PPK Ormawa HIMA Pendidikan IPA

Hima Pendidikan IPA Lolos PPK Ormawa 2026, Hadirkan Solusi Pengolahan Limbah Sisik Ikan

Umsida.ac.idHimpunan Mahasiswa Pendidikan IPA Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) berhasil lolos dalam Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) 2026.

Tim ini mengusung program Pemberdayaan Desa Penatarsewu sebagai Desa Wirausaha Berbasis Ekonomi Sirkular melalui Program Resilient Enterprise dalam Pengolahan Limbah Sisik Ikan Mendukung SDGs-12.

Lihat juga: Bahas Mitigasi Banjir, Hima AP Umsida Gelar Audiensi dengan Dinas PUBM Sidoarjo

Program tersebut berfokus pada pemberdayaan Desa Penatarsewu, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo, sebagai desa wirausaha berbasis ekonomi sirkular.

Tim ini terdiri dari Ami Abdillah Safi, Meisya Farah Aurelia, Anggita Nur Aeni, Alfina Sinta, dan Nur Rofi’ah dari Prodi Pendidikan IPA.

Tim ini juga menggaet anggota lintas prodi yaitu Nova Monica dari PGSD, Muhammad Syukran Hammami dari Manajemen, Nailiya Noor Azizah dan Nabiilah dari Teknologi Laboratorium Medis, serta Rizal Anugerah Pratama, Rendika Dwi Kusuma, dan Angger Seta Pandega dari Teknik Mesin.

Gagasan ini lahir dari potensi desa yang memiliki banyak usaha di bidang perikanan, namun belum sepenuhnya berkembang secara optimal.

Salah satu inovasi yang diangkat adalah pengolahan limbah sisik ikan agar dapat memiliki nilai guna dan nilai ekonomi.

“Dari potensi itulah kami memilih topik desa wirausaha untuk mengembangkan potensi desa dan memberi solusi dari permasalahan di bidang wirausaha,” ujar Ami Abdillah Safi selaku Ketua Tim.

Proses Panjang Sejak Akhir Tahun

PPK Ormawa HIMA Pendidikan IPA

Keberhasilan tim PPK Ormawa HIMA Pendidikan IPA ini tidak diperoleh secara singkat.

“Persiapan dimulai dari bulan Desember. Kami juga observasi ke desa, mengambil data kebutuhan topik, serta melakukan FGD bersama masyarakat sasaran dan pemerintah desa,” jelasnya.

Lihat Juga :  15 Mahasiswa PPK Ormawa Umsida Buat Saung Sinau di Desa Pelosok Sidoarjo

Proses penyusunan sub proposal dilakukan hingga Maret sebelum akhirnya dikumpulkan pada akhir bulan tersebut.

Dalam prosesnya, banyak pihak yang terlibat, mulai dari tim pelaksana, HIMA Pendidikan IPA, Ria Wulandari SPd MPd selaku dosen pendamping, kemahasiswaan, perguruan tinggi, hingga masyarakat desa.

Ami menambahkan bahwa tim melakukan berbagai strategi agar penyusunan proposal berjalan lebih efektif.

Anggota tim dibagi dalam beberapa bidang, seperti penyusun sub proposal, desain media, observasi, teknologi, dan bidang pendukung lainnya.

“Proses perjuangan kami lakukan dengan maksimal. Tim melakukan bimbingan teknis hampir setiap hari agar penyusunan sub proposal sesuai dengan sistematika ketentuan, rasional, dan sesuai dengan program,” ungkap Ami.

Jadi Pengalaman dalam Pendidikan IPA

PPK Ormawa HIMA Pendidikan IPA

Meisya Farah Aurelia selaku salah satu anggota mengaku sangat senang dan bangga ketika mengetahui timnya berhasil lolos dalam PPK Ormawa.

Menurutnya, pencapaian ini menjadi bukti bahwa kerja sama, diskusi, dan proses panjang yang dilakukan tim akhirnya membuahkan hasil.

“Kesan paling berharga selama proses penyusunan yaitu kami belajar bekerja sama dan saling mendukung dalam tim. Begitu juga di momen pengumuman kelolosan,” tambahnya.

Meski begitu, proses penyusunan proposal juga memiliki tantangan.

Lihat juga: Snap and Style, Inovasi Bisnis Digital Mahasiswa Umsida yang Lolos P2MW 2026

“Dari proses tersebut, saya belajar tentang pentingnya disiplin, komunikasi, dan kerja sama tim,” katanya.

Setelah dinyatakan lolos, Meisya berharap bisa memberikan hasil terbaik dan mendapatkan banyak pengalaman baru.(Bella)