Edukasi TOSS TB 2

Edukasi TOSS TB, Upaya FK Umsida Perkuat Kader Kesehatan Desa Ketimang

Umsida.ac.id – Upaya pengendalian Tuberkulosis (TB) di tingkat desa terus diperkuat.

Seperti melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (Abdimas) bertajuk Temukan dan Obati sampai Sembuh atau TOSS TB: Temukan, Obati Sampai Sembuh yang dilaksanakan di Balai Desa Ketimang, Wonoayu, Sidoarjo pada Selasa, (27/01/2026).

Edukasi TOSS TB ini diinisiasi oleh Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (FK Umsida) yang berorientasi pada edukasi dan pemberdayaan warga. 

Lihat juga: Wujudkan Indonesia Bebas TB Paru, FK Umsida Lakukan Penyuluhan di Pondok Pesantren

Kegiatan ini menyasar kader kesehatan desa sebagai garda terdepan dalam deteksi dini, pencegahan, serta pendampingan pasien TB di lingkungan masyarakat dan juga sebagai bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi. 

Dalam Abdimas ini, ada beberapa pihak yang dilibatkan, seperti pemerintah desa, tenaga kesehatan, akademisi, serta mahasiswa dalam memperkuat upaya pengendalian TB.

Kepala Desa Ketimang, Abdul Wahab, Bidan Desa Ketimang, Nurul Azizah, Perawat Desa/Puskesmas Wonoayu, Shinta, turut hadir saat pelaksanaan Abdimas ini.

Mereka memberikan edukasi terkait TOSS TB kepada sekitar 27 kader kesehatan desa.

Pentingnya Edukasi TOSS TB

Edukasi TOSS TB 2

Kegiatan Abdimas diawali dengan sambutan dari Kepala Desa Ketimang. 

Dalam penyampaiannya, Abdul Wahab menekankan bahwa TB masih menjadi ancaman kesehatan masyarakat karena penularannya yang mudah dan sering kali tidak disadari.

“Penyakit TB ini penularannya sangat mudah, bahkan sering tidak disadari. Karena itu, ilmu tentang TB menjadi sangat mahal,” ujar Abdul Wahab.

Dari Abdimas ini ia berharap para kader bisa menjadi perpanjangan tangan dalam menyampaikan pengetahuan yang benar kepada masyarakat.

Ia menambahkan bahwa kader kesehatan memiliki peran strategis dalam membantu pemerintah desa melakukan pencegahan dan pendampingan pasien TB secara berkelanjutan.

“Mudah-mudahan dengan adanya kegiatan ini, pengetahuan kita semua bertambah dan bisa diterapkan langsung di masyarakat, sehingga kasus TB di Desa Ketimang bisa ditekan,” tambahnya.

Langkah Bebas Melalui TOSS TB

Sesi utama Abdimas diisi oleh dosen Fakultas Kedokteran Umsida, dr Rifda Savirani MHPE. 

Ia memaparkan materi mengenai pengertian TB, cara penularan, serta pentingnya penerapan prinsip TOSS TB sebagai kunci pengendalian penyakit.

Lihat Juga :  KKN T 21 Kendalsewu Ajak Lansia Ikuti Posyandu dan Penyuluhan Mental Health

“TB itu tidak hanya menyerang paru-paru. Penyakit ini juga bisa menyerang organ lain, seperti tulang atau kelenjar. Karena itu, kader perlu memahami bahwa gejala TB tidak selalu berupa batuk,” jelas dr. Rifda Savirani.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan pengobatan TB sangat bergantung pada deteksi dini dan kepatuhan pasien menjalani pengobatan hingga tuntas.

“Kunci dari TOSS TB adalah temukan lebih awal dan obati sampai sembuh. Jika pengobatan terputus, bukan hanya pasien yang dirugikan, tetapi juga lingkungan sekitar karena risiko penularan tetap ada,” tegasnya.

Penyampaian materi tadi diperkuat dengan pemutaran video edukasi oleh dr Nur Aini Hasan MSi. 

Video tersebut menekankan bahwa TB merupakan penyakit menular namun dapat disembuhkan dengan pengobatan yang tepat.

