MoU Umsida dan IAI Jatim

Umsida Perpanjang MoU dengan IAI Jatim, Perkuat Kolaborasi Audit dan Pajak di Era Digital

Umsida.ac.id – Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) kembali memperkuat kerja sama dengan Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) Jawa Timur melalui penandatanganan perpanjangan Memorandum of Understanding (MoU) yang dirangkaikan dengan Seminar Nasional Audit dan Pajak di Era Digital pada Rabu, (03/06/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Aula Mas Mansyur Kampus 1 tersebut dihadiri oleh Rektor Umsida Dr Hidayatulloh MSi, jajaran Fakultas Bisnis, Hukum, dan Ilmu Sosial (FBHIS), dan Ketua IAI Jawa Timur Prof Drs Basuki MCom (Hons) PhD Ak CA CMA ASEAN CPA.

Lihat juga: Rektor Umsida Tinjau Alat Kesehatan di Mindray, Siapkan Pendirian RS Umsida

Selain itu, hadir pula dua narasumber yakni Ketua Bidang Kompetensi dan Profesionalisme IAI Jatim, Endang Pramuwati dan Penyuluh Pajak Ahli Muda Kanwil DJP Jawa Timur II, Gisella Ayu Pradipta.

IAI dan Umsida Hadirkan Banyak Kegiatan

MoU Umsida dan IAI Jatim

Dalam sambutannya, Prof Basuki menegaskan bahwa kerja sama antarlembaga tidak boleh berhenti pada penandatanganan dokumen semata.

“MoU ini sudah pernah kita lakukan dan hari ini merupakan perpanjangannya. Saya sangat tidak suka kalau MoU hanya berhenti di atas kertas, tetapi harus ada aktivitas yang diberikan,” ujarnya.

Menurutnya, IAI Jatim sebagai perpanjangan tangan Dewan Pengurus Nasional memiliki tanggung jawab untuk terus menyebarluaskan keilmuan kepada stakeholders, termasuk perguruan tinggi.

Ia menjelaskan bahwa semakin banyak relasi yang dibangun dengan kampus, semakin besar pula peluang kolaborasi yang dapat memberikan manfaat.

Karena itu, setiap kerja sama harus berjalan berdasarkan prinsip kesetaraan dan saling memberikan manfaat.

Ia  berharap perpanjangan MoU ini dapat terus ditindaklanjuti melalui berbagai kegiatan yang berdampak bagi mahasiswa, dosen, maupun profesi akuntansi secara luas.

Penguatan Kompetensi Mahasiswa Lewat Smeinar

Selain penandatanganan MoU, kegiatan juga diisi dengan Seminar Nasional Audit dan Pajak di Era Digital.

Prof Basuki menjelaskan bahwa praktik audit dan perpajakan saat ini telah mengalami perubahan yang sangat cepat dibandingkan beberapa dekade lalu.

Ia mencontohkan bahwa proses audit yang dahulu identik dengan tumpukan kertas kerja kini telah banyak memanfaatkan aplikasi digital dan berbagai perangkat teknologi.

Lihat Juga :  Fbhis Umsida Laksanakan International Academic Outing di Usim

“Dengan kebersediaan para narasumber hadir pada seminar ini, tolong dimanfaatkan betul-betul. Tanyakan banyak hal kepada mereka agar ilmunya bisa diperas sebanyak mungkin,” pesannya kepada peserta seminar.

Keaktifan Umsida Menjalin Kerja Sama

Selanjutnya, Rektor Umsida, Dr Hidayatulloh MSi menyampaikan apresiasi kepada IAI Jatim atas kerja sama yang selama ini telah diwujudkan melalui berbagai program.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada IAI Jatim yang selama ini telah menjalin kerja sama dan mewujudkannya dalam berbagai kegiatan. Seminar hari ini merupakan bagian dari implementasi MOU tersebut,” ungkapnya.

Rektor juga menjelaskan bahwa kultur akademik di Umsida terus berkembang melalui berbagai aktivitas yang tidak hanya berlangsung di ruang kuliah, tetapi juga melalui seminar, penelitian, publikasi ilmiah, hingga kegiatan di luar kampus.

Ia turut memaparkan capaian Umsida pada pemeringkatan Sinta Score. 

Pada tahun 2025, Umsida berhasil mengalami lonjakan signifikan dari peringkat 42 menjadi peringkat 6 untuk kategori perguruan tinggi negeri dan swasta secara nasional.

Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil optimalisasi karya ilmiah dosen dan mahasiswa yang secara konsisten diunggah ke sistem Kemendiktisaintek.

“Dosen dan mahasiswa Umsida tidak mau kalah. Seluruh potensi yang dimiliki terus dioptimalkan,” tuturnya.

Bekal Masa Depan Mahasiswa Akuntansi

MoU Umsida dan IAI Jatim

Di hadapan peserta seminar, Dr Hidayatulloh mengingatkan bahwa bidang akuntansi memiliki prospek karier yang sangat menjanjikan.

Namun, peluang tersebut hanya dapat diraih oleh lulusan yang memiliki kompetensi dan integritas yang kuat.

Lihat juga: Umsida Terima Kunjungan Anggota DPR RI, Bahas Program KIP Kuliah

“Mahasiswa yang baik itu mahasiswa yang sibuk. Bukan mahasiswa yang banyak nganggur. Sibuklah kuliah, mengikuti kegiatan, mengikuti riset, mengikuti aktivitas, kegiatan kemahasiswaan dan lainnya,” terang Dr Hidayatulloh.

Menurutnya, mahasiswa yang seperti itu akan memiliki bekal yang lebih baik ketika memasuki dunia kerja maupun memegang amanah kepemimpinan di masa depan.(Romadhona)