Umsida.ac.id – Dewan Perwakilan Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (DPM Umsida) kembali menggelar program unggulannya, Sekolah Legislatif Vol. II, pada Sabtu-Ahad (20-21/06/2026).
Mengusung tema “Legislative 4.0: Navigasi Hukum dan Transformasi Parlemen Mahasiswa di Era Digital”, kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran bagi mahasiswa untuk memahami sistem legislasi, demokrasi, hingga peran parlemen dalam menghadapi tantangan era digital.
Lihat juga: Gelar Bincang Legislatif, DPM Umsida Datangkan DPRD Jatim untuk Kuatkan Peran Mahasiswa
Kegiatan yang berlangsung di Kampus 1 Umsida dan dilanjutkan di Gedung DPRD Kabupaten Pasuruan ini diikuti oleh 70 peserta.
Mereka adalah mahasiswa Umsida dari Ormawa, Ortom, dan UKM), serta delegasi eksternal dari 17 perguruan tinggi di Jawa Timur yang tergabung dalam Forum Lembaga Legislatif Mahasiswa Indonesia (FL2MI).
Sekolah Legislatif Jadi Ruang Belajar Sistem Legislasi
Ketua Pelaksana Sekolah Legislatif Vol. II, Wafa Salsabila, menjelaskan, “Sekolah legislatif tahun ini membuka forum tentang bagaimana cara memahami sistem legislasi yang ada di Indonesia,”.
Ia menjelaskan bahwa kegiatan ini dibagi menjadi dua bagian utama, yakni stadium general dan sekolah legislatif.
“Pada sesi stadium general, peserta memperoleh wawasan mengenai kepemimpinan, peran generasi muda, serta tantangan demokrasi saat ini,” tuturnya.
Sementara itu, imbuh Salsa, sesi sekolah legislatif menghadirkan sejumlah narasumber dari kalangan legislatif, akademisi, penyelenggara pemilu, hingga praktisi media yang membahas berbagai aspek penting dalam proses penyusunan kebijakan publik.
Hadirkan Praktisi Parlemen dan Demokrasi

Pada hari pertama, peserta mengikuti rangkaian materi yang disampaikan oleh para praktisi dan pemangku kebijakan.
Sesi pertama, stadium general menghadirkan Lia Istifhama dari DPD RI Jawa Timur yang membahas representasi politik dan penyerapan aspirasi masyarakat.
Dalam paparannya, Lia menjelaskan tantangan legislator di tengah perubahan sosial dan perkembangan teknologi informasi.
Setelah sesi tersebut, peserta memperoleh materi dari Adinda Denisa SPsi MM, Wakil DPRD Pasuruan, mengenai peran generasi muda sebagai penggerak masa depan bangsa.
Materi berikutnya disampaikan oleh Muh Zakaria Dimas SKom selaku anggota DPRD Sidoarjo, yang membahas fungsi badan anggaran dalam pemerintahan daerah.
Peserta juga mendapatkan wawasan tentang demokrasi dan pilar negara dari Muhammad Yasin, Komisioner KPU Sidoarjo.
Sementara itu, Mochamad Fajar Soleh SSos, membahas pentingnya analisis sosial melalui policy brief sebagai dasar penyusunan rekomendasi kebijakan.
Hari pertama diakhiri dengan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) pada malam hari (20/6).
“Peserta dibagi menjadi 3 kelompok untuk membahas berbagai isu yang berkembang di daerah masing-masing. Hasil diskusi tersebut kemudian dikemas dalam bentuk mind mapping sebagai alternatif penyusunan policy brief,” tuturnya.
Diskusi Soal Isu-Isu Sekitar

Dan materi terakhir digelar di hari kedua pagi, (21/6) tentang Teknik Legislasi dalam Penyusunan Peraturan Perundang-Undangan oleh Dr Rifqi Ridlo Phahlevy SH MH, dosen Hukum Umsida.
Setelah itu, peserta mempresentasikan hasil FGD mereka di Gedung DPRD Kabupaten Pasuruan.
Presentasi tersebut menjadi wadah bagi peserta untuk mengasah kemampuan berpikir kritis, menyusun argumentasi, serta menawarkan solusi terhadap persoalan publik yang mereka temui.
Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan sesi penghargaan (awarding) bagi kelompok terbaik sebelum seluruh peserta resmi menyelesaikan Sekolah Legislatif Vol. II.
Ketua Umum DPM Umsida, Bagus Anggara Putra, berpesan agar mahasiswa agar tidak hanya aktif menyuarakan aspirasi melalui aksi demonstrasi, tetapi juga memahami substansi isu dan proses legislasi yang melatarbelakanginya.
Lihat juga: Wadahi Aspirasi Mahasiswa, DPM Umsida Gelar Forum Mahasiswa Vokal
“Mudah-mudahan Sekolah Legislatif Vol. II dapat berperan atas perkembangan teman-teman sekalian, membersamai langkah kita,” ungkapnya.(Romadhona)














