digitalisasi klepon Bulang

Masih Konvensional, UMKM Klepon Bulang Go Digital Bersama KKN T 14 Umsida

Umsida.ac.idKelompok 14 Kuliah Kerja Nyata Terpadu Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (KKN T Umsida) menggelar penyuluhan pemasaran digital bagi pelaku UMKM klepon di RW 02 Desa Bulang pada Sabtu, (11/7/2026). 

UMKM Klepon, Ciri Khas yang Hampir Tertinggal

RW 02 Desa Bulang dikenal warga sekitar sebagai “kampung klepon”, karena hampir separuh rumah tangga di wilayah ini memproduksi jajanan tradisional tersebut sebagai mata pencaharian sehari-hari. 

Lihat juga: KKN T 21 Buat Inovasi Lilin Aromaterapi dari Bunga Kenanga, Tingkatkan Kreatifitas PKK

Namun jangkauan pemasarannya masih terbatas di sekitar desa, kondisi yang mendorong Kelompok 14 merancang program penyuluhan ini.

Kegiatan ini berlangsung di kediaman Sayuti, salah satu pelaku UMKM yang digagas setelah survei tim bersama Kepala Dusun (Kasun) Desa Bulang, Suyet.

Mereka menemukan bahwa mayoritas pelaku usaha klepon di desa tersebut masih mengandalkan penjualan langsung dan promosi dari mulut ke mulut.

“Banyak pelaku UMKM belum menyadari bahwa modal utama promosi sudah ada di tangan mereka, yakni smartphone,” ujar Eka Duwi Fransisko, Ketua KKN.

Seperti yang dilakukan Jainuri, salah satu pelaku usaha yang selama ini berjualan keliling dan membuka toko kecil di depan rumah.

“Penyuluhan bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pelaku UMKM dalam memanfaatkan media digital karena kami lihat potensi ini belum diimbangi strategi pemasaran memadai,” terang Frans.

Dengan begitu, imbuhnya, jangkauan pasar dapat diperluas dan daya saing usaha meningkat.

Dari Foto Produk hingga Live TikTok

digitalisasi klepon Bulang 3

Penyuluhan disampaikan oleh dua anggota KKN T 14, yaitu Dewi Wulandari dan Augustian Mahda. 

“Kami memberikan pemahaman tentang strategi promosi melalui WhatsApp dan TikTok,” terang Dewi.

Mereka juga mengajari teknik pengambilan foto dan video produk, cara mengedit video menggunakan CapCut, praktik siaran langsung (live) TikTok.

Lihat Juga :  Gelar Pelatihan Koding dan Kecerdasan Artifisial, FPIP dan FST Umsida Latih 144 Sekolah

Misalnya saja tentang teknik merekam momen gula merah “muncrat” saat klepon digigit agar terlihat menggugah selera, teknik pencahayaan yang tepat agar warna klepon terlihat menarik, hingga trik menjaga kestabilan tangan saat merekam agar video tidak goyang. 

Para pelaku UMKM juga diberikan arahan untuk membuat caption media sosial yang menarik minat pembeli.

“Terakhir kami menggagas ide untuk kemasan agar produk lebih menarik dan tahan lama,” tuturnya.

Dewi berharap pelaku UMKM dapat memperluas cara promosi mereka, tidak hanya mengandalkan promosi dari mulut ke mulut, dengan mulai memanfaatkan media sosial secara konsisten, ujarnya.

Pelaku UMKM Baru Mengetahui

digitalisasi klepon Bulang

Sumaiyah, salah satu pengusaha klepon di RW 02, mengaku baru mengetahui bahwa foto produk ternyata punya teknik tersendiri agar terlihat lebih menarik.

“Selama ini saya hanya mengandalkan penjualan dari rumah dan titipan di warung-warung tetangga, dan berencana mulai mempraktikkan teknik tersebut secara bertahap,” tuturnya.

Hal yang sama dirasakan oleh Mamat, pelaku UMKM klepon lainnya, yang mengeluhkan sisi jangkauan pasar. 

Ia mengaku sebelumnya berpikir usahanya cukup dipasarkan di lingkup kampung.

Namun setelah mengikuti penyuluhan, ia menyadari bahwa media sosial bisa membawa produknya dikenal hingga ke luar desa. 

Lihat juga: Cegah Bullying, KKN T 9 Umsida Edukasi Siswa MTs Plus Burhanul Hidayah Krembung

“Saya juga baru mengetahui pentingnya Oxygen Transmission Rate (OTR) dalam pemilihan bahan kemasan agar produk klepon lebih tahan lama,” jelas Mamat.

Dari Penyuluhan ini tim KKN T 14  akan terus memantau dan mendampingi perkembangan penerapan pemasaran digital tersebut di Desa Bulang.(Diana)