Dimsum Daun Kelor, Inovasi KKN P 6 Umsida Cegah Stunting

Umsida.ac.id – Daun kelor yang mudah ditemukan di Desa Cendono, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Pasuruan, diolah menjadi dimsum oleh KKN P 6 Umsida sebagai alternatif menu bergizi dalam edukasi pencegahan stunting pada Kamis, (6/8/2026).

Pelatihan yang berlangsung di Polindes Desa Cendono tersebut diikuti oleh kader Posyandu, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.

Lihat juga: Peyek Kelor, Inovasi KKN T 23 Umsida Kembangkan Makanan Tradisional

Di sini peserta tidak hanya memperoleh penjelasan mengenai pemenuhan gizi, tetapi juga mempraktekkan langsung cara mengolah daun kelor menjadi makanan yang lebih menarik untuk dikonsumsi keluarga.

Daun kelor dipilih karena mudah ditemukan di sekitar desa dan dapat dimanfaatkan sebagai salah satu bahan pangan keluarga.

Cegah Stunting dengan Memanfaatkan Daun Kelor

dimsum daun kelor 1

Wakil Ketua KKN P 6 Umsida, Muhammad Thomas Erlangga, menjelaskan bahwa pemilihan daun kelor berangkat dari potensi bahan pangan yang sudah tersedia di lingkungan masyarakat.

Mereka memilih bentuk dimsum agar bahan tersebut dapat dikenalkan dengan cara yang berbeda, terutama kepada anak-anak.

“Melalui program ini kami ingin memperkenalkan kepada masyarakat bahwa daun kelor dapat diolah menjadi makanan yang sehat, bergizi, dan disukai oleh anak-anak,” ujar Thomas.

Lihat Juga :  Empocare, Inovasi P2MW Hilangkan Stigma Jamu Hanya untuk Orang Tua dan Pahit

Selain memperkenalkan inovasi makanan, katanya, kegiatan ini juga menekankan pentingnya kesadaran keluarga dalam memenuhi kebutuhan gizi sejak masa kehamilan hingga tumbuh kembang anak.

Edukasi Stunting Tidak Hanya Lewat Penyuluhan

dimsum daun kelor 1

Ia berharap kader Posyandu Desa Cendono memiliki tambahan pengetahuan dan keterampilan dalam mengenalkan menu bergizi kepada masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut, kader Posyandu mengikuti praktik pembuatan dimsum mulai dari menyiapkan bahan hingga mengolahnya menjadi makanan siap dikonsumsi.

Pelatihan ini menjadi ruang untuk mengenalkan variasi pemanfaatan daun kelor yang selama ini belum banyak dikembangkan menjadi olahan lain.

Peserta juga diajak membuat menu yang nantinya dapat dicoba kembali di rumah.

Para kader Posyandu memperoleh contoh konkret mengenai pemanfaatan pangan lokal sebagai bagian dari pemenuhan kebutuhan makan keluarga.

Lihat juga: KKN T 19 Umsida Lakukan Langkah Pencegahan HIV/AID di Sidoarjo

Bidan Desa Cendono, Luluk Masfula, menyambut baik kegiatan tersebut karena memberikan alternatif baru dalam mengolah bahan yang mudah ditemukan masyarakat.

“Kami berharap dimsum daun kelor dapat menjadi salah satu menu sehat yang dapat dibuat sendiri di rumah sehingga dapat membantu mencegah stunting sejak dini,” ujarnya.(Nofita)