kelas ibu hamil 3

KKN T 2 Umsida Edukasi Ibu Hamil Kedungpandan, Cegah Hipertensi Sejak Dini

Umsida.ac.id – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Terpadu Kelompok 2 Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (KKN T 2 Umsida) menggelar sosialisasi pencegahan hipertensi dan Kelas Ibu Hamil di Desa Kedungpandan, Kecamatan Jabon, Kabupaten Sidoarjo, Sabtu dan Ahad (1–2/8/2026).

Rangkaian program bidang kesehatan tersebut dilaksanakan bersama kader kesehatan Desa Kedungpandan. 

Kegiatan ini ditujukan untuk menambah pengetahuan ibu hamil mengenai pemeriksaan kehamilan, pencegahan tekanan darah tinggi, pemenuhan gizi, persiapan persalinan, hingga pemberian ASI.

Lihat juga: Belum Ada Penyuluhan Stunting, KKNT 20 Umsida Edukasi Stimulasi Tumbuh Kembang Balita

Dikoordinatori oleh Farida Azzahra, program ini membahas pencegahan hipertensi, pemeriksaan kehamilan, pemenuhan gizi, persiapan persalinan, hingga teknik menyusui.

“Pemeriksaan tersebut adalah upaya kami dalam mendeteksi kondisi kesehatan yang berisiko menimbulkan komplikasi selama kehamilan,” terang Farida.

Ia menjelaskan bahwa pencegahan hipertensi dan kelas bumil tersebut dibuat agar peserta tidak hanya menerima informasi sesaat. 

“Kami berharap para ibu semakin memahami pentingnya pemeriksaan kehamilan secara rutin, menjaga pola makan, menerapkan gaya hidup sehat, serta mengenali tanda bahaya hipertensi sejak dini,” ungkap Farida.

Ia juga berharap edukasi yang disampaikan dapat menjadi bekal bagi peserta dalam merawat diri dan bayinya.

Ibu Hamil Perlu Rutin Memeriksa Tekanan Darah

kelas ibu hamil 3

Rangkaian kegiatan dimulai dengan sosialisasi bertajuk “Mencegah Kehamilan Sehat: Kenali dan Cegah Darah Tinggi” pada Sabtu (1/8/2026).

Ketua Kader Desa Kedungpandan, Suci, mengatakan bahwa pemeriksaan tekanan darah telah menjadi agenda rutin Posyandu. 

Kehadiran mahasiswa KKN T Umsida melengkapi pemeriksaan tersebut melalui pemberian materi kepada ibu hamil.

“Dengan adanya sosialisasi dari mahasiswa KKN Umsida, para ibu tidak hanya mengetahui hasil pemeriksaan, tetapi juga memahami faktor risiko, tanda bahaya, dan cara mencegah hipertensi selama kehamilan,” ujarnya.

Materi pada hari ini disampaikan oleh dr Erlina K Novitasari MBiomed AIFO-K. 

Ia menjelaskan pengertian hipertensi pada kehamilan, penyebab, faktor risiko, gejala, serta dampaknya terhadap kondisi ibu dan janin.

Peserta juga memperoleh penjelasan mengenai langkah pencegahan yang dapat dilakukan selama kehamilan. 

Di antaranya dengan menjalani pemeriksaan secara berkala, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, dan menerapkan gaya hidup sehat.

Lihat Juga :  Sains Skate Support, Solusi untuk Performa Atlet Karya Dosen Umsida Raih Juara 1 KISI 2025
Ibu Hamil Tak Selalu Merasakan Gejala Hipertensi

Dalam pemaparannya, dr Erlina mengingatkan bahwa tekanan darah tinggi selama kehamilan dapat terjadi tanpa keluhan yang mudah dikenali. 

Karena itu, katanya, ibu hamil tidak disarankan hanya menunggu munculnya gejala sebelum memeriksakan kondisi kesehatannya.

“Hipertensi pada kehamilan sering kali tidak menimbulkan gejala pada tahap awal. Oleh karena itu, ibu hamil perlu rutin memeriksakan kehamilan agar tekanan darah dapat dipantau sejak dini,” jelasnya.

Setelah pemaparan materi, peserta diberi kesempatan untuk berkonsultasi melalui sesi tanya jawab. 

Sejumlah pertanyaan yang disampaikan berkaitan dengan cara menjaga tekanan darah tetap normal, pilihan makanan selama kehamilan, dan tindakan yang perlu dilakukan ketika hasil pemeriksaan menunjukkan peningkatan tekanan darah.

Diskusi tersebut berlangsung interaktif karena peserta dapat menyampaikan persoalan yang ditemui selama menjalani kehamilan. 

Penjelasan dari pakar kesehatan Umsida juga membantu mereka memperoleh informasi yang lebih jelas sebelum menentukan langkah selanjutnya.

Kelas Ibu Hamil Siapkan Persalinan

kelas ibu hamil 3

Program dilanjutkan melalui Kelas Ibu Hamil pada Ahad, (2/8/2026). 

Materi disampaikan oleh dua bidan Desa Kedungpandan, yakni Lita Winarika Nurul Aini dan Wahyunita.

Materi dalam sesi ini tidak hanya membahas hipertensi, tetapi juga berbagai persiapan yang dibutuhkan ibu sejak masa kehamilan hingga setelah melahirkan.

Ibu hamil memperoleh edukasi tentang pentingnya pemeriksaan kehamilan secara rutin, pemenuhan kebutuhan gizi, konsumsi tablet tambah darah, dan persiapan menghadapi persalinan.

Materi tersebut disampaikan agar ibu lebih siap menjaga kondisi dirinya sekaligus memantau perkembangan janin.

Kelas Ibu Hamil juga membahas tata cara menyusui yang baik dan benar. 

Peserta dikenalkan pada posisi menyusui, teknik pelekatan bayi, serta pentingnya pemberian ASI eksklusif untuk mendukung tumbuh kembang bayi sejak lahir.

Lihat juga: Donor Darah dan MCU Jadi Aksi Kepedulian KKN T 22 Umsida di Desa Kedungbocok

Penyampaian materi oleh bidan desa membuat pembahasan lebih dekat dengan kebutuhan peserta. 

Mereka dapat berkonsultasi mengenai berbagai kondisi yang mungkin ditemui sejak masa kehamilan hingga setelah bayi lahir.(Millah)