uang yang aman. 

Adanya perlambatan ekonomi dunia, investor cenderung mengurangi investasi di negara berkembang, seperti Indonesia dan Kembali ke asset dolar.

Pelemahan Rupiah Belum Tentu Tanda Krisis Ekonomi

Meski rupiah melemah, Dr Imelda menilai kondisi tersebut tidak otomatis menunjukkan Indonesia sedang mengalami krisis ekonomi.

“Yang menjadi perhatian adalah bagaimana dengan pertumbuhan ekonomi kita, konsumsi dan daya beli masyarakat, ekspor, cadangan devisa negara, dan stabilitas perbankan,” tutur Direktur Direktorat Keuangan Umsida itu.

Jika hal-hal tersebut masih cukup baik, imbuhnya, maka pelemahan rupiah masih dalam batas wajar.

Namun, ia mengingatkan bahwa pelemahan rupiah perlu diwaspadai apabila berlangsung terus-menerus dan disertai inflasi tinggi, penurunan daya beli masyarakat, meningkatnya pemutusan hubungan kerja (PHK), hingga turunnya investasi.

“Kalau itu terjadi bersamaan, maka bisa menjadi sinyal tekanan ekonomi yang serius,” tambahnya.

Tanda Besarnya Kekuatan Amerika
kurs dolar terhadap rupiah (Pexels)
Ilustrasi: Pexels

Dr Imel juga menjelaskan bahwa pengaruh besar kebijakan Amerika terhadap rupiah tidak lepas dari posisi dolar sebagai mata uang internasional utama.

Sebagian besar perdagangan dunia, pembayaran internasional, cadangan devisa, hingga utang luar negeri masih menggunakan dolar AS.

Selain itu, Indonesia masih bergantung pada ekonomi global melalui impor bahan baku, investasi asing, dan utang luar negeri.

“Karena itu perubahan yang terjadi pada ekonomi Amerika memiliki efek domino terhadap rupiah,” ujarnya.

Lihat Juga :  KKNP 53 Umsida Bantu Para Pelaku UMKM Lokal, Dari Varian Hingga Pemasaran Digital
Dampak Pelemahan Rupiah bagi Berbagai Sektor

Dr Imelda menegaskan bahwa kenaikan dolar atau pelemahan rupiah tidak selalu berdampak buruk bagi semua pihak. 

Dampaknya sangat bergantung pada sektor dan posisi pelaku ekonomi.

  • Dampak Positif

Di sisi positif, pelemahan rupiah membuat produk ekspor Indonesia menjadi lebih murah dan kompetitif di pasar internasional. 

Kondisi ini juga dapat meningkatkan sektor pariwisata karena Indonesia menjadi lebih murah bagi wisatawan asing.

“UMKM berbasis ekspor juga bisa memperoleh keuntungan lebih besar,” jelas Wakil Ketua LPPK PDM Sidoarjo itu.

  • Dampak Negatif

Di sisi lain, pelemahan rupiah juga membawa sejumlah dampak negatif. 

Harga barang impor menjadi lebih mahal sehingga biaya produksi meningkat dan memicu inflasi.

Selain itu, utang luar negeri menjadi lebih besar dan harga energi maupun BBM juga dapat terdampak.

Sektor yang Paling Terdampak

Menurutnya, beberapa sektor yang paling sensitif terhadap pelemahan rupiah adalah sektor impor dan manufaktur.

Terlebih perusahaan yang masih bergantung pada bahan baku impor akan mengalami kenaikan biaya produksi, misalnya elektronik, farmasi, otomotif, dan industri mesin termasuk yang paling terdampak.

Sektor energi juga ikut merasakan dampak karena transaksi minyak dunia menggunakan dolar AS.

Tidak hanya itu, dunia pendidikan dan kesehatan juga mengalami tekanan akibat pelemahan rupiah.

“Biaya studi luar negeri, publikasi jurnal internasional, alat kesehatan, dan obat-obatan impor menjadi lebih mahal,” ungkapnya.

UMKM yang menggunakan bahan baku impor juga terdampak karena biaya operasional meningkat. 

Sementara bagi masyarakat umum, dampak paling terasa biasanya berupa kenaikan harga barang dan meningkatnya biaya hidup.

Cara Masyarakat Menghadapi Pelemahan Rupiah

Dalam menghadapi tekanan ekonomi akibat pelemahan rupiah, Dr Imelda menilai masyarakat perlu meningkatkan ketahanan finansial dan produktivitas ekonomi.

Ia menyarankan masyarakat mulai mengurangi konsumsi yang tidak produktif, terutama barang impor yang tidak terlalu dibutuhkan.

Selain itu, literasi keuangan juga perlu diperkuat agar masyarakat lebih memahami pengelolaan utang, investasi, dana darurat, dan manajemen risiko.

