abdimas UMKM Jabon

Abdimas Umsida Latih 10 UMKM Jabon, Mulai Proses Produksi Pangan Hingga Sertifikasi Halal

Umsida.ac.id – Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Abdimas Umsida) menggelar kegiatan sosialisasi mengenai Cara Produksi Pangan yang Baik (CPPB) dan Sertifikasi Halal bagi UMKM.

Lihat juga: Abdimas Umsida Bekali Siswa dengan Skill Frontliner Bank Syariah Melalui Role Play Interaktif

Abdimas ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan keamanan produk pangan yang dihasilkan oleh 10 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Kedung Pandan, Jabon, Sidoarjo.

Sejak April lalu, tim Abdimas Umsida intens memberikan berbagai pelatihan dan pendampingan yang terpusat di salah satu rumah pelaku UMKM hingga Juli 2026 ketika produk UMKM tersebut sudah tersertifikasi halal.

Kegiatan ini dilaksanakan oleh tim dosen yang terdiri dari Dr Poppy Diana Sari STP M, Lukman Hudi STP MMT, dan Dr Syarifa Ramadhani Nurbaya STP MP. 

Mereka memberikan pemahaman kepada pelaku UMKM tentang pentingnya menghasilkan produk pangan yang bermutu, aman dikonsumsi, dan memenuhi persyaratan halal.

Pentingnya Lingkungan dan Fasilitas Produksi

Pada sesi sosialisasi, peserta diberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan produksi agar terhindar dari berbagai sumber kontaminasi. 

“Lingkungan yang bersih dapat mencegah masuknya mikroorganisme, debu, maupun bahan pencemar lain yang berpotensi menurunkan mutu produk pangan,” tutur Dr Syarifa.

Selain itu, imbuhnya, fasilitas produksi juga harus dirancang dan dipelihara dengan baik agar memudahkan proses pembersihan dan mencegah terjadinya kontaminasi silang selama proses produksi.

Di sesi selanjutnya, Dr Poppy menambahkan bahwa penggunaan peralatan produksi yang bersih dan terawat merupakan salah satu faktor utama dalam menjamin keamanan pangan. 

“Peralatan yang digunakan harus dibersihkan secara berkala dan disimpan dengan baik. Peralatan yang tidak higienis dapat menjadi sumber kontaminasi yang membahayakan kesehatan konsumen,” ujarnya.

Menjaga Higiene dan Pengendalian Hama

Selain kebersihan lingkungan dan peralatan, tim Abdimas juga menekankan pentingnya penerapan higiene personal oleh pekerja. 

Penggunaan pakaian kerja yang bersih, penutup kepala, masker, serta kebiasaan mencuci tangan sebelum dan selama proses produksi menjadi langkah sederhana yang memberikan dampak besar terhadap keamanan pangan. 

Pengendalian hama juga menjadi salah satu materi penting yang disampaikan kepada peserta. 

Keberadaan serangga, tikus, maupun hewan pengganggu lainnya dapat menyebabkan pencemaran produk pangan dan menurunkan kualitas produk yang dihasilkan. 

Lihat Juga :  PPK Ormawa Umsida Bekali Pelaku Usaha Desa Kejapanan Tentang Business Model Canvas

“Dengan menerapkan program sanitasi dan pengendalian hama yang baik, UMKM dapat meminimalkan risiko kontaminasi sehingga produk yang dipasarkan lebih aman bagi konsumen,” jelasnya.

Proses Produksi dan Kemasan Menentukan Mutu Produk

Pada kesempatan yang sama, Dr Lukman menjelaskan bahwa setiap tahapan proses produksi harus dilakukan sesuai standar operasional yang telah ditetapkan. 

“Jadi mulai dari penerimaan bahan baku, pengolahan, penyimpanan, hingga distribusi produk perlu dikendalikan secara baik untuk menjaga kualitas produk,” tuturnya.

Selain proses produksi, kata Dr Lukman, kemasan juga memiliki peran penting dalam menjaga mutu pangan. 

Ia mengatakan bahwa kemasan yang sesuai tidak hanya berfungsi sebagai pelindung produk, tetapi juga mampu mempertahankan kualitas, memperpanjang masa simpan, serta meningkatkan daya tarik produk di pasaran. 

“Produk yang baik harus didukung dengan kemasan yang aman, kuat, dan informatif sehingga dapat memberikan kepercayaan kepada konsumen,” terang dosen Prodi Teknologi Pangan itu.

Pendataan NIB dan Sertifikasi Halal Produk UMKM 

abdimas UMKM Jabon

Selain tentang keamanan pangan, Tim Abdimas juga memberikan pemahaman mengenai konsep halal bagi pelaku UMKM. 

Peserta diberikan pemahaman mengenai pentingnya memastikan seluruh bahan baku, bahan tambahan, bahan penolong, serta proses produksi terbebas dari unsur yang tidak halal. 

Tim Abdimas juga menjelaskan prosedur dan manfaat sertifikasi halal bagi UMKM. 

