Umsida.ac.id – Kasus perundungan (bullying) di lingkungan sekolah masih menjadi perhatian serius.
Guna mengantisipasi hal tersebut, mahasiswa KKN T 9 Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) menggelar sosialisasi edukasi sosial mengenai bahaya bullying di MTs Plus Burhanul Hidayah, Desa Jenggot, Kecamatan Krembung, Sidoarjo pada Jumat, (10/7/2026).
Lihat juga: Gelar Posyandu Remaja Perdana, KKN T 13 Umsida Disambut Hangat oleh Warga
Kegiatan edukatif ini diintegrasikan dalam rangkaian acara MATAMUDA (Masa Ta’aruf Murid Madrasah), sebuah program orientasi bagi para siswa baru di madrasah tersebut.
Sosialisasi ini diikuti dengan penuh antusias oleh 140 siswa mulai dari kelas 7, 8, dan 9.
Sinergi Cegah Bullying
Ketua KKN T 9 Desa Jenggot, Andriano Deratrio, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada pihak madrasah yang telah menyambut hangat dan memberikan ruang kolaborasi bagi program kerja mahasiswa.
“Terima kasih kepada pihak sekolah yang telah melibatkan kami untuk memberikan pemahaman tentang bullying kepada adik-adik di sini,” terang Andriano.
Dengan sosialisasi ini, imbuhnya, para siswa dapat teredukasi agar mereka tidak segan lagi untuk melapor kepada guru atau orang tua jika melihat atau mengalami aksi bullying.
“Jadi sekalian di MATAMUDA ini, kami isi dengan membekali siswa dengan harapan MTs Plus Burhanul Hidayah dapat menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan bebas dari segala bentuk kekerasan verbal maupun fisik,” terangnya.
Ia yang juga mengisi kegiatan ini, menjelaskan tentang bahaya perundungan.
Andriano menjelaskan secara mendalam mengenai bentuk-bentuk bullying yang kerap terjadi di lingkungan remaja, meliputi bullying fisik, verbal, sosial, hingga cyber bullying (perundungan siber) yang marak di media sosial.
Selain mengenalkan jenis-jenisnya, ia juga mengupas tuntas mengenai dampak buruk perundungan, faktor pemicu seseorang melakukan tindakan perundungan, serta pentingnya peran dari pihak sekolah dan masyarakat dalam memutus rantai tindakan negatif ini.
Langkah Preventif di Sekolah dan Pondok

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan (Waka Kesiswaan) MTs Plus Burhanul Hidayah, Indriyanti SPd, memberikan apresiasi yang tinggi atas inisiatif yang dibawakan oleh para mahasiswa.
Menurutnya, materi ini sangat krusial bagi tumbuh kembang dan psikologis para siswa baru.
“Sosialisasi ini sangat bermanfaat untuk mencegah anak-anak melakukan tindakan bullying, baik di lingkungan sekolah maupun di lingkungan pondok pesantren. Kami melihat anak-anak sangat antusias mengikuti materi yang disampaikan,” ujar Indriyanti saat ditemui di lokasi acara.
Siswa Jadi Lebih Berani Bersuara
Respon positif juga datang dari para peserta MATAMUDA.
Nadia, Naila, dan Febi, siswi kelas 9 yang hadir dalam kegiatan tersebut, mengungkapkan kegembiraan mereka setelah mendapatkan pemaparan materi.
Mereka kompak menyatakan bahwa sosialisasi ini memberikan wawasan baru yang sangat berharga.
Lihat juga: Bunga Kenanga Lebih Bermanfaat Berkat Inovasi Lilin Aromaterapi KKN T 21 Umsida
Melalui edukasi ini, mereka kini memahami batasan perilaku dan tidak lagi bingung jika melihat tindakan yang mengarah pada perundungan di sekitar mereka.
Mereka mengaku tahu persis langkah apa yang harus dilakukan untuk menolong korban atau melaporkannya.(Nafisah)














