pspb bedah buku sastra

Gelar Diskusi Sastra, PSPB Umsida dan Teater Gedhek Bedah Karya Penyair Nasional Asal Sidoarjo

Umsida.ac.id – Suasana senja di Halaman Kampus 3 Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) tampak berbeda pada Sabtu sore, (13/6/2026).

Sekitar 200 peserta yang terdiri dari mahasiswa Umsida, Unesa, Unair, para pegiat budaya, komunitas sastra, dan masyarakat berkumpul dalam kegiatan diskusi buku puisi Golek karya penyair nasional asal Sidoarjo, F Aziz Manna.

Lihat juga: Comfis 9 Kembali Digelar, Ajang Apresiasi Perfilman Karya Mahasiswa Umsida

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Pusat Studi Pendidikan dan Budaya (PSPB) Umsida bersama UKM Teater Gedhek Umsida tersebut mengusung tema “Golek: Sunset Bersama Puisi”. 

Melalui konsep tersebut, peserta diajak menikmati sastra dalam suasana terbuka yang mendukung refleksi dan penghayatan terhadap puisi.

Diskusi ini diawali dengan penampilan teatrikal puisi yang dibawakan Ketua Teater Gedhek Umsida, Asshafillah Yuna Negara. 

Pembacaan puisi yang dipadukan dengan unsur teater berhasil menarik perhatian peserta sejak awal acara.

Kupas Proses Kreatif dan Perkembangan Sastra

pspb bedah buku sastra 3

Bedah buku ini dihadiri oleh Dr Vidya Mandarani selaku Ketua PSPB Umsida, Ribut Wijoto sebagai Ketua Dewan Kesenian Sidoarjo, dan F Aziz Manna sebagai penulis buku Golek.

Ketiganya membahas berbagai aspek yang terkandung dalam buku tersebut, mulai dari proses kreatif penulisan, tema-tema yang diangkat, hingga posisi karya tersebut dalam perkembangan sastra Indonesia kontemporer.

Dr Vidya mengatakan bahwa kegiatan sastra yang diselenggarakan di ruang terbuka dapat menjadi alternatif pembelajaran yang menyenangkan sekaligus mampu merangsang kreativitas. 

“Interaksi dengan lingkungan sekitar membuka ruang yang lebih luas bagi tumbuhnya imajinasi dan gagasan kritis,” terang dosen Prodi Pendidikan Bahasa Inggris itu.

Lihat Juga :  Gelar Pelatihan Koding dan Kecerdasan Artifisial, FPIP dan FST Umsida Latih 144 Sekolah

Sementara itu, Ribut Wijoto menceritakan kedekatannya dengan sang penyair di dunia sastra. 

Ia menjelaskan bahwa penyair yang pernah aktif di Forum Studi Seni dan Sastra Luar Pagar tersebut telah lama menjadikan puisi sebagai bagian penting dalam kehidupannya. 

“Pengalaman hidup di Surabaya dan Sidoarjo kemudian banyak mewarnai karya-karya yang ditulisnya,” tuturnya.

Menurut Ribut, puisi-puisi Aziz berangkat dari realitas sehari-hari yang dekat dengan masyarakat. 

Namun, pengalaman sosial tersebut diolah melalui permainan bahasa dan imaji sehingga menghadirkan ruang tafsir yang kaya bagi pembaca.

Penyair Ungkap Kaitan Puisi dengan Pemikiran Jawa

pspb bedah buku sastra 1

Dalam kesempatan yang sama, F Aziz Manna mengungkapkan bahwa sejumlah puisinya memiliki keterkaitan dengan tradisi pemikiran Jawa, khususnya konsep sangkan paraning dumadi.

Pandangan tersebut, kata Aziz, menjadi salah satu landasan dalam upayanya memahami manusia, alam, dan kehidupan melalui puisi yang ditulisnya.

Menjelang waktu magrib, kegiatan ditutup dengan pembacaan puisi oleh Denny Mizhar dari Pelangi Sastra Malang dan penampilan dari Natasha Elanda yang mewakili Embrio Production House Sidoarjo.

