magang internasional pendidikan bahasa inggris umsida

Praktikkan Kompetensi Bahasa Inggris, 2 Mahasiswa Umsida Magang di Thailand

Umsida.ac.id – Dua mahasiswa dari program studi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (PBI Umsida) berkesempatan untuk melaksanakan Joint Internship program dan KKN Internasional di negeri gajah putih.

Mereka adalah Muhammad Abimael Samlin dan Nur Khalifah, yang akan melaksanakan magang selama satu semester penuh yang dimulai sejak Juni hingga September 2026.

Lihat juga: Ikuti Yala Internship Program, Ini Inovasi Mahasiswa Umsida

Keduanya diberangkatkan ke lokasi magang pada Sabtu, (6/6/2026) dan akan menjalankan tugas pengajaran di sekolah-sekolah mitra di Thailand sebagai bagian dari program kolaborasi internasional bidang pendidikan.

Perkuat Internasionalisasi Umsida

magang internasional pendidikan bahasa inggris umsida

Dalam pelaksanaan program ini, Umsida berkolaborasi dengan sejumlah Perguruan Tinggi Muhammadiyah di Indonesia, di antaranya Universitas Muhammadiyah Surabaya, Universitas Muhammadiyah Sorong, Universitas Muhammadiyah Palopo, Universitas Muhammadiyah Gresik, dan beberapa kampus mitra lainnya.

Keberangkatan mahasiswa Umsida didampingi langsung oleh Kepala Lembaga Kerja Sama dan Urusan Internasional (LKUI) Umsida sekaligus Koordinator Program, Isna Fitria Agustina MSi, bersama Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Dr Fika Megawati MPd.

Program yang berada di bawah koordinasi Dinas Pendidikan Provinsi Loei tersebut mendapat apresiasi positif dari pihak pendidikan setempat, terutama terhadap kualitas mengajar mahasiswa Indonesia yang selama ini terlibat dalam program tersebut. 

Sebelum diterjunkan ke sekolah tujuan, seluruh peserta mengikuti pelatihan intensif yang diberikan oleh pengajar bahasa Inggris Thailand mengenai budaya lokal, panduan hidup, serta pelaksanaan proyek pendidikan di wilayah Loei.

Dalam pembukaan program, Loei Provincial Education Officer, Sersan Dr Mongkhon Sonnuan, memaparkan latar belakang dan tujuan program kerja sama tersebut. 

Sementara itu, perwakilan delegasi Indonesia yang diwakili oleh Rektor Universitas Muhammadiyah Gresik, Prof Dr Khoirul Anwar MPd, menekankan pentingnya kolaborasi akademik internasional dalam pengembangan pembelajaran bahasa Inggris di masa depan.

Mengajar Bahasa Inggris di Sekolah Perbatasan Thailand-Laos

Salah satu peserta dari Umsida, Nur Khalifah, mengungkapkan bahwa keputusannya mengikuti program ini berawal dari rekomendasi dosen program studi.

Setelah mempertimbangkan manfaat yang ditawarkan, terutama karena program tersebut telah mencakup konversi semester dan PLP 2, ia akhirnya memutuskan untuk mendaftar.

Lihat Juga :  Umsida Akan Gelar UAE Program, Liburan Edukatif dan Seru untuk Siswa SD–SMA, Yuk Daftar!

“Saya merasa program ini sangat bermanfaat untuk pengembangan diri dan karir saya di masa depan,” ujar mahasiswa yang biasa disapa Zelfa itu.

Ia ditempatkan di Ban Chiang Khan Wittaya School yang berada di wilayah Chiang Khan, Thailand, tidak jauh dari perbatasan Laos. 

Di sekolah tersebut ia mengajar siswa kelas 1 dan 2 sekolah dasar yang masih memiliki kemampuan bahasa Inggris dasar.

Inovasi Pembelajaran Bahasa Inggris melalui Lagu

magang internasional pendidikan bahasa inggris umsida

Dalam proses pembelajaran, mahasiswa semester 4 itu menghadirkan pendekatan yang lebih menyenangkan melalui penggunaan lagu sebagai media belajar bahasa Inggris.

Ia melihat sebagian siswa masih sangat terbatas dalam memahami percakapan sederhana berbahasa Inggris.

Karena itu, penggunaan lagu dipilih untuk menciptakan suasana belajar yang lebih menarik dan interaktif.

“Saya koordinasi dulu dengan guru pamong di ini. Karena menurut saya, kalau mereka sudah enjoy, mereka bisa belajar dengan lebih baik,” tuturnya.

Menanggapi usulan itu, pihak sekolah juga mengusulkan mahasiswa untuk membuat kegiatan morning talk untuk membiasakan siswa menggunakan bahasa Inggris dalam kehidupan sehari-hari.

Padatnya aktivitas mengajar dan persiapan materi setiap hari membuatnya harus belajar mengatur waktu dengan baik selama berada di Thailand.

Meski demikian, pengalaman itu menjadi proses pembelajaran yang sangat berharga baginya. 

Ia mengaku memperoleh banyak pengalaman baru.

“Melalui program ini saya tidak hanya mengembangkan kemampuan mengajar, tetapi juga meningkatkan kemampuan bahasa Inggris dan menjadi lebih percaya diri bertemu banyak orang baru,” ungkapnya.

Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Umsida, Dr Fika Megawati MPd menjelaskan bahwa program ini dirancang sebagai pembelajaran berbasis pengalaman yang mengintegrasikan praktik mengajar, pengabdian kepada masyarakat, dan interaksi lintas budaya dalam konteks internasional.

“Mahasiswa tidak hanya dituntut menguasai materi dan metode pembelajaran, tetapi juga mampu menyesuaikan strategi pengajaran dengan kebutuhan serta karakteristik peserta didik di sekolah penempatan,” jelasnya.

Lihat juga: Siap Magang Bersama Wijaba Hingga ke Bali, Umsida Lepas 11 Mahasiswa

Menurutnya, program tersebut memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk memahami secara langsung praktik pembelajaran Bahasa Inggris di sekolah luar negeri.(Romadhona)