Umsida.ac.id – Prestasi membanggakan kembali diraih oleh atlet tapak suci Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida).
Kali ini datang dari Windy Wulandari, mahasiswa Program Studi Akuntansi yang berhasil meraih juara 1 kategori tanding dewasa putri kelas A dalam ajang Indonesia Pencak Silat Paku Bumi Open 14th Championship 2026.
Lihat juga: Mahasiswa Ini Sabet 2 Emas di Kejuaraan Ju Jitsu Nasional
Kompetisi bergengsi ini diselenggarakan pada 04–05 April 2026 di GOR Lembah Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, dan diikuti oleh atlet dari berbagai daerah hingga luar negeri.
Keikutsertaan Windy menjadi bagian dari perjuangan tim Tapak Suci Umsida yang mengirimkan 22 atlet terbaik untuk berlaga di ajang tersebut.
Ikuti Seleksi Ketat Sejak Awal
Mahasiswa yang juga aktif di organisasi Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), mengungkapkan bahwa keikutsertaannya dalam kompetisi ini tidak datang secara instan.
Ia harus melalui proses seleksi yang dilakukan oleh tim Tapak Suci Umsida untuk memilih atlet terbaik.
“Awalnya ada informasi tentang event di Yogyakarta, lalu Tapak Suci Umsida mengadakan seleksi untuk atlet. Alhamdulillah, saya terpilih menjadi salah satu yang mewakili,” ujarnya.
Menurutnya, seleksi tersebut menjadi tahap penting untuk memastikan bahwa atlet yang dikirim benar-benar siap menghadapi kompetisi, terlebih karena ajang ini memiliki skala internasional.
Ia juga menyampaikan bahwa jumlah atlet yang diberangkatkan cukup banyak, yakni 22 orang, yang semuanya merupakan hasil seleksi dari berbagai kategori.
Tetap Konsisten Latihan Saat Libur
Dalam menghadapi kompetisi besar ini, mahasiswa semester 4 itu bersama atlet lainnya menjalani persiapan yang cukup intensif.
Salah satu metode yang dilakukan adalah training center (TC) di kampus sebelum memasuki masa libur perkuliahan.
Namun, tantangan muncul ketika jadwal persiapan bertepatan dengan libur kuliah.
Meski demikian, semangat para atlet tidak surut.
Mereka tetap menjalani latihan secara mandiri di rumah masing-masing.
“Selama libur, kami tetap latihan mandiri dan menyetorkan hasil latihan secara online melalui Google Drive. Jadi walaupun tidak di kampus, kami tetap disiplin latihan,” jelasnya.
Menurutnya, metode ini menjadi solusi agar kualitas latihan tetap terjaga, meskipun tidak dilakukan secara langsung bersama tim.
Hal ini juga menunjukkan komitmen tinggi para atlet dalam mempersiapkan diri menghadapi pertandingan.
Windy menambahkan bahwa perbedaan utama dari kompetisi kali ini adalah levelnya yang lebih tinggi dibandingkan sebelumnya.
“Biasanya saya ikut event nasional, tapi yang ini sudah internasional, jadi persaingannya jauh lebih ketat,” katanya.
Mental Jadi Kunci Kemenangan

Selain persiapan fisik dan teknik, Windy mengaku bahwa tantangan terbesar yang ia rasakan justru berasal dari sisi mental.
Ia merasa memiliki tanggung jawab besar karena membawa nama Tapak Suci Umsida di ajang internasional.
“Saya sempat merasa takut dan minder karena lawan-lawan terlihat lebih kuat. Apalagi ini event internasional, jadi tekanannya berbeda,” ungkapnya.
Namun, ia berusaha mengatasi rasa tersebut dengan tetap percaya pada proses latihan yang telah dijalani.
Prinsip bahwa usaha tidak akan mengkhianati hasil menjadi pegangan utama selama bertanding.
Perlahan, rasa minder tersebut berubah menjadi motivasi untuk tampil maksimal.
Ia mampu menjaga fokus dan strategi selama pertandingan, hingga akhirnya berhasil meraih posisi juara pertama.
Dukungan Keluarga dan Kampus Jadi Kekuatan Atlet Tapak Suci

Windy menyadari bahwa keberhasilannya tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, mulai dari keluarga, tim, hingga kampus.
“Tentu ada dukungan dari orang tua, teman-teman tim, dan juga dari kampus yang sudah memberikan fasilitas dan support yang baik,” ujarnya.
Menurutnya, dukungan tersebut menjadi sumber semangat yang membuatnya tetap percaya diri dalam menghadapi setiap pertandingan.
Untuk ke depan, Windy mengaku belum memiliki rencana pasti terkait turnamen selanjutnya.
Namun, ia memiliki satu tujuan yang jelas, yakni terus mengharumkan nama Tapak Suci Umsida di berbagai ajang.
Lihat juga: Atlet Ini Raih 2 Medali Sekaligus di Ajang Batu Karate Challenge Open Tournament Series 2025
“Target saya tentu ingin terus membanggakan nama Tapak Suci Umsida,” katanya.(Romadhona)



















