minuman herbal dari kemangi 1

Minuman Herbal K’Mon Jadi Inovasi KKN T 29 Umsida Manfaatkan Kemangi

Umsida.ac.idKemangi yang biasanya hadir sebagai pelengkap lalapan kini disajikan dengan cara berbeda oleh KKN T 29 Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida). 

Dengan kombinasi madu dan lemon, tanaman beraroma khas itu diracik menjadi minuman herbal K’Mon dan dikenalkan kepada ibu-ibu TP PKK Desa Kedungsukodani, Kecamatan Balongbendo, Kabupaten Sidoarjo.

Lihat juga: Dimsum Daun Kelor, Inovasi KKN P 6 Umsida Cegah Stunting

Sosialisasi dan demonstrasi pembuatan K’Mon dilaksanakan di Balai Desa Kedungsukodani, Minggu (9/8/2026). Nama K’Mon sendiri diambil dari tiga bahan utamanya, yakni kemangi, madu, dan lemon.

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa tidak sekadar memperkenalkan produk jadi. Peserta diajak memahami bahan yang digunakan, melihat proses pembuatannya, mencicipi hasil olahan, hingga mendiskusikan cara penyajiannya.

Kenalkan Cara Baru Mengolah Kemangi

minuman herbal dari kemangi 1

Ketua KKN T 29 Umsida, Akhmad Nur, mengatakan bahwa kegiatan tersebut dibuat sebagai edukasi pemanfaatan bahan yang mudah ditemui masyarakat.

“Kami mengedukasi tentang kandungan bahan, manfaatnya, hingga cara mengolahnya menjadi minuman herbal yang sederhana dan dapat dibuat sendiri di rumah,” ujarnya.

Materi mengenai bahan utama K’Mon disampaikan oleh Windi Hidayanti, salah satu mahasiswa KKN. 

Peserta diperkenalkan pada kandungan yang terdapat dalam kemangi, madu, dan lemon.

Dalam materi tersebut, kemangi disebut mengandung vitamin A, C, K, flavonoid, dan eugenol.

Madu mengandung fruktosa, glukosa, vitamin B, serta antioksidan, sedangkan lemon mengandung vitamin C, asam sitrat, flavonoid, dan kalium.

Ia juga mengingatkan peserta untuk memperhatikan kebersihan bahan dan proses pengolahan ketika membuat minuman tersebut di rumah.

Pembuatan yang Cukup Sederhana

Setelah sesi materi, mahasiswa langsung menunjukkan proses pembuatan K’Mon di hadapan ibu-ibu PKK.

Daun kemangi terlebih dahulu dicuci hingga bersih, kemudian diseduh dengan air hangat selama sekitar lima hingga sepuluh menit. 

Lihat Juga :  Indonesia Jadi Importir Gula Terbesar di Dunia, Dosen Umsida Ungkap Penyebab dan Solusinya

Setelah disaring, air seduhan dicampurkan dengan perasan lemon.

Madu baru ditambahkan ketika suhu minuman sudah hangat. 

Setelah seluruh bahan tercampur, K’Mon dapat dinikmati dalam kondisi hangat maupun dingin.

Takaran bahan juga tidak dibuat terlalu kaku. 

“Peserta dapat menyesuaikan komposisi berdasarkan rasa yang diinginkan,” tutur Windi.

Jumlah madu dapat ditambah apabila menginginkan rasa yang lebih manis. 

Sebaliknya, perasan lemon dapat diperbanyak untuk menghasilkan karakter yang lebih asam dan segar.

Fleksibilitas tersebut membuat ibu-ibu PKK dapat mencoba kembali resep K’Mon dengan menyesuaikannya pada selera keluarga masing-masing.

“Lalu K’Mon dapat ditempatkan di lemari pendingin maksimal dua hari,” jelasnya.

Kader PKK Mencoba K’Mon

minuman herbal dari kemangi 1

Peserta tidak hanya menyaksikan demonstrasi. 

Tim KKN T 29 juga membagikan K’Mon yang telah disiapkan agar ibu-ibu PKK dapat langsung mengetahui karakter rasanya.

Perpaduan ketiga bahan menghasilkan rasa asam dan segar dengan tingkat kemanisan yang ringan.

Salah satu anggota PKK Desa Kedungsukodani, Tri Wahyuni, lebih menyukai karakter K’Mon yang tidak terlalu manis.

“Untuk orang yang suka manis, ini memang kurang manis. Tapi kalau untuk umur 40-an ke atas, ini sangat pas. Jadi rasanya asam, segar, dan menurut saya lebih enak diminum waktu dingin,” ujarnya.

Lihat juga: Sekam Padi Tak Lagi Terbuang, KKN T 8 Umsida Olah Jadi Briket Bernilai Guna

K’Mon menjadi salah satu contoh bahwa inovasi dapat dimulai dari bahan yang sudah dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Kemangi yang lebih dikenal masyarakat sebagai lalapan dicoba dalam bentuk berbeda dengan mengkombinasikannya bersama madu dan lemon.(Nadia)