“Masyarakat juga perlu meningkatkan keterampilan karena sumber daya manusia menjadi faktor utama untuk bertahan di tengah tekanan ekonomi,” katanya.

Menurutnya, keterampilan digital, kewirausahaan, dan kemampuan adaptif menjadi hal penting di tengah perubahan ekonomi global saat ini.

Dosen lulusan S3 ilmu akuntansi Unair itu juga mengajak masyarakat untuk mendukung produk lokal agar ketergantungan terhadap impor dapat dikurangi.

Lihat juga: Dekan FPIP Umsida SOroti Nasib Guru Honorer dan Regulasi Pendidikan Nasional

Selain itu, masyarakat disarankan mulai melakukan diversifikasi sumber pendapatan melalui usaha sampingan, investasi produktif, maupun ekonomi digital.

“Jadi tidak hanya mengandalkan satu pekerjaan saja,” pungkasnya.(Romadhona)

Sumber: Dr Imelda Dian Rahmawati SE MAk Ak

Berita Terkini

hari kesehatan mental 1
Hari Kesehatan Mental, Satgas PPKPT dan Psikologi Umsida Buka Ruang Aman
October 12, 2026By
bramasgana terjun ke gempa ntt
Laporan Terkini Bramasgana Umsida dari Lokasi Gempa NTT
October 12, 2026By
pkmu 2026
PKMU 2026-2027 Dimulai, Usung Konsep Baru
October 11, 2026By
Haflu Takharruj Ma’had Umar bin Al-Khattab
Pesan Rektor untuk 38 Lulusan Ma’had Umar bin Al-Khattab Umsida
October 8, 2026By
Haflu Takharruj Ma’had Umar bin Al-Khattab (5)
Haflu Takharruj ke-38, Ma’had Umar bin Al-Khattab Umsida Luluskan 38 Mahasiswa
October 8, 2026By
Persiapan PKMU 2026
Persiapan PKMU 2026, Bagaimana dengan Mahasiswa Non Muslim?
October 7, 2026By
panen budidaya melon
Panen Hasil Budidaya Melon Perdana, Umsida Kembangkan Ilmu Pertanian
October 7, 2026By
Bramasgana umsida bantu NTT (2)
Bramasgana Umsida Berangkat ke NTT, Fokus Pulihkan 2 Hal
September 30, 2026By

Riset & Inovasi

PLP 2 kenalkan lingkungan 1
PLP 2 Umsida Tumbuhkan Sikap Peduli Lingkungan pada Siswa Lewat Green School
October 13, 2026By
market day plp 2 (3)
Market Day SD Khazanah Ilmu, PLP 2 Umsida Dukung Semangat Kewirausahaan Siswa
October 13, 2026By
PPG Umsida ajari anak cinta alam
Cara Seru PPG Umsida Kenalkan Rasa Cinta Alam pada Anak
October 9, 2026By
plp umsida dampingi mabit (2)
Dampingi Mabit, PLP 2 Umsida Belajar Dampingi Pembelajaran Luar Kelas
October 9, 2026By
media pembelajaran digital (2)
Mengabdi di SDN Kepulungan, Ini Deretan Media Pembelajaran Digital PLP II Umsida
October 6, 2026By

Prestasi

Pojok Statistik Umsida Ranking 1 Nasional (2)
Pojok Statistik Umsida Raih Ranking 1 Nasional Tahun 2026
October 5, 2026By
tim jenggolo ikuti kmhe 2026
Tim Jenggolo Umsida Siap Bawa Arshaka V2 ke KMHE 2026
October 2, 2026By
world university rankings (2)
Masuk THE World University Rankings 2027, Umsida Perkuat Rekognisi Internasional
October 1, 2026By
penghargaan Pojok Statistik Umsida
Pojok Statistik Umsida Kembali Jadi Terbaik 1 Nasional BPS RI
September 30, 2026By
beras analog rumput laut 2
DIARICE, Inovasi Rumput Laut Jadi Beras Analog Karya Umsida Lolos KMI Expo 2026
September 10, 2026By

Opini

bijak menggunakan teknologi AI (Pexels)
Teknologi Tak Bisa Dibendung, Ini Cara Bijak Penggunaan AI
October 2, 2026By
kebutuhan air data center AI (Pexels)
Benarkah AI Menguras Jatah Air Bersih? Ini Kata Pakar Umsida
October 1, 2026By
karhutla (Dok Antara Foto)
Mengapa Karhutla Terus Berulang? Bagaimana Mencegahnya?
September 23, 2026By
politik uang dalam Muhammadiyah 5
Politik Uang dalam Muhammadiyah
September 22, 2026By
satanic dan seni
Gunakan Simbol Satanic Saat Perayaan Seni, Ini Tanggapan Pakar Umsida
September 15, 2026By