“TB memang penyakit menular, tetapi kabar baiknya TB bisa sembuh. Syaratnya satu, obat harus diminum secara teratur dan sampai tuntas sesuai anjuran tenaga kesehatan,” terang dr. Aini.

Langkah Menjawab Tantangan TB di Lapangan

Edukasi TOSS TB 2

Sesi diskusi berlangsung interaktif dengan antusiasme tinggi dari para kader kesehatan desa.

Salah satu kader, Ratna, mengajukan pertanyaan terkait perbedaan penyakit paru dengan TB.

“Apa bedanya penyakit paru biasa, TB paru, dan TB tulang? Karena di masyarakat sering dianggap sama,” tanyanya.

Menanggapi hal tersebut, dr Rifda menjelaskan bahwa TB dapat menyerang berbagai organ tubuh.

“TB bisa menyerang di mana saja, bisa di paru-paru, bisa juga di tulang. TB tulang sering tidak disadari karena gejalanya bukan batuk, melainkan nyeri atau gangguan gerak,” jelasnya.

Pertanyaan lain disampaikan oleh Yanti, yang menanyakan terkait pendekatan komunikasi kepada pasien TB agar tidak menimbulkan stigma.

Menanggapi hal itu, dr Rifda menekankan pentingnya pendekatan empatik dalam edukasi kesehatan.

Lihat juga: FK Umsida dan Hisfarin Edukasi Keluarga dan Skrining 239 Siswa TK ABA se-Candi

“Pendekatan kepada pasien harus empatik. Jangan langsung memberi label, tetapi sampaikan bahwa langkah pencegahan ini bertujuan melindungi keluarga dan orang sekitar, bukan untuk menjauhi pasien,” ungkapnya.(Elfira)

Berita Terkini

Bramasgana umsida bantu NTT (2)
Bramasgana Umsida Berangkat ke NTT, Fokus Pulihkan 2 Hal
September 30, 2026By
duta pencerah 2026 2
Tutup Fortama, Umsida Kukuhkan Duta Pencerah 2026 Hingga Ajak Lawan LGBT
September 28, 2026By
maba 2026 (2)
UKM Umsida Ajak Maba 2026 Temukan Ruang Mengembangkan Diri
September 28, 2026By
mastama 2026
Mastama Umsida 2026 Kenalkan Ortom Kampus Lewat Konsep Baru
September 27, 2026By
wali mahasiswa baru umsida (2)
Mengapa Wali Mahasiswa Mempercayakan Putra-Putrinya ke Umsida?
September 26, 2026By
sinergi pendidikan dengan wali maba
Percayakan Pendidikan di Umsida, Fortawa 2026 Perkuat Sinergi Wali Maba
September 26, 2026By
fasilitator pkmu 2026
Menuju PKMU 2026, Fasilitator Umsida Didorong Hadir dengan Keteladanan
September 25, 2026By
Akidah dan Akhlak
Jelang PKMU 2026, Umsida Matangkan Kesiapan Pendampingan Akidah dan Akhlak
September 23, 2026By

Riset & Inovasi

PLP SDN Sidokumpul
Siswa SDN Sidokumpul Peringati Kesaktian Pancasila Bersama Tim PLP 2 Umsida
October 5, 2026By
kunjungan perpustakaan daerah 2
Kunjungi Perpustakaan Daerah, PLP 2 Umsida Tumbuhkan Minat Baca Siswa
September 24, 2026By
Pasar Desa Samiler
Buka Pasar Desa Samiler, PPK Ormawa Himagro Sajikan Nuansa Tradisional
September 22, 2026By
ekspor gula kelapa
Siapkan Produk Gula Kelapa Siap Ekspor, Umsida Dampingi PT Delima Nira Natural
September 21, 2026By
beras rumput laut
Keunggulan Diarice, Beras Analog dari Rumput Laut yang Kaya Nutrisi
September 16, 2026By

Prestasi

Pojok Statistik Umsida Ranking 1 Nasional (2)
Pojok Statistik Umsida Raih Ranking 1 Nasional Tahun 2026
October 5, 2026By
tim jenggolo ikuti kmhe 2026
Tim Jenggolo Umsida Siap Bawa Arshaka V2 ke KMHE 2026
October 2, 2026By
world university rankings (2)
Masuk THE World University Rankings 2027, Umsida Perkuat