pelatihan pelayanan prima frontliner bank syariah

Abdimas Umsida Bekali Siswa dengan Skill Frontliner Bank Syariah Melalui Role Play Interaktif

Umsida.ac.id – Tim pengabdian kepada masyarakat Perbankan Syariah Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) memberikan pelatihan pelayanan prima frontliner bank syariah kepada siswa dan pengajar SMK 10 Nopember Sidoarjo pada Selasa, (28/04/2026).

Kegiatan yang mengusung tema Pemanfaatan Video Pembelajaran Role Play Pelayanan Prima Frontliner (Customer Service,Teller dan Security) Bank Syariah ini dipimpin oleh Diah Krisnaningsih SE MSEI sebagai ketua tim, dan beranggotakan Ninda Ardiani SEI MSEI dan Ruli Astuti SS MPdI.

Lihat juga: FAI Umsida Gandeng Industri Bank Syariah untuk Perkuat Link and Match Pendidikan

Pelatihan ini diikuti oleh 45 siswa kelas XII Jurusan Perbankan Syariah serta tiga orang pengajar. 

“Abdimas ini bertujuan untuk meningkatkan skill dan knowledge pengajar dan siswa jurusan perbankan syariah tentang basic skill pelayanan nasabah dengan layanan prima utamanya bagian frontliner,” terang Krisna.

Pelatihan Pelayanan Prima Frontliner Bank Syariah

Kegiatan diawali dengan sesi pengenalan antara peserta dan tim abdimas sebelum dilanjutkan dengan penyampaian materi.

Materi yang diberikan meliputi definisi layanan dan layanan prima, tujuan pelayanan, standar pelayanan, prosedur operasional (SOP), hingga tata cara petugas frontliner bank syariah dalam memberikan layanan kepada nasabah.

“Kami memberi literasi tentang pelayanan prima bisnis jasa seperti bank syariah dan juga in class training berupa pemutaran video roleplay pelayanan frontliner bank syariah,” tuturnya.

Beberapa role play tersebut di antaranya:

  • Role play security dalam menyambut nasabah yang 
  • Role play CS pembukaan rekening dan melayani komplain nasabah
  • Role play teller dalam melayani setoran tunai dan transfer

Video tersebut menggambarkan berbagai situasi pelayanan yang biasa dihadapi petugas Customer Service, Teller, maupun Security dalam aktivitas perbankan syariah.

Lihat Juga :  Pelajar Muhammadiyah Jadi Kader Peningkatan Kemandirian Lingkungan dan Ekonomi Abdimas Umsida

Pada sesi ini, peserta juga diperkenalkan dengan standar penampilan, sikap, serta bahasa tubuh yang harus dimiliki oleh petugas bank syariah dalam melayani nasabah secara profesional.

Pengalaman Siswa menjadi Frontliner

Usai menyaksikan video, laanjut Krisna, peserta langsung melakukan praktik role play untuk memperkuat pemahaman terhadap materi yang telah dipelajari.

Praktik dilakukan dalam beberapa skenario pelayanan, mulai dari standar penampilan dan sikap banker syariah, pelayanan pembukaan rekening, penanganan keluhan nasabah, pelayanan setoran tunai, transfer antarbank, hingga prosedur penyambutan nasabah oleh petugas keamanan.

“Untuk praktik menjadi teller, para siswa kami memperoleh media latihan berupa 50 lembar uang tiruan dan satu spons hitung untuk mempraktikkan teknik menghitung uang cepat menggunakan tiga hingga lima jari,” ujarnya.

Melalui simulasi tersebut, peserta tidak hanya memahami konsep pelayanan prima, tetapi juga memperoleh pengalaman praktik yang mendekati kondisi kerja di perbankan syariah.

Tindak Lanjut Abdimas

pelatihan pelayanan prima frontliner bank syariah 1

Untuk mengukur pemahaman peserta, tim abdimas mengadakan kuis interaktif setelah seluruh materi dan praktik selesai dilaksanakan.

Pertanyaan yang diberikan berkaitan dengan definisi layanan prima, tujuan pelayanan, standar operasional pelayanan jasa, serta tugas dan fungsi petugas frontliner bank syariah.

Krisna mengatakan bahwa tim abdimasnya tidak berhenti pada pelaksanaan pelatihan saja. 

Monitoring setelah training selesai dilakukan tetap dilakukan untuk memastikan materi diberikan pada siswa sesuai kurikulum pembelajaran untuk meningkatkan skill dan knowledge pelayanan prima.

Lihat juga: Bahas Masa Depan Perbankan Syariah di Era Digital, Umsida Hadirkan Maybank Syariah

“Pendampingan tersebut akan kami laksanakan dalam beberapa pertemuan lanjutan bersama guru kelas agar siswa memperoleh penguatan kompetensi secara berkelanjutan,” kata Krisna.(Romadhona)