amanah baru Umsida 1

Amanah Jadi Kunci Kemajuan Umsida, Ini Pesan Ketua BPH

Umsida.ac.id – Ketua Badan Pembina Harian (BPH) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida), Prof Syafiq A Mughni PhD, memberikan penguatan pada kegiatan Rapat Konsolidasi Pimpinan sekaligus Penyerahan SK Jabatan Struktural Umsida yang berlangsung di Aula Mas Mansyur Umsida, Selasa (02/06/2026).

Dalam paparannya, Prof Syafiq mengajak seluruh pimpinan yang menerima amanah baru untuk memandang pergantian maupun penunjukan jabatan sebagai momentum kemajuan organisasi.

Lihat juga: Prof Syafiq Ajak Bangun Kemandirian Universitas dengan Endowment Fund

“Kita berada pada satu tahap untuk melangkah lebih jauh. Tidak ada istilah surut ke belakang, harus terus maju dan maju,” tegasnya.

Menurutnya, setiap amanah yang diberikan harus dimaknai sebagai tanggung jawab bersama untuk membawa Umsida berkembang lebih baik di masa mendatang.

Keikhlasan Jadi Landasan Mengemban Amanah

Rektor pertama Umsida itu menjelaskan bahwa keikhlasan merupakan kunci yang harus dimiliki setiap pimpinan dalam menjalankan tugas.

Ia menyampaikan bahwa jabatan bukan sekadar tanggung jawab administratif, melainkan bagian dari ibadah kepada Allah SWT yang memiliki dimensi duniawi dan ukhrawi sekaligus.

“Tujuan akhirnya adalah mendapatkan ridho Allah. Ini keikhlasan yang harus kita pahami,” ujarnya.

Menurutnya, keikhlasan tidak berarti bekerja seadanya. 

Sebaliknya, seluruh aktivitas yang dilakukan tetap harus diarahkan untuk menghasilkan kinerja terbaik dengan menjadikan ridha Allah sebagai tujuan utama.

Ia mengingatkan bahwa seseorang boleh memiliki tujuan untuk meningkatkan kualitas hidup maupun kesejahteraan keluarga, namun orientasi tertinggi dari setiap pengabdian tetaplah penghambaan kepada Allah SWT.

Profesionalisme dalam Budaya Organisasi Muhammadiyah

Selain keikhlasan, Prof Syafiq menekankan pentingnya profesionalisme sebagai fondasi kedua dalam menjalankan amanah jabatan.

Ia menjelaskan bahwa profesionalisme diwujudkan melalui kepatuhan terhadap aturan organisasi, mulai dari anggaran dasar, pedoman persyarikatan, hingga berbagai regulasi yang berlaku di lingkungan Muhammadiyah dan amal usahanya.

Profesionalisme, menurut Prof Syafiq,  tidak cukup hanya berlandaskan pada aturan tertulis.

“Harus ada moral, ada akhlak, ada etik yang menjadi latar belakang dari lahirnya sebuah peraturan,” jelasnya.

Ia mengingatkan agar seluruh pimpinan tidak terjebak pada praktik yang secara hukum terlihat benar tetapi bertentangan dengan etika organisasi.

Mantan Wakil Ketua Dewan Pertimbangan MUI itu menegaskan bahwa menjadi profesional berarti melaksanakan tugas dengan cara yang paling efektif, efisien, dan produktif demi kemajuan institusi.

Lihat Juga :  Umsida Raih Penghargaan dari PWMU.CO, Jadi Energi Positif untuk Terus Berkembang
Manajemen Risiko untuk Menjaga Kemajuan Umsida

Dalam kesempatan tersebut, Prof Syafiq juga mengajak seluruh pimpinan untuk memiliki kesadaran terhadap manajemen risiko.

Menurutnya, berbagai risiko dapat muncul baik dari faktor internal maupun eksternal yang berpotensi mempengaruhi keberlangsungan dan reputasi perguruan tinggi.

Salah satu risiko yang perlu diantisipasi adalah penurunan jumlah mahasiswa baru. 

Karena itu, setiap unit diharapkan memiliki strategi untuk menjaga bahkan meningkatkan minat masyarakat terhadap Umsida.

Reputasi kampus juga menjadi aspek yang harus dijaga bersama melalui pelayanan yang baik dan profesional.

“Pelayanan yang baik itu akan memperkecil risiko reputasi yang kemungkinan akan didapat,” ungkapnya.

Pada aspek keuangan, Prof Syafiq menekankan pentingnya pengelolaan yang sehat dengan menjaga keseimbangan antara pemasukan dan pengeluaran.

Ia mencontohkan berbagai upaya efisiensi yang dapat dilakukan, seperti penghematan energi, pemanfaatan teknologi ramah lingkungan, penggunaan air secara lebih bijak, hingga pengendalian berbagai pengeluaran yang tidak diperlukan.

Amanah Jabatan sebagai Tanggung Jawab Spiritual

amanah baru Umsida 1

Menutup penguatannya, Prof Syafiq mengingatkan bahwa jabatan merupakan amanah yang harus dipertanggungjawabkan, baik kepada organisasi maupun kepada Allah SWT.

Ia mengutip pesan Rasulullah SAW tentang pentingnya menjaga amanah dan menghindari segala bentuk penyalahgunaan kewenangan yang dapat membawa kerusakan bagi organisasi.

Menurutnya, kesadaran spiritual perlu terus diperkuat karena iman manusia bersifat dinamis dan dapat mengalami naik turun.

Oleh karena itu, budaya saling mengingatkan menjadi hal penting agar seluruh pimpinan tetap berada pada jalur yang benar dalam menjalankan tugasnya.

“Maka berilah peringatan, sesungguhnya peringatan itu akan bermanfaat bagi orang-orang mukmin,” ujarnya mengutip Surah Adz-Dzariyat ayat 55.

Di akhir sambutannya, Prof Syafiq menyampaikan ucapan selamat kepada para pimpinan yang menerima amanah baru.

Lihat juga: Kepala Sekolah Harus Jadi Penggerak, Rektor Umsida Tekankan Pentingnya Leadership

Ia menegaskan bahwa ucapan selamat bukan sekadar bentuk penghargaan, melainkan doa agar seluruh penerima amanah mampu menjalankan tugas dengan baik dan membawa kemajuan bagi Umsida.(Romadhona)