organisasi otonom umsida

Aktif Berorganisasi, Mahasiswa Ortom Umsida Diminta Lebih Peka dengan Isu Bangsa

Umsida.ac.id – Mahasiswa yang tergabung di Organisasi Otonom (Ortom) Muhammadiyah tidak hanya dipersiapkan menjadi lulusan yang unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kemampuan membangun jejaring, bernegosiasi, serta peka terhadap berbagai persoalan di masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan Ketua PCM Tulangan, Abdillah Adhie SE, saat memberikan materi Pengembangan Jaringan dan Negosiasi dalam rangkaian Baitul Arqam Ortom Umsida.

Lihat juga: Resapi Gerakan Ilmu Amaliyah dan Amal Ilmiah, Ini Bekal untuk Ortom Umsida

Materi tersebut menekankan pentingnya membangun relasi sebagai bekal kepemimpinan sekaligus memperkuat peran mahasiswa di tengah masyarakat.

Kader Organisasi Dipersiapkan Jadi Pemimpin

organisasi otonom umsida

Di hadapan peserta, Adhie mengatakan bahwa mahasiswa yang memilih aktif di organisasi telah memasuki proses pembelajaran yang berbeda dibanding mahasiswa pada umumnya.

Menurutnya, pengalaman berorganisasi akan membentuk karakter kepemimpinan sekaligus membuka jalan pengabdian di berbagai bidang.

“Sekali kalian masuk di circle aktivis, jalan kalian sudah berbeda. Insyaallah nanti bisa berada di berbagai bidang kehidupan,” ujarnya.

Faktanya, imbuh Adhie, banyak yang hari ini mengisi ruang-ruang sosial, politik, maupun kemasyarakatan berawal dari perjalanan sebagai aktivis mahasiswa.

Ia menilai bahwa pengalaman organisasi menjadi tempat terbaik untuk melatih kepemimpinan sejak dini. 

“Karena itu, kalian sebagai mahasiswa harus pandai memanfaatkan setiap kesempatan untuk belajar, berdiskusi, dan mengambil peran,” tutur Adhie.

Pengembangan Jaringan Jadi Bekal Mahasiswa

Selain kepemimpinan, Adhie menekankan pentingnya membangun jaringan yang luas selama menjadi mahasiswa. 

Menurutnya, jejaring tidak hanya dibangun melalui kegiatan formal, tetapi juga dari komunikasi sehari-hari dan hubungan baik dengan berbagai kalangan.

Lihat Juga :  Hizbul Wathan Umsida Tanamkan Semangat Kepemimpinan Gen Z Melalui Seminar Inspiratif

“Sadarilah, komunikasi jangan sampai tertutup. Jaringan itu nanti akan tumbuh tanpa kita sadari, tetapi semuanya berawal dari kemauan untuk membuka diri dan terus berkomunikasi,” katanya.

Ia juga menjelaskan bahwa kemampuan membangun jaringan merupakan salah satu modal penting untuk memperoleh peluang, baik di dunia profesional maupun dalam kehidupan bermasyarakat. 

Materi yang disampaikan turut membahas pentingnya akses informasi, kolaborasi, kemampuan bernegosiasi, hingga membangun hubungan yang berlandaskan kepercayaan.

Mahasiswa Harus Peka terhadap Isu Bangsa

organisasi otonom umsida

Dalam kesempatan tersebut, Adhie mengingatkan bahwa mahasiswa memiliki peran sebagai agent of change yang tidak boleh hanya fokus pada urusan internal organisasi maupun kampus.

Ia mencontohkan berbagai dinamika ekonomi nasional dan global sebagai isu yang perlu dipahami mahasiswa agar memiliki kepekaan dalam melihat persoalan masyarakat.

“Mahasiswa adalah agen perubahan. Karena itu, kalian harus mengetahui apa yang sedang terjadi di sekitar, memahami persoalan bangsa, lalu menjalankan fungsi sebagai penyambung aspirasi masyarakat,” tegasnya.

Menurutnya, situasi ekonomi, perubahan sosial, hingga dinamika global akan terus berkembang. 

Oleh sebab itu, lanjutnya, mahasiswa dituntut untuk memiliki wawasan yang luas, berpikir kritis, serta mampu menyampaikan gagasan secara bijak melalui komunikasi yang baik.

Lihat juga: Ajak Diskui Kasus, Baitul Arqam Ortom Umsida Perkuat Pemahaman Tauhid Kader

Ia berharap pengalaman selama mengikuti organisasi kemahasiswaan menjadi bekal bagi peserta untuk terus belajar, memperluas jejaring, dan mempersiapkan diri menjadi pemimpin yang mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.(Romadhona)