gerakan peduli kesehatan kkn 60 Umsida 3

Berbagai Program Kesehatan KKN P 60 Umsida Sasar Balita, Anak, Hingga Lansia

Umsida.ac.idMahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pencerahan (KKN P) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) Kelompok 60 melaksanakan program kerja SIGAP (Sinergi Gerakan Peduli Kesehatan) di Desa Jati, Kecamatan Tarokan, Kediri.

Kegiatan yang berkolaborasi dengan bidan desa dan poskesdes setempat ini dilaksanakan secara bertahap mulai tanggal 5 hingga 14 Agustus 2026.

Lihat juga: KKN T 2 Umsida Edukasi Ibu Hamil Kedungpandan, Cegah Hipertensi Sejak Dini

Sebanyak 11 mahasiswa KKN bergantian diterjunkan ke tujuh pos pelayanan Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP). 

Posyandu ini melayani pemeriksaan lengkap untuk balita, ibu hamil, hingga lanjut usia (lansia).

Penanggung Jawab Program SIGAP, Nabila Nurcahyani, menjelaskan bahwa keterlibatan mahasiswa dirancang untuk meringankan tugas kader posyandu.

Selama pelaksanaan, mahasiswa kurang lebih dari 100 balita dan ibu hamil.

Tidak hanya itu, mahasiswa juga melayani Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi sekitar 25 lansia di setiap posnya. 

Layanan lansia ini meliputi pengecekan tensi atau tekanan darah secara gratis, serta tes gula darah.

“Kami membantu mulai dari proses daftar hadir, penimbangan balita, hingga pengecekan kesehatan lansia. Kehadiran kami diharapkan membuat pekerjaan kader menjadi lebih ringan dan efektif,” ungkap Nabila.

Fokus Pencegahan Stunting

gerakan peduli kesehatan kkn 60 Umsida 1

Bidan Desa Jati, Devina Dianing Klamesti, menyambut baik kontribusi tenaga dari mahasiswa KKN P 60 tersebut.

Ia menekankan bahwa salah satu target utama posyandu di Desa Jati saat ini adalah percepatan penurunan angka stunting.

“Fokus utama kita adalah penurunan angka stunting, mengingat saat ini ada sekitar 30 anak yang terindikasi dan terdapat peningkatan dari tahun kemarin,” jelas Devina.

Oleh karena itu, imbuhnya,  pengecekan rutin dan pemberian Makanan Tambahan (PMT) lokal sangat penting.

Lihat Juga :  Gigi Susu Rusak Bisa Picu Masalah Jangka Panjang? Ini Kata Dokter Spesialis Gigi Anak Umsida

Keterlibatan mahasiswa KKN membawa suasana baru di tengah warga. 

Kader Posyandu Desa Jati, Mutiani, mengungkapkan rasa syukurnya atas bantuan tenaga para mahasiswa.

“Sangat terbantu dengan kehadiran mas dan mbaknya, tugas kami jadi agak ringan. Anak-anak yang datang juga lebih senang, penasaran, dan merasa nyaman karena yang melayani lebih muda,” tutur Mutiani.

Sosialisasi Kesehatan Gigi Sasar Siswa

gerakan peduli kesehatan kkn 60 Umsida 1

Selain pelayanan posyandu, program SIGAP juga menghadirkan sosialisasi cara menggosok gigi yang benar untuk anak-anak sekolah dasar.

Kegiatan edukatif ini dilaksanakan di SDN Jati pada Senin (10/8/2026) dan MI Hidayatul Mubtadiin pada Sabtu (15/8/2026).

Total sebanyak 109 siswa berpartisipasi dengan rincian 56 siswa SD dan 53 siswa MI dari kelas 1 dan 2.

Dipandu oleh Nabila Nurcahyani dan Rochma Cahyani, edukasi ini disajikan secara menarik menggunakan alat peraga gigi raksasa hasil buatan mandiri mahasiswa. 

Siswa yang paling cepat menjawab kuis juga mendapatkan hadiah sikat dan pasta gigi.

“Kami memasukkan sosialisasi gosok gigi karena kebiasaan menjaga kesehatan perlu dibentuk sejak dini. Kami berharap siswa kelas 1 dan 2 dapat mengetahui cara menyikat gigi yang baik dan benar serta membiasakannya dalam kehidupan sehari-hari,” tegas Nabila.

Lihat juga: Tak Hanya Jadi Lalapan, KKN T 29 Umsida Olah Kemangi Menjadi Minuman Herbal

Antusiasme siswa yang berlomba mempraktikkan gerakan menyikat gigi turut mendapat apresiasi positif dari pihak sekolah.

“Kegiatan ini sangat baik karena anak-anak jadi lebih memahami pentingnya menjaga kebersihan gigi. Kami berharap kebiasaan menyikat gigi dengan benar dapat terus diterapkan oleh siswa di rumah maupun di sekolah,” puji perwakilan guru sekolah.(Canggih Kartiko)