lomba adzan dan tahfidz

Dari Adzan hingga Tahfidz, KKN T 17 Gali Potensi Generasi Qur’ani Desa Jatikalang

Umsida.ac.id – Suara adzan dan lantunan hafalan Al-Qur’an terdengar dari Masjid Jatikalang, Dusun Jati Krajan, Desa Jatikalang, Kecamatan Prambon pada Ahad, (9/8/2026). 

Sebanyak 37 santri dari enam TPQ mengikuti Ajang Apresiasi Adzan dan Tahfidz Al-Qur’an yang digelar KKN T 17 Umsida.

Lihat juga: HIV/AIDS di Sidoarjo Meningkat, KKN T 19 Buat Program SIGAP

Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi para santri untuk menunjukkan kemampuan yang selama ini mereka pelajari di TPQ, sekaligus melatih keberanian tampil di hadapan orang lain.

Sebanyak enam TPQ turut berpartisipasi, yakni TPQ Nurul Hidayah, TPQ Darul Hikmah, TPQ As-Silakhi, TPQ Darussalam, TPQ Baiti Qur’ani, dan TPQ An-Najiyah.

Para peserta mengikuti dua kategori, yakni adzan dan tahfidz Al-Qur’an. Sejak pagi, santri datang bersama pengajar masing-masing dan mengikuti rangkaian kegiatan hingga selesai.

Memberi Ruang untuk Berani Tampil

lomba adzan dan tahfidz

Ketua KKN T 17 Umsida, Aflah, mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya diarahkan untuk melihat kemampuan santri dalam adzan dan menghafal Al-Qur’an.

Mahasiswa ingin memberikan pengalaman bagi anak-anak untuk tampil di depan orang lain setelah selama ini belajar di lingkungan TPQ masing-masing.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan ruang bagi anak-anak untuk menunjukkan kemampuan mereka sekaligus melatih keberanian tampil di depan umum. Kami berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan semangat para santri untuk terus belajar dan mencintai Al-Qur’an,” ujar Aflah.

Pertemuan para santri dari berbagai TPQ juga membuat kegiatan tidak hanya berlangsung dalam suasana perlombaan. 

Mereka dapat saling bertemu, mengenal, dan menyaksikan kemampuan teman sebaya dari lingkungan yang berbeda.

Lihat Juga :  Kreatif! KKN-P 01 Umsida Ajarkan Seni Kolase untuk Edukasi dan Kesadaran Lingkungan
Peran Pengajar dalam Membentuk Generasi Qur’ani

Semangat para santri tidak terlepas dari pendampingan pengajar TPQ yang selama ini membersamai proses belajar mereka.

Salah satunya Umi Hanim Habibah. Baginya, mengajarkan Al-Qur’an kepada anak-anak merupakan cita-cita yang telah ia miliki sejak kecil.

“Saya sangat bahagia bisa mengamalkan ilmu yang sedikit ini kepada mereka. Melihat semangat anak-anak dalam belajar Al-Qur’an, termasuk dalam mengikuti kegiatan adzan dan tahfidz, menjadi kebahagiaan tersendiri bagi saya,” ungkapnya.

Ia mengatakan bahwa mendampingi anak-anak memiliki dinamika tersendiri. Karakter santri yang aktif justru menjadi bagian dari proses yang mengajarkannya tentang kesabaran dan keikhlasan.

Kehadiran para pengajar dalam ajang tersebut sekaligus menjadi bentuk dukungan terhadap santri yang mulai berani menunjukkan kemampuan di luar proses pembelajaran rutin.

Adzan dan Tahfidz Latih Percaya Diri

lomba adzan dan tahfidz

Bagi peserta, pengalaman mengikuti kegiatan juga memberikan kesan tersendiri.

Ahmad Rizki Mahardika dari TPQ Darussalam mengaku senang dapat bertemu dengan santri dari TPQ lain.

“Saya senang bisa mengikuti kegiatan ini karena dapat menambah pengalaman dan melatih keberanian tampil di depan banyak orang. Saya juga bisa bertemu teman-teman dari TPQ lain dan belajar bersama,” ujarnya.

Lihat juga: KKN Umsida Bawa Pendidikan Kreatif dan Kebiasaan Positif ke Sekolah di Mojo

Pertemuan tersebut membuat Ajang Apresiasi Adzan dan Tahfidz Al-Qur’an menjadi ruang silaturahmi antara santri, pengajar TPQ, mahasiswa KKN, dan masyarakat Desa Jatikalang.(Aniza)