Umsida.ac.id – Kelompok KKN Terpadu 12 Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) menggelar sosialisasi dan pelatihan pembuatan eco enzyme bersama 55 ibu PKK Desa Cangkring, Kecamatan Krembung, Kabupaten Sidoarjo pada Sabtu, (12/7/2026).
“Kegiatan ini merupakan salah satu program kerja di bidang lingkungan yang bertujuan mengajak masyarakat memanfaatkan sampah organik rumah tangga menjadi produk yang lebih bernilai guna sekaligus mendukung upaya pelestarian lingkungan,” ujar Ketua Kelompok KKN T 12, Diska Widyo Pratama.
Lihat juga: Masih Konvensional, UMKM Klepon Bulang Go Digital Bersama KKN T 14 Umsida
Selain itu, tim KKN juga menemukan bahwa warga Desa Cangkring masih belum mengetahui bahwa limbah organik yang bisa diolah menjadi eco enzyme.
Jadi pelatihan ini juga bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah organik rumah tangga.
Diska berharap pelatihan ini dapat menjadi langkah awal bagi masyarakat untuk lebih peduli dalam mengelola sampah organik di lingkungan sekitar.
“Kami harap ibu-ibu PKK dapat menerapkan ilmu yang telah diperoleh di rumah masing-masing dan membagikan pengetahuan ini kepada masyarakat sekitar,” ujarnya.
Dengan begitu, imbuhnya, sampah organik tidak lagi hanya menjadi limbah, tetapi bisa diolah menjadi produk yang bermanfaat.
Kenalkan Manfaat Eco Enzyme

Pada sesi awal, Siska Radika Putri selaku pemateri menyampaikan mengenai pengertian, manfaat, serta proses pembuatan eco enzyme.
Para kader PKK diperkenalkan manfaat eco enzyme, mulai dari pembersih alami, pupuk cair organik, aktivator kompos, hingga cairan serbaguna yang ramah lingkungan untuk kebutuhan sehari-hari.
Suasana sosialisasi berlangsung interaktif.
Kader PKK tampak antusias mengikuti materi dan aktif mengajukan pertanyaan mengenai proses fermentasi, cara penyimpanan, hingga pemanfaatan eco enzyme setelah masa panen.
Salah satu kader, Ami, mengaku mendapatkan pengetahuan baru melalui kegiatan tersebut.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat. Ternyata sampah kulit buah yang biasanya dibuang bisa diolah menjadi sesuatu yang lebih berguna melalui eco enzyme,” ujarnya.
Praktik Langsung Pembuatan Eco Enzyme

Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan praktik pembuatan eco enzyme yang dipandu oleh Siska bersama anggota kelompok KKN.
“Kami sudah menyiapkan alat dan bahannya. Namun, ibu-ibu PKK juga kami himbau untuk membawa bahan berupa sampah organik yang ada di rumah,” jelasnya.
Dalam praktik tersebut, peserta mempersiapkan bahan berupa air, gula merah atau molase, serta limbah kulit buah dan sayuran yang telah dicuci bersih dan dipotong kecil agar proses fermentasi berjalan lebih optimal.
Selanjutnya, air dimasukkan terlebih dahulu ke dalam wadah hingga sekitar 70 hingga 80 persen kapasitas, kemudian gula dilarutkan sampai tercampur merata sebelum limbah organik dimasukkan.
“Wadah fermentasi harus ditutup rapat dan disimpan di tempat yang teduh serta terhindar dari sinar matahari langsung,” terangnya.
Proses fermentasi membutuhkan waktu sekitar tiga bulan dan pada minggu-minggu awal wadah perlu dibuka secara berkala untuk mengeluarkan gas hasil fermentasi.
Lihat juga: Gandeng RS Emma, KKN T 24 Umsida Gelar Layanan Kesehatan dan Pojok JKN
Setiap kader PKK membawa pulang hasil karya mereka sekitar 1 liter cairan eco enzyme.
Eco enzyme ini nantinya bisa digunakan sebagai pembersih alami, pupuk cair organik, dan aktivator kompos.(Nanda)














