menu berbuka (Pexels)

Sering Langsung Makan Besar Saat Berbuka Puasa? Pikirkan Dulu Bahaya Ini

Umsida.ac.id – Saat menjalankan puasa Ramadan, tentu pola makan akan berubah dibanding biasanya.

Mulai dari waktu makan yang bergeser, menu bertambah beragam, dan godaan makanan manis serta gorengan terasa lebih besar saat berbuka. 

Lihat juga: Gorengan Tiap Buka Puasa, Aman atau Tidak? Ini Penjelasan Ahli

Namun, agar puasa tetap lancar dan tubuh tetap sehat, pola makan perlu diperhatikan dengan serius.

Dosen Kebidanan Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida), Hesty Widowati SKeb Bd MKeb menjelaskan bahwa puasa bukan alasan untuk mengabaikan keseimbangan gizi. 

Justru di bulan Ramadan, tubuh membutuhkan strategi makan yang lebih teratur.

Pola Makan Sehat Saat Sahur dan Berbuka
menu berbuka (Pexels)
Ilustrasi: Pexels

Menurut Hesty, pola makan sehat selama Ramadan harus tetap seimbang, baik saat sahur maupun berbuka.

Untuk sahur, ia menyarankan konsumsi makanan dengan komposisi lengkap.

Pola makan sehat yang ideal saat sahur dan berbuka selama Ramadan adalah:

  • Sahur: Makan makanan yang seimbang dengan karbohidrat kompleks, protein, lemak sehat, dan serat. Misalnya nasi, sayuran, buah, dan protein hewani dan nabati.
  • Berbuka: Makan makanan yang ringan dan mudah dicerna, seperti kurma, air, dan makanan yang kaya akan karbohidrat dan protein.

Karbohidrat kompleks membantu energi bertahan lebih lama, sementara protein dan lemak sehat membuat rasa kenyang lebih stabil. 

Serat juga penting agar sistem pencernaan tetap lancar.

Sedangkan saat berbuka, tubuh perlu makanan yang ringan dan mudah dicerna terlebih dahulu.

“Prioritaskan makanan utuh, batasi gorengan atau makanan manis, serta cukupi cairan,” terang Hesty.

Ia menyarankan pola minum 2-4-2, yakni dua gelas saat berbuka, empat gelas di malam hari, dan dua gelas saat sahur.

Keseimbangan Gizi Saat Sahur agar Tubuh Tetap Kuat

Dari sisi gizi, Hesty menjelaskan bahwa komposisi makanan selama Ramadan tetap mengikuti prinsip umum keseimbangan nutrisi.

Menurutnya, keseimbangan gizi yang ideal adalah:

  • Karbohidrat: 45-65% dari total kalori harian
  • Protein: 10-35% dari total kalori harian
  • Lemak: 20-35% dari total kalori harian
  • Serat: 25-30 gram per hari

Keseimbangan ini penting agar tubuh tidak mudah lemas atau mengalami gangguan kesehatan selama berpuasa.

Lihat Juga :  Sadari Pentingnya Kesehatan Gigi dan Cuci Tangan Sejak Dini, KKNP 64 Umsida Buat Kegiatan Ini

Ia juga menegaskan bahwa melewatkan sahur tidak dianjurkan dari perspektif kesehatan.

“Melewatkan sahur berisiko menyebabkan dehidrasi, lemas, pusing, dan penurunan kadar gula darah,” jelasnya.

Akibatnya, konsentrasi menurun, dan asam lambung naik, yang mengganggu produktivitas selama puasa.

Tubuh kekurangan nutrisi esensial untuk energi, sehingga meningkatkan stres pada jantung dan melemahkan sistem imun. 

Jangan Langsung Makan Besar Saat Berbuka Puasa
menu berbuka (Pexels) 4
Dok YT Tanboy Kun

Hesty mengingatkan bahwa langsung makan besar saat berbuka tidak dianjurkan dari sisi kesehatan.

  • Gangguan Lambung

Menurutnya, lambung yang kosong selama 12–14 jam membutuhkan waktu untuk beradaptasi kembali.

“Lambung itu butuh penyesuaian. Kalau langsung diberi makanan berat dalam jumlah banyak, sistem pencernaan bisa ‘kaget’ dan dipaksa bekerja terlalu keras,” jelasnya.

Kondisi ini dapat memicu berbagai gangguan lambung, seperti asam lambung naik, perut kembung, begah, mual, hingga nyeri ulu hati. 

Selain itu, makanan berat yang langsung masuk ke tubuh juga bisa menyebabkan lonjakan gula darah secara cepat. Terutama jika makanan yang dikonsumsi tinggi lemak atau tinggi gula.

  • Lonjakan Gula Darah

Selain itu, makanan berat yang langsung masuk ke tubuh juga bisa menyebabkan lonjakan gula darah secara cepat. 