Dr Syarifa menjelaskan bahwa keamanan pangan tidak hanya ditentukan oleh kualitas bahan baku, tetapi juga oleh keseluruhan proses produksi yang dilakukan oleh pelaku usaha. 

Menurutnya, lingkungan produksi, fasilitas produksi, peralatan produksi, penerapan higiene dan sanitasi, pengendalian hama, proses pengolahan, hingga pengemasan produk merupakan aspek yang sangat penting untuk menjaga keamanan pangan. 

“Jika seluruh aspek tersebut diterapkan dengan baik, maka produk yang dihasilkan akan lebih aman, bermutu, dan mampu bersaing di pasar,” jelasnya.

Dengan memiliki sertifikat halal, terang Dr Syarifa, produk UMKM tidak hanya memperoleh nilai tambah, tetapi juga memiliki peluang pasar yang lebih luas baik di tingkat nasional maupun internasional. 

Lihat juga: Tingkatkan Kesadaran Kesehatan Gigi Anak, FKG Umsida Edukasi SD Muhammadiyah 1 Sidoarjo

“Melalui sertifikasi halal, UMKM dapat meningkatkan daya saing produk sekaligus memberikan jaminan kepada konsumen bahwa produk yang dihasilkan telah memenuhi standar kehalalan yang berlaku,” jelas dosen Prodi Teknologi Pangan itu. (Romadhona)

Berita Terkini

Bramasgana umsida bantu NTT (2)
Bramasgana Umsida Berangkat ke NTT, Fokus Pulihkan 2 Hal
September 30, 2026By
duta pencerah 2026 2
Tutup Fortama, Umsida Kukuhkan Duta Pencerah 2026 Hingga Ajak Lawan LGBT
September 28, 2026By
maba 2026 (2)
UKM Umsida Ajak Maba 2026 Temukan Ruang Mengembangkan Diri
September 28, 2026By
mastama 2026
Mastama Umsida 2026 Kenalkan Ortom Kampus Lewat Konsep Baru
September 27, 2026By
wali mahasiswa baru umsida (2)
Mengapa Wali Mahasiswa Mempercayakan Putra-Putrinya ke Umsida?
September 26, 2026By
sinergi pendidikan dengan wali maba
Percayakan Pendidikan di Umsida, Fortawa 2026 Perkuat Sinergi Wali Maba
September 26, 2026By
fasilitator pkmu 2026
Menuju PKMU 2026, Fasilitator Umsida Didorong Hadir dengan Keteladanan
September 25, 2026By
Akidah dan Akhlak
Jelang PKMU 2026, Umsida Matangkan Kesiapan Pendampingan Akidah dan Akhlak
September 23, 2026By

Riset & Inovasi

PLP SDN Sidokumpul
Siswa SDN Sidokumpul Peringati Kesaktian Pancasila Bersama Tim PLP 2 Umsida
October 5, 2026By
kunjungan perpustakaan daerah 2
Kunjungi Perpustakaan Daerah, PLP 2 Umsida Tumbuhkan Minat Baca Siswa
September 24, 2026By
Pasar Desa Samiler
Buka Pasar Desa Samiler, PPK Ormawa Himagro Sajikan Nuansa Tradisional
September 22, 2026By
ekspor gula kelapa
Siapkan Produk Gula Kelapa Siap Ekspor, Umsida Dampingi PT Delima Nira Natural
September 21, 2026By
beras rumput laut
Keunggulan Diarice, Beras Analog dari Rumput Laut yang Kaya Nutrisi
September 16, 2026By

Prestasi

tim jenggolo ikuti kmhe 2026
Tim Jenggolo Umsida Siap Bawa Arshaka V2 ke KMHE 2026
October 2, 2026By
world university rankings (2)
Masuk THE World University Rankings 2027, Umsida Perkuat Rekognisi Internasional
October 1, 2026By
penghargaan Pojok Statistik Umsida
Pojok Statistik Umsida Kembali Jadi Terbaik 1 Nasional BPS RI
September 30, 2026By
beras analog rumput laut 2
DIARICE, Inovasi Rumput Laut Jadi Beras Analog Karya Umsida Lolos KMI Expo 2026
September 10, 2026By
snap and style
Snap and Style Antar Inovasi Bisnis Digital Umsida Tembus KMI Expo XVII 2026
September 9, 2026By

Opini

bijak menggunakan teknologi AI (Pexels)
Teknologi Tak Bisa Dibendung, Ini Cara Bijak Penggunaan AI
October 2, 2026By
kebutuhan air data center AI (Pexels)
Benarkah AI Menguras Jatah Air Bersih? Ini Kata Pakar Umsida
October 1, 2026By
karhutla (Dok Antara Foto)
Mengapa Karhutla Terus Berulang? Bagaimana Mencegahnya?
September 23, 2026By
politik uang dalam Muhammadiyah 5
Politik Uang dalam Muhammadiyah
September 22, 2026By
satanic dan seni
Gunakan Simbol Satanic Saat Perayaan Seni, Ini Tanggapan Pakar Umsida
September 15, 2026By