Umsida.ac.id – Kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) 44 Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) mengedukasi remaja dalam “Bijak Bermedia Digital, Cerdas Menjaga Kesehatan: Edukasi HIV/AIDS dan Literasi Kesehatan bagi Remaja” di Balai Desa Ngembat pada Ahad, (23/8).
Program ini menjadi salah satu bentuk kepedulian mahasiswa terhadap isu kesehatan remaja yang semakin relevan di tengah derasnya arus informasi digital saat ini.
Lihat juga: HIV/AIDS di Sidoarjo Meningkat, KKN T 19 Buat Program SIGAP
Kegiatan ini dikoordinasikan oleh tim KKN dan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Ahmad Mulyadi Drs Ec MSA.
Program ini melibatkan tenaga kesehatan profesional sebagai pemateri utama, yaitu dr Nizar Satrio dari UPT Puskesmas Gondang Mojokerto, yang memberikan pemaparan mendalam mengenai HIV/AIDS serta cara menyaring informasi kesehatan yang beredar di media digital.
Topik HIV/AIDS Masih Tabu

Sosialisasi ini menyasar kalangan remaja Desa Ngembat, khususnya anggota Karang Taruna serta siswa jenjang SMA dan SMP, sebagai kelompok usia yang dinilai rentan terhadap risiko penularan HIV/AIDS dan rentan terpapar informasi kesehatan yang keliru di media sosial.
Ketua KKN, Alfan Yudi Fardana Madjid menjelaskan bahwa tim KKN pertimbangan bahwa remaja merupakan kelompok usia produktif yang aktif menggunakan gawai dan media digital.
“Namun tidak semua memiliki bekal literasi kesehatan yang memadai untuk memilah informasi yang benar dari yang menyesatkan,” terangnya.
Dalam pemaparannya, dr Nizar Satrio menjelaskan secara komprehensif mengenai cara penularan HIV/AIDS, upaya pencegahan yang dapat dilakukan sejak dini, serta pentingnya menghindari stigma terhadap Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA).
Selain aspek medis, materi juga membahas tentang literasi digital.
Peserta diajak untuk lebih kritis dan cermat dalam menerima serta menyebarkan informasi kesehatan yang mereka temui di internet maupun media sosial, mengingat tidak semua informasi yang beredar telah terverifikasi kebenarannya.
Apresiasi Sasaran Edukasi

Antusiasme peserta terlihat sepanjang jalannya kegiatan, baik dari kalangan Karang Taruna maupun pelajar SMA dan SMP yang hadir di Balai Desa Ngembat. Diskusi dua arah antara peserta dan pemateri turut memperkaya pemahaman remaja mengenai pentingnya menjaga kesehatan diri sekaligus bijak dalam bermedia digital.
dr Nizar Satrio mengapresiasi inisiatif mahasiswa KKN dalam menghadirkan edukasi kesehatan langsung ke tengah masyarakat desa.
“Kegiatan seperti ini penting supaya mereka dapat informasi yang akurat langsung dari sumbernya,” ujarnya.
Ia juga berharap kolaborasi antara Puskesmas dan mahasiswa KKN semacam ini dapat terus berlanjut di kegiatan-kegiatan berikutnya.
Sementara itu, Kepala Desa Ngembat, Tri Handono, turut menyambut positif program kerja yang dijalankan mahasiswa KKN.
Lihat juga: KKN T 15 Umsida Gelar Fisioterapi Gratis di Desa Wonoplintahan
“Kami sangat terbantu dengan adanya program ini. Topik HIV/AIDS ini kadang masih dianggap tabu untuk dibicarakan terbuka, padahal remaja kita perlu tahu supaya bisa menjaga diri sejak dini,” katanya.
Ia berharap program-program edukasi seperti ini dapat memberikan dampak jangka panjang bagi generasi muda Desa Ngembat, serta mendorong warga untuk semakin peduli terhadap isu kesehatan di lingkungan sekitar.(Mega)














