Umsida.ac.id – Mahasiswa KKN Terpadu Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) Kelompok 20 melaksanakan program kerja bidang kesehatan pada hari Sabtu, (18/7).
Mereka menggelar penyuluhan tentang stimulasi tumbuh kembang balita di Posyandu Desa Banjarwungu, Kecamatan Tarik, Kabupaten Sidoarjo.
Kegiatan ini merupakan salah satu program kerja mahasiswa selama masa pengabdian di desa tersebut sebagai langkah pencegahan stunting sejak dini.
Lihat juga: KKN T 21 Kendalsewu Ajak Lansia Ikuti Posyandu dan Penyuluhan Mental Health
Penyuluhan dilaksanakan bersamaan dengan jadwal rutin kegiatan Posyandu balita, dengan sasaran para ibu yang membawa anak balita untuk penimbangan dan pemeriksaan kesehatan bulanan.
Kegiatan ini digagas mengingat pentingnya peran stimulasi dan gizi dalam mendukung tumbuh kembang optimal anak, sekaligus mendukung program pemerintah dalam menurunkan angka stunting di wilayah pedesaan.
Antusiasme warga Desa Banjarwungu terlihat cukup tinggi, ditandai dengan sekitar 20 ibu balita yang hadir dan aktif mengikuti seluruh rangkaian kegiatan hingga selesai.
Penyuluhan dan Praktik Stimulasi Tumbuh Kembang

Dalam kegiatan tersebut, dua mahasiswa KKN T 20 yakni Nabillah Putri Tavia dan David Aditya Pratama menyampaikan materi mengenai cara memberikan stimulasi tumbuh kembang balita sesuai tahapan usia.
Mereka menjelaskan tentang stimulasi motorik kasar dan halus, kemampuan berbahasa, hingga aspek sosial-emosional anak.
Penyampaian materi dilakukan secara interaktif dengan melibatkan peserta melalui sesi tanya jawab dan simulasi praktik langsung bersama balita.
“Jadi kami bersama-sama melatih balita meraih mainan untuk motorik halus, tepuk tangan, atau berjalan untuk melatih motorik kasar,” terang Nabillah.
Selain stimulasi, mahasiswa juga memberikan edukasi mengenai pentingnya pemenuhan gizi seimbang, pemberian ASI eksklusif, serta pemantauan berat dan tinggi badan balita secara berkala di Posyandu sebagai upaya deteksi dini risiko stunting.
“Kami mengajarkan cara sederhana menstimulasi anak di rumah, seperti mengajak berkomunikasi aktif, bermain edukatif, dan membacakan buku cerita bergambar,” ujar David.
Baru Ada Penyuluhan untuk Balita

Yuli selaku bidan yang bertugas di Posyandu Desa Banjarwungu, menyampaikan tanggapannya terkait kegiatan penyuluhan yang diselenggarakan mahasiswa KKN T 20.
Ia mengaku terbantu dengan adanya penyuluhan ini dalam upaya mencegah stunting sejak dini di wilayah kerjanya.
“Kami terbantu dengan adanya penyuluhan ini. Kehadiran mahasiswa mendukung upaya kami dalam mengedukasi masyarakat agar lebih paham cara mencegah stunting sejak dini, tidak hanya mengandalkan pemeriksaan rutin saja,” ujar Yuli.
Ia berharap kegiatan semacam ini dapat terus berkelanjutan meski masa KKN T mahasiswa telah berakhir, mengingat pentingnya edukasi berkelanjutan bagi masyarakat.
Senada dengan itu, salah satu peserta, Sari, warga Desa Banjarwungu yang turut membawa anaknya dalam kegiatan tersebut, mengaku sangat terbantu dengan materi yang disampaikan mahasiswa KKN T.
Selama ini, ia hanya mengikuti Posyandu hanya untuk menimbang berat badan anak saja.
Lihat juga: Gandeng RS Emma, KKN T 24 Umsida Gelar Layanan Kesehatan dan Pojok JKN
“Ternyata setelah ikut penyuluhan ini, saya baru tahu kalau ngajak anak ngobrol, main bareng, sampai bacain buku cerita bergambar itu juga penting buat perkembangan otaknya. Sekarang saya jadi lebih paham cara mencegah stunting, tidak cuma soal makanan saja,” ujar Sari.
Ia menambahkan bahwa penjelasan mengenai ASI eksklusif dan gizi seimbang juga membuka wawasannya, karena selama ini ia hanya mengandalkan informasi seadanya dari tetangga tanpa penjelasan yang jelas dari tenaga ahli.(Kristy)














