Umsida.ac.id – Sembilan mahasiswa Program Studi S2 Manajemen Pendidikan Islam Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (MPI FAI Umsida) mengikuti Malaysia Collaborative Guest Lecture di Sekolah Menengah Sains Seri Puteri (SESERI) Malaysia.
Kegiatan yang berlangsung pada Senin, (18/5) itu menjadi ruang pembelajaran internasional bagi mahasiswa untuk melihat secara praktik manajemen pendidikan, budaya sekolah, pembinaan karakter, serta sistem akademik.
Lihat juga: Pentingnya Pendidikan Karakter Islami Bagi Mahasiswa
Pertemuan antara mahasiswa Umsida dan pihak SESERI berlangsung hangat.
Pihak sekolah menyambut rombongan dengan terbuka dan memberikan ruang diskusi mengenai budaya belajar, sistem pendidikan, serta tantangan pendidikan di kedua negara.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa didampingi oleh Dr Budi Haryanto MPd. selaku dosen pendamping.
Rombongan diterima oleh pihak SESERI Malaysia, di antaranya Norzila Binti Ali Musa selaku kepala sekolah dan Nurul Diyana Binti Muhammad Noor selaku guru.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh wawasan melalui forum kuliah tamu, tetapi juga mendapatkan pengalaman langsung mengenai tata kelola pendidikan di lingkungan sekolah.
Pengalaman ini juga bisa memperluas perspektif akademik mahasiswa pascasarjana, khususnya dalam bidang Manajemen Pendidikan Islam.
Kaprodi S2 MPI FAI Umsida, Dr Eni Fariyatul Fahyuni SPsi MPdI menyampaikan bahwa kegiatan internasional ini menjadi langkah strategis untuk memperkaya wawasan mahasiswa dalam memahami praktik manajemen pendidikan di tingkat global.
“Kami berharap mahasiswa tidak hanya memahami manajemen pendidikan dari ruang kelas dan teori, tetapi juga mampu melihat langsung bagaimana sistem pendidikan dikelola di negara lain,” pesannya.
Pengalaman ini, imbuh Dr Eni, menjadi bekal penting untuk memperkuat cara berpikir akademik, kemampuan riset, dan jejaring internasional mahasiswa.
Mengamati Manajemen Pendidikan di Malaysia

Salah satu mahasiswa, Laili Mufidah SSos, menyampaikan bahwa pengalaman paling berkesan selama mengikuti kegiatan tersebut adalah ketika melihat secara langsung budaya disiplin yang diterapkan di SESERI.
“Suasana sekolah sangat tertib, mulai dari ketepatan waktu, kebersihan lingkungan, hingga cara guru dan pelajar berinteraksi dengan penuh hormat,” ungkap Laili yang juga mengajar di Lembaga Go English Course Sidoarjo itu.
Menurutnya, budaya akademik di SESERI telah terbentuk dengan kuat karena didukung oleh fasilitas, sistem pembinaan, dan manajemen sekolah yang teratur.
Hal itu menjadi pengalaman penting bagi mahasiswa karena mereka tidak hanya memahami teori manajemen pendidikan melalui perkuliahan, tetapi juga menyaksikan langsung penerapannya di lapangan.
Pengalaman ini relevan bagi mahasiswa S2 MPI karena manajemen pendidikan tidak cukup dipahami sebagai konsep administratif.
Pembinaan Karakter Jadi Pembelajaran Penting
Salah satu materi yang paling diingat mahasiswa adalah pengelolaan budaya sekolah dan pembinaan pelajar secara berkelanjutan.
Hal tersebut disampaikan oleh mahasiswa Umsida lainnya yakni Efi Rofiqoh SPd AUD.
Di SESERI, katanya, pendidikan tidak hanya diarahkan pada capaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter, kepemimpinan, kedisiplinan, dan tanggung jawab pelajar.
“Kami melihat bagaimana sekolah mampu membangun lingkungan belajar yang kompetitif, tetapi tetap religius dan kondusif. Hal ini sangat relevan dengan kajian Manajemen Pendidikan Islam yang sedang kami pelajari,” jelas Efi.
Menurutnya, salah satu perbedaan menarik antara pendidikan di Malaysia dan Indonesia terlihat pada konsistensi penerapan sistem sekolah.
Di sini, aktivitas sekolah tampak lebih terstruktur dan disiplin waktu sangat dijaga.
Sementara pendidikan di Indonesia dinilai memiliki karakter yang lebih fleksibel karena dipengaruhi oleh keberagaman budaya daerah.
Meski demikian, mahasiswa juga melihat keunggulan pendidikan Indonesia, terutama pada kuatnya nilai religiusitas dan hubungan emosional antara guru dan peserta didik.
Efi menyampaikan bahwa pengalaman ini membuka peluang untuk memperkaya perspektif penelitian, terutama dalam kajian komparatif antara pendidikan Indonesia dan Malaysia.
Lihat juga: Cerita 4 Mahasiswa Umsida yang Mengikuti KKN Internasional di Malaysia
“Kami sebelumnya lebih banyak mempelajari teori melalui jurnal dan perkuliahan. Melalui kegiatan ini, kami memahami bagaimana teori tersebut diterapkan dalam sistem pendidikan nyata,” terangnya.
Ia berharap kerja sama antara Umsida dan SESERI Malaysia dapat terus berlanjut dalam bentuk penelitian bersama, pertukaran akademik, kuliah tamu lanjutan, maupun program pendidikan lainnya.(Akhmad Hasbul Wafi)














