Umsida.ac.id – Mahasiswa Program Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) 2 Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) menggelar sosialisasi pencegahan bullying di Sekolah Alam Al Izzah Krian, Selasa (13/10/2026).
Mereka menyasar para siswa kelas 4 dan 5, yang sudah cukup dewasa untuk diberi pengertian tentang bullying, berani bersuara, dan saling menjaga di lingkungan sekolah.
Lihat juga: Kunjungi Perpustakaan Daerah, PLP 2 Umsida Tumbuhkan Minat Baca Siswa
Kegiatan bertema “Kenali Bullying, Jadilah Teman yang Baik” ini diikuti 35 siswa kelas 4 dan 42 siswa kelas 5, serta didampingi guru pamong.
Pentingnya Edukasi Anti Perundungan Sejak Dini

“Bullying bisa terjadi di mana saja, termasuk di sekolah, sehingga paling efektif dicegah sejak dini,” ujar Ketua PLP 2 Umsida, Hilda Rasyidatun Nisa.
Lantas, ia menyampaikan alasan di balik kegiatan ini.
Tidak semua luka bisa terlihat dan tidak semua anak mampu mengungkapkan apa yang mereka rasakan,” jelasnya.
Oleh karena itu, imbuh Hilda, tim PLP Umsida ingin menumbuhkan kesadaran bahwa setiap anak berhak merasa aman, dihargai, dan diterima tanpa takut direndahkan oleh orang lain.
“Kami mengajak adik-adik untuk memahami bahwa setiap perkataan dan tindakan memiliki dampak bagi orang lain. Kami ingin menumbuhkan kesadaran bahwa menjadi teman yang baik bukan hanya tentang tidak menyakiti, tetapi juga tentang memiliki keberanian untuk peduli ketika melihat orang lain disakiti,” pesannya.
Ajak Siswa Berani Tolak Perundungan
Acara dibuka dengan pertanyaan pemantik, lalu mahasiswa PLP menyampaikan materi lewat slide tentang pengertian bullying, empat jenisnya (fisik, sosial, verbal, dan cyberbullying).
Mereka juga mengenalkan berbagai dampaknya bagi korban, serta pihak yang terlibat: pelaku, korban, dan saksi.
Siswa diajarkan berani berkata “berhenti” dan “tidak”, mencatat kejadian, dan bercerita kepada orang yang dipercaya. Jika melihat bullying, mereka diminta tidak ikut-ikutan, membantu teman, dan melapor kepada guru.
Setelah ice breaking bernyanyi bersama, siswa menonton film pendek bertajuk Kisah Aris, sosialisasi dilanjutkan kuis yang diikuti perwakilan siswa.
Lalu kegiatan ditutup dengan menulis pesan positif di atas kertas dan menyerukan jargon “Sekolahku aman, temanku nyaman!”
Dukungan Sekolah Kampanyekan Anti-Bullying

Guru pamong Sekolah Alam Al Izzah Krian, Rizky Trismanto, menilai kegiatan ini bermanfaat bagi siswa.
Melalui kegiatan ini, ia berharap siswa memiliki empati, sikap saling menghargai, kepedulian terhadap sesama, serta berani bertindak dengan tepat ketika melihat bullying.
“Selain itu, saya harap siswa dapat menumbuhkan kesadaran seluruh siswa untuk menjadi teman yang baik, saling menyayangi, menghormati perbedaan, dan tidak melakukan tindakan bullying, baik secara fisik, verbal, sosial, maupun melalui media digital,” terangnya.
Pihak sekolah, menurutnya, turut menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman, serta membiasakan diri untuk berkata dan berperilaku baik kepada siapapun.
Dengan demikian, setiap siswa dapat belajar, bertumbuh, dan mengembangkan potensinya tanpa rasa takut, serta membangun budaya sekolah yang berlandaskan akhlak mulia dan kepedulian terhadap sesama.
Lihat juga: Siswa SDN Sidokumpul Peringati Kesaktian Pancasila Bersama Tim PLP 2 Umsida
Kesan baik juga datang dari para siswa.
Salah satunya, Chayra Alea Zinnia, siswa kelas 4, mengaku senang dengan film Kisah Aris karena gambarnya bagus.
“Bullying itu tidak boleh, dan bisa dijadikan pelajaran,” tandasnya.(Indana)
