Ketika kadar gula darah naik drastis, tubuh akan merespons dengan meningkatkan insulin.

Akibatnya, setelah beberapa saat gula darah bisa turun kembali dengan cepat. 

Inilah yang membuat sebagian orang merasa lemas dan mengantuk setelah berbuka.

  • Resiko Obesitas:

Tak hanya itu, makan terlalu cepat dan dalam porsi besar juga meningkatkan risiko obesitas. 

Kalori yang masuk dalam jumlah berlebihan akan sulit diolah secara optimal, sehingga lebih mudah tersimpan sebagai lemak.

Karena itu, Hesty menyarankan berbuka secara bertahap. 

Mulai dengan kurma dan air putih, beri jeda, lalu lanjutkan makan utama dengan porsi yang wajar. 

Lihat juga: Rate Kebiasaan yang Sering Terjadi saat Puasa dan Cara Antisipasinya

Dengan cara ini, tubuh memiliki waktu untuk beradaptasi dan sistem pencernaan bisa bekerja lebih optimal.(Romadhona)

Sumber: Hesty Widowati SKeb Bd MKeb

Berita Terkini

kerja sama umsida dan ikapi
Umsida dan IKAPI Jatim Sinergikan Potensi Akademik dan Penerbitan
October 30, 2026By
pkmu 2026
Tak Seseram yang Dibayangkan, Ini Cerita Mahasiswa Umsida Ikuti PKMU
October 30, 2026By
pelantikan bem dan dpm
Umsida Lantik BEM dan DPM 2026-2027, Siap Wujudkan Gerakan Progresif
October 29, 2026By
orang tua wali wisudawan (3)
Cerita Orang Tua di Balik Perjuangan Wisudawan Umsida hingga Lulus
October 27, 2026By
wisudawan berprestasi umsida (2)
Wisudawan Umsida Temukan Jalan Prestasi dari Riset, Kompetisi, dan Keberanian
October 26, 2026By
pentingnya menjaga ijazah (4)
Dirjen Kemdiktisaintek: Ijazah Itu Surat Tugas!
October 24, 2026By
wisudawan umsida
Umsida Kukuhkan 1.117 Wisudawan Berdaya Saing Global
October 24, 2026By
renstra Pusat Studi dan PUI Umsida (7)_11zon
Umsida Perkuat Pusat Studi dan PUI dengan Mengeksplorasi International Funding
October 21, 2026By

Riset & Inovasi

inovasi smartsea (4)
Ciptakan Smartsea, Mahasiswa Umsida Bantu Siswa Lancar Membaca
October 23, 2026By
media pembelajarn spin wheel
PLP 2 Umsida Buat Media Pembelajaran Spin Wheel untuk Siswa SD
October 22, 2026By
sosialisasi bullying (3)
Cegah Bullying Sejak Dini, PLP 2 Umsida Gelar Sosialisasi untuk Siswa SD
October 16, 2026By
Media Papan Interaktif Metamorfosis (4)
Buat Media Papan Interaktif Metamorfosis, PLP 2 Umsida Dukung Pembelajaran Siswa
October 15, 2026By
plp ajari matematika
Belajar Matematika dengan Cara Berbeda Bersama PLP 2 Umsida
October 14, 2026By

Prestasi

wisudawan dari keluarga katolik yang taat (2)
Ketika Kakaknya Biarawati, Adiknya Jadi Wisudawan Berprestasi
October 26, 2026By
wisudawan terbaik umsida (5)
Wisudawan Terbaik Umsida Ungkap Kunci Raih IPK Tinggi dan Prestasi
October 25, 2026By
ranking appliededu umsida (3)
Umsida Raih Posisi 37 AppliedEdu Private University Ranking ASEAN 2027
October 21, 2026By
Pojok Statistik Umsida Ranking 1 Nasional (2)
Pojok Statistik Umsida Raih Ranking 1 Nasional Tahun 2026
October 5, 2026By
tim jenggolo ikuti kmhe 2026
Tim Jenggolo Umsida Siap Bawa Arshaka V2 ke KMHE 2026
October 2, 2026By

Opini

mimbar organisasi mahasiswa
Organisasi Mahasiswa Umsida Dapat Apresiasi dan Ruang Aspirasi Terbuka
October 29, 2026By
sistem tidak naik kelas (2)
Pakar Umsida Soal Kebijakan Tidak Naik Kelas: Rawan Putus Sekolah
October 28, 2026By
pendidikan muhammadiyah
Prof Syafiq: Pendidikan di Umsida Terus Bergerak dan Berdampak
October 28, 2026By
4 pilar pendidikan (7)
4 Pilar Pendidikan di Era Generasi Cemas
October 27, 2026By
pengalamana wisudawan Katolik lulus dari Umsida (9)
Dari Flores, Pengalaman Wisudawan Katolik Tuntaskan Kuliah dengan Beasiswa Penuh di Umsida
October 25, 2026By