dosen umsida jadi GLS consultant crossref 2

Crossref Percayakan Dosen Umsida Jadi GLS Consultant untuk Kawasan Asia

Umsida.ac.id – Kepakaran dosen Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) mendapat ruang di ekosistem profesional internasional. 

Mochammad Tanzil Multazam SH MKn, dosen Program Studi Hukum sekaligus Direktur Direktorat Perpustakaan Umsida, dipercaya menjalankan kontrak profesional sebagai Grant Linking System (GLS) Consultant untuk kawasan Asia dalam proyek Crossref.

Lihat juga: Umsida dan Pemerintah Provinsi Loei Thailand Perpanjang MoU dan 8 MoA

“Penugasan tersebut memiliki arti tersendiri karena diperoleh melalui proses seleksi yang kompetitif,” terang Tanzil.

Posisi konsultansi ini, lanjutnya, membutuhkan kandidat yang tidak hanya memahami scholarly communication dan infrastruktur penelitian, tetapi juga memiliki kemampuan dalam stakeholder engagement, kebijakan penelitian, open infrastructure, metadata, serta pemahaman terhadap karakter ekosistem riset di berbagai negara Asia.

Dalam proyek tersebut, Tanzil menjalankan fokus pekerjaan di Indonesia, Malaysia, Uzbekistan, dan Kazakhstan.

Kontrak ini dilakukan dengan Publishers International Linking Association (PILA), badan hukum yang menaungi Crossref dan terdaftar di Massachusetts, Amerika Serikat. 

Surat verifikasi yang diterbitkan pada 10 Agustus 2026 juga mengonfirmasi bahwa Tanzil telah memberikan layanan kepada PILA sejak 16 Maret 2026.

Crossref Percayakan Pemetaan Ekosistem Riset Asia

Dalam proyek konsultansi ini, salah satu tugas utama Tanzil adalah membangun hubungan dengan organisasi pendanaan penelitian sekaligus memperluas pemahaman mengenai Crossref Grant Linking System dan open funding metadata.

Pekerjaan tersebut tidak berhenti pada komunikasi dengan calon mitra. Ia juga melakukan pemetaan kebijakan, identifikasi dan prioritisasi stakeholder, membangun engagement pipeline, mengadakan pertemuan dengan lembaga strategis, hingga menyiapkan rekomendasi untuk Crossref.

“Target pekerjaan dibagi dalam enam milestone, mulai dari policy scan framework, penyusunan daftar pemangku kepentingan, outreach, pertemuan awal, pemetaan peluang kemitraan, hingga penyusunan laporan dan handover playbook,” terangnya.

Lihat Juga :  Tingkatkan Kemampuan Bahasa Inggris, KKN P 21 Umsida Buat Program Fun English Learning
Crossref GLS Bertemu dengan Keahlian Multidisipliner

dosen umsida jadi GLS consultant crossref 2

Kepercayaan tersebut berkaitan dengan bidang yang selama ini ditekuni Tanzil.

Sebagai akademisi hukum, ia memiliki perhatian pada hukum teknologi, kekayaan intelektual, perlindungan data, dan tata kelola digital. 

Sementara melalui perannya di Direktorat Perpustakaan Umsida, ia juga banyak bergerak pada scholarly communication, open access, persistent identifier, metadata penelitian, pengelolaan jurnal, repository, dan visibilitas riset.

Persinggungan dua bidang tersebut relevan dengan GLS karena sistem ini tidak hanya menyentuh persoalan teknis identifier, tetapi juga berkaitan dengan tata kelola pendanaan penelitian, keterhubungan data, transparansi, dan akuntabilitas hasil riset.

Hal tersebut terlihat dalam Official Feedback Version 1 on the Crossref Grant Linking System yang disusunnya pada Mei 2026.

Di dalamnya, Tanzil memberikan sejumlah masukan terkait implementasi GLS di Asia, antara lain integrasi dengan Research Organization Registry (ROR), ORCID, dan Open Journal Systems (OJS), serta pengembangan funding discovery dan research intelligence.

“Saya juga memasukkan aspek hukum, kekayaan intelektual, serta tata kelola data dalam rekomendasi yang diberikan,” ujarnya.

Buka Internasionalisasi Dosen Umsida Lebih Luas

dosen umsida jadi GLS consultant crossref 2

Dalam menjalankan proyeknya, Tanzil juga melakukan pemetaan terhadap berbagai lembaga nasional, perguruan tinggi, penerbit, dan jaringan penelitian yang berpotensi mendukung implementasi GLS.

“Dan Umsida termasuk dalam pemetaan tersebut sebagai salah satu institusi yang memiliki potensi menjadi grassroots implementer,” terang Tanzil.

Lihat juga: USIM Diskusikan Soal Halal Bersama Halal Center Umsida

Menurutnya, posisi itu membuka kemungkinan perguruan tinggi menunjukkan penerapan GLS pada tingkat institusi sekaligus menjadi bagian dari pembangunan bukti implementasi di Indonesia.