Lihat juga: Dosen Umsida Raih Hibah PTTI dan PISN 2025, Kenalkan Sidoarjo Melalui Film Dokumenter Budaya

Acara kemudian berlanjut hingga malam hari melalui pertunjukan dari para mahasiswa serta sejumlah komunitas sastra dari berbagai universitas.(Romadhona)

Sumber: Joko Susilo SHum MHum

Berita Terkini

Bramasgana umsida bantu NTT (2)
Bramasgana Umsida Berangkat ke NTT, Fokus Pulihkan 2 Hal
September 30, 2026By
duta pencerah 2026 2
Tutup Fortama, Umsida Kukuhkan Duta Pencerah 2026 Hingga Ajak Lawan LGBT
September 28, 2026By
maba 2026 (2)
UKM Umsida Ajak Maba 2026 Temukan Ruang Mengembangkan Diri
September 28, 2026By
mastama 2026
Mastama Umsida 2026 Kenalkan Ortom Kampus Lewat Konsep Baru
September 27, 2026By
wali mahasiswa baru umsida (2)
Mengapa Wali Mahasiswa Mempercayakan Putra-Putrinya ke Umsida?
September 26, 2026By
sinergi pendidikan dengan wali maba
Percayakan Pendidikan di Umsida, Fortawa 2026 Perkuat Sinergi Wali Maba
September 26, 2026By
fasilitator pkmu 2026
Menuju PKMU 2026, Fasilitator Umsida Didorong Hadir dengan Keteladanan
September 25, 2026By
Akidah dan Akhlak
Jelang PKMU 2026, Umsida Matangkan Kesiapan Pendampingan Akidah dan Akhlak
September 23, 2026By

Riset & Inovasi

PLP SDN Sidokumpul
Siswa SDN Sidokumpul Peringati Kesaktian Pancasila Bersama Tim PLP 2 Umsida
October 5, 2026By
kunjungan perpustakaan daerah 2
Kunjungi Perpustakaan Daerah, PLP 2 Umsida Tumbuhkan Minat Baca Siswa
September 24, 2026By
Pasar Desa Samiler
Buka Pasar Desa Samiler, PPK Ormawa Himagro Sajikan Nuansa Tradisional
September 22, 2026By
ekspor gula kelapa
Siapkan Produk Gula Kelapa Siap Ekspor, Umsida Dampingi PT Delima Nira Natural
September 21, 2026By
beras rumput laut
Keunggulan Diarice, Beras Analog dari Rumput Laut yang Kaya Nutrisi
September 16, 2026By

Prestasi

Pojok Statistik Umsida Ranking 1 Nasional (2)
Pojok Statistik Umsida Raih Ranking 1 Nasional Tahun 2026
October 5, 2026By
tim jenggolo ikuti kmhe 2026
Tim Jenggolo Umsida Siap Bawa Arshaka V2 ke KMHE 2026
October 2, 2026By
world university rankings (2)
Masuk THE World University Rankings 2027, Umsida Perkuat Rekognisi Internasional
October 1, 2026By
penghargaan Pojok Statistik Umsida
Pojok Statistik Umsida Kembali Jadi Terbaik 1 Nasional BPS RI
September 30, 2026By
beras analog rumput laut 2
DIARICE, Inovasi Rumput Laut Jadi Beras Analog Karya Umsida Lolos KMI Expo 2026
September 10, 2026By

Opini

bijak menggunakan teknologi AI (Pexels)
Teknologi Tak Bisa Dibendung, Ini Cara Bijak Penggunaan AI
October 2, 2026By
kebutuhan air data center AI (Pexels)
Benarkah AI Menguras Jatah Air Bersih? Ini Kata Pakar Umsida
October 1, 2026By
karhutla (Dok Antara Foto)
Mengapa Karhutla Terus Berulang? Bagaimana Mencegahnya?
September 23, 2026By
politik uang dalam Muhammadiyah 5
Politik Uang dalam Muhammadiyah
September 22, 2026By
satanic dan seni
Gunakan Simbol Satanic Saat Perayaan Seni, Ini Tanggapan Pakar Umsida
September 15, 2026By