bimbingan belajar interaktif 4

KKN P 57 Umsida Perkuat Pendidikan Siswa Desa Joho lewat Tiga Program Terintegrasi

Umsida.ac.idMahasiswa KKN Pencerah Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) Kelompok 57 turut mengambil bagian dalam mendukung pendidikan anak-anak di Desa Joho, Kecamatan Pace, Kabupaten Nganjuk. 

Upaya tersebut diwujudkan melalui tiga kegiatan, yakni kegiatan literasi bersama Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Sor Sawo pada Ahad, (16/8/2026), pendampingan pembelajaran, dan sosialisasi anti-bullying di SD Negeri 2 Joho pada Selasa, (18/8/2026).

Ketiga kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mahasiswa untuk menghadirkan pengalaman belajar yang lebih beragam bagi anak-anak, baik melalui lingkungan sekolah maupun ruang belajar masyarakat.

Lihat juga: KKN P 5 Edukasi Teknologi kepada Siswa, Cegah Penyalahgunaan Gadget

Ketua tim KKN M Fabian Erdiansyah, mengatakan bahwa pendampingan membantu memastikan proses belajar tetap berjalan.

“Terlebih saat masa pengabdian, aktivitas guru cukup padat,” tuturnya.

Lalu sosialisasi anti-bullying membangun kesadaran anak mengenai pentingnya saling menghargai. 

“Sementara kegiatan literasi membuka ruang bagi anak untuk mengenal buku sekaligus mengembangkan kreativitas bersama komunitas setempat,” ujar Bian.

Tiga Pekan Mendampingi Proses Belajar Siswa

bimbingan belajar interaktif 4

Selama pengabdian di Desa Joho, mahasiswa KKN rutin melakukan pendampingan pembelajaran di SD Negeri 2 Joho sejak awal KKN.

Mahasiswa mendampingi siswa selama kegiatan belajar, membantu memahami materi, serta membangun interaksi yang membuat suasana belajar lebih komunikatif.

Kegiatan ini menjadi dukungan tambahan bagi sekolah, khususnya ketika terdapat guru yang harus melaksanakan tugas di luar kelas sehingga beberapa kelas membutuhkan pendampingan.

Kepala SD Negeri 2 Joho, Rif Koniah, yang akrab disapa Rifa, menyampaikan bahwa kehadiran mahasiswa KKN memberikan bantuan bagi keberlangsungan proses pembelajaran di sekolah.

“Alhamdulillah, dengan adanya kakak-kakak KKN ini sangat membantu. Apalagi di bulan Agustus ada beberapa guru yang harus bertugas, sehingga ketika ada kelas yang tidak mendapatkan pendampingan, kakak-kakak KKN bisa membantu mendampingi siswa,” ungkapnya.

Lihat Juga :  Peneliti Umsida Manfaatkan Tanaman Pionir Sebagai Agen Fitoekstraksi di Lumpur Sidoarjo
Cegah Bullying Sejak Bangku Sekolah

Setelah tiga pekan mendampingi proses belajar, tim KKN menutup program edukasi dengan menggelar sosialisasi anti bullying pada Selasa, (18/8/2026).

Koordinator kegiatan, Catur Rizki Arifangga mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mengajak siswa mengenali bullying, mulai dari bentuk, penyebab, dampak, hingga langkah yang dapat dilakukan untuk mencegahnya.

“Kami menggunakan pendekatan yang disesuaikan dengan usia siswa agar dapat memahami bahwa tindakan yang dianggap sebagai candaan dapat berdampak pada orang lain,” terangnya.

Mahasiswa KKN juga mengajak siswa untuk berani menyampaikan ketika mengalami atau melihat tindakan bullying serta membangun kebiasaan untuk saling menghargai.

Kolaborasi dengan Taman Bacaan Masyarakat

bimbingan belajar interaktif 4

Upaya membangun pendidikan tidak hanya dilakukan melalui kegiatan di sekolah. 

Pada Ahad, (16/8/2026), mahasiswa KKN P 57 Umsida berkolaborasi dengan TBM Sor Sawo yang bertempat di rumah sang perintis yakni Utami.

Utami menyatakan bahwa Taman Bacaan Masyarakat ia bangun untuk menghadirkan kegiatan literasi bagi anak-anak Desa Joho.

Dalam kegiatan tersebut, anak-anak diberikan kebebasan memilih buku sesuai minat mereka.

Setelah membaca, mereka diminta memahami isi cerita dan menuliskannya kembali menggunakan bahasa sendiri. 

“Anak-anak juga bisa menggambar dan berkreasi di sini,” terangnya.

Utami menjelaskan bahwa keberadaan taman baca tersebut berawal dari kecintaannya terhadap buku.

Lihat juga: Dari Adzan hingga Tahfidz, KKN T 17 Gali Potensi Generasi Qur’ani Desa Jatikalang

Koleksi buku yang dimiliki sejak masa kuliah kemudian mendorong munculnya keinginan untuk menyediakan ruang baca yang dapat dimanfaatkan bersama.

Namun TBM semakin meredup dan kehilangan peminat selama satu tahun terakhir. 

Oleh karena itu, tim KKN mengenalkan kembali rutinitas TBM kepada anak-anak setempat.(Salwa)