wisudawan umsida 1

Umsida Beri Penghargaan Para Wisudawan dan Salurkan Beasiswa Sang Surya di Wisuda ke-47

Umsida.ac.id – Wisuda ke-47 Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) tahun akademik 2025/2026 tidak hanya menjadi momen pengukuhan 1.116 lulusan, tetapi juga ajang apresiasi bagi mahasiswa berprestasi dan mereka yang berhasil menyelesaikan studi dengan capaian terbaik. 

Umsida juga turut menyerahkan Beasiswa Sang Surya secara simbolis kepada mahasiswa sebagai bentuk komitmen kampus dalam memperluas akses pendidikan.

Lihat juga: Jadi Kebanggaan Sidoarjo, Sekda Sanjung Implementasi ‘Kampus Berdampak’ Umsida

Selain penghargaan kepada wisudawan terbaik dari setiap fakultas, beberapa mahasiswa berprestasi juga menerima apresiasi berupa dana pengembangan karier dari mitra perbankan Umsida, yakni Bank Muamalat, Bank Syariah Indonesia (BSI), dan Bank BNI. 

Konsistensi Jadi Kunci

wisudawan umsida 1

Salah satu wisudawan terbaik berasal dari Program Studi Perbankan Syariah, Rachima Annisa Bulan, yang lulus dalam waktu 3,5 tahun dengan IPK 3,94.

Chima mengatakan bahwa sejak awal tidak pernah memasang target menjadi wisudawan terbaik. 

Baginya, yang terpenting adalah memberikan hasil terbaik melalui proses belajar yang konsisten.

“Motivasi terbesar saya tentu orang tua, ditambah rajin komunikasi dengan dosen dan sering mencari hal-hal baru untuk dipelajari,” ujarnya.

Selama kuliah, ia juga aktif mengikuti Unit Kegiatan Mahasiswa Paduan Suara. 

Bersama timnya, ia berhasil meraih Silver Medal pada kompetisi paduan suara di Universitas Kristen Petra dan Universitas Surabaya pada 2024 dan 2025.

Ia membagi waktu dengan cara berkuliah pada pagi hari dan latihan paduan suara pada sore atau malam hari.

“Intinya jangan menunda saja. Kalau rajin, manut sama dosen, dan mengerjakan tepat waktu, Insyaallah bisa selesai walaupun jadwalnya padat,” tuturnya.

Prestasi serupa juga diraih Puspita Della Aini dari Program Studi Teknologi Pangan yang lulus dengan IPK sempurna 4,00.

Ia menuturkan bahwa sejak awal kuliah dirinya berkomitmen memberikan hasil terbaik tanpa terpaku pada angka IPK.

Selama kuliah, Puspita aktif di Himpunan Mahasiswa Teknologi Pangan dan Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas. 

“Kalau capek, istirahat dulu, tetapi setelah itu lanjut lagi. Jangan menyerah karena hasil yang baik datang dari usaha yang konsisten,” pesannya.

Lihat Juga :  Yudisium 2026, FST Umsida Luluskan 250 Calon Sarjana Tepat Waktu
Kembangkan Potensi Lewat Organisasi

Selain wisudawan terbaik, Umsida juga memberikan penghargaan kepada mahasiswa berprestasi, salah satunya Aliffia Puspita Sari dari Program Studi Ilmu Komunikasi yang meraih Juara 1 Kompetisi Mahasiswa Youth Marketing in New Media Era kategori Digital Jurnalistik.

Perjalanan prestasinya dimulai dari ketertarikannya pada dunia penyiaran melalui komunitas radio. 

Dari sana, ia semakin mendalami jurnalistik dengan bimbingan dosen dan asisten laboratorium.

Aliffia juga menyampaikan bahwa dukungan dosen menjadi salah satu faktor penting yang mendorongnya terus berkembang, termasuk dalam publikasi karya ilmiah.

Masa kuliahnya juga  ia manfaatkan untuk bergabung ke berbagai komunitas dan organisasi.

Skala prioritas menjadi kunci keseimbangan kesibukannya.

“Waktu itu paling penting. Ketahui mana yang harus didahulukan. Organisasi tetap penting, tetapi kuliah jangan sampai ditinggalkan,” ujarnya.

Beasiswa Sang Surya Umsida Tak Sekadar Bantuan

wisudawan umsida 1

Pada rangkaian wisuda tersebut, Umsida juga menyerahkan Beasiswa Sang Surya secara simbolis kepada mahasiswa penerima.

Manajer Kantor Layanan Lazismu (KLL) Umsida, Dr Kumara Adji SFilI CIFP, menjelaskan bahwa program tersebut menjadi salah satu ciri khas Umsida yang telah dikelola secara serius melalui kebijakan institusi.

Ia menegaskan bahwa Beasiswa Sang Surya tidak berhenti pada pemberian bantuan biaya pendidikan. 

Para penerima juga mendapatkan pembinaan melalui komunitas Gerakan Inisiatif Zakat Mahasiswa (GIZMA).

Di program ini mahasiswa dibekali pendidikan sociopreneurship, pelatihan menjadi amil, hingga pengalaman menjalankan kegiatan sosial.

Penerima beasiswa dipilih melalui proses seleksi berdasarkan kondisi ekonomi dan prestasi akademik. 

Evaluasi juga dilakukan secara berkala agar bantuan benar-benar diterima mahasiswa yang layak sekaligus memotivasi mereka mempertahankan prestasi.

Lihat juga: Bahas Kepemimpinan Transformatif, Anies Baswedan: Pemimpin Berbeda dengan Pejabat

“Kalau prestasinya menurun, beasiswanya bisa dialihkan kepada mahasiswa lain. Tujuannya bukan menghukum, tetapi memotivasi agar mereka terus belajar dengan sungguh-sungguh,” tutupnya.(Romadhona)