Umsida.ac.id – Himpunan Mahasiswa Administrasi Publik Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Himmapik Umsida) berhasil lolos pendanaan Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) 2026.
Tim yang diketuai oleh Risqi Amirulloh itu mengusung program bertajuk “Integrasi Bio Circular Agro Estate melalui Rekayasa Tata Kelola Publik guna Mewujudkan Desa Kesiman Wirausaha Mandiri Sampah.”
Lihat juga: 8 Karya Lolos di PKM dan P2MW 2026, Umsida Ciptakan Berbagai Riset dan Inovasi
Tim ini menghadirkan solusi berkelanjutan terhadap persoalan sampah yang masih menjadi masalah di desa tersebut.
Sampah Masih Menjadi Persoalan
Gagasan program berawal dari hasil survei lapangan yang dilakukan tim pada awal tahun 2026. Dari observasi tersebut, tim menemukan bahwa Desa Kesiman menghadapi persoalan sampah yang cukup serius.
Desa ini menghasilkan 3 hingga 4 ton sampah setiap minggu.
“Sekitar 60 persen sampah yang dihasilkan merupakan residu yang sulit ditangani sehingga terus menumpuk dan menimbulkan bau tidak sedap,” ujarnya.
Kondisi tersebut semakin diperberat dengan keterbatasan sumber daya pengelola Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R) yang hanya memiliki enam tenaga pengelola.
“Apalagi mesin insinerator yang sebelumnya digunakan untuk mengelola sampah residu mengalami kerusakan total,” terang Amir.
Bio Circular Agro Estate Jadi Solusi Desa Mandiri Sampah

Untuk menjawab permasalahan tersebut, tim mengusung konsep Bio Circular Agro Estate, yaitu pendekatan yang mengintegrasikan pengelolaan lingkungan dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat desa.
Terletak di kawasan lereng Gunung Arjuno-Welirang dan Penanggungan, Desa Kesiman memiliki geografis yang baik. Pemdes pun turut mendukung program ini.
“Ini adalah cara mengelola desa agar tidak ada sesuatu pun yang terbuang sia-sia. Sampah yang selama ini dianggap beban justru dapat menjadi sumber nilai ekonomi baru,” jelas Amir.
Integrasi Lingkungan, Ekonomi, dan Tata Kelola Publik
Program juga mendorong terbentuknya sistem ekonomi desa yang lebih mandiri.
Abu hasil pembakaran nantinya akan diolah menjadi paving block yang memiliki nilai jual dan dapat menjadi sumber pendapatan baru bagi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
Selain itu, tim juga akan mengembangkan budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF) untuk mendukung sektor peternakan dan perikanan.
Melalui teknologi ini, biaya pakan dapat ditekan sekaligus menghasilkan pupuk kasgot yang bernilai ekonomis.
“Pengelolaan sampah bukan hanya tugas pemerintah desa, tetapi membutuhkan keterlibatan masyarakat, kelembagaan yang kuat, dan sistem pelayanan publik yang efektif,” ungkap Amir.
PPK Ormawa Dorong Kolaborasi Lintas Prodi

Menurut Widyastuti MPsi Psikolog selaku dosen pembimbing tim, proses pendampingan lebih banyak dilakukan melalui diskusi kelompok dan brainstorming untuk menyempurnakan ide program yang diajukan.
Ia menjelaskan bahwa tim pelaksana menjadi sumber utama dalam merumuskan solusi karena kajian keilmuan yang digunakan berasal dari mahasiswa lintas program studi yang tergabung dalam tim.
“Sedangkan saya lebih kepada fasilitasi alur berpikir agar sesuai dengan apa yang diharapkan di program ini,” terangnya.
Selain itu, imbuh Wiwid, juga ada coaching personal khususnya bagi ketua, terutama bagaimana mengelola sumber daya, juga bagaimana mempresentasikan diri.
Menurutnya, program ini adalah kesempatan berharga bagi mahasiswa karena tidak hanya mengimplementasikan ilmu yang dipelajari di kelas, tetapi juga mengembangkan keterampilan sosial dan emosional yang jarang diperoleh dalam perkuliahan.
Wiwid menilai mahasiswa yang tergabung dalam tim telah menunjukkan kesiapan sejak awal proses penyusunan program.
Hal tersebut terlihat dari kemampuan mereka membentuk tim sesuai kebutuhan program, mencari anggota dari berbagai disiplin ilmu, hingga merumuskan solusi berdasarkan permasalahan nyata yang ditemukan di masyarakat.
Lihat juga: Program Sirkulatel Antar UKM KWU Umsida Raih Pendanaan PPK Ormawa 2026
“Kita rencanakan program ini sudah 3 tahun, jadi tahun berikutnya bisa kita lanjutkan sekalipun tidak melalui program PPK Ormawa.(Indah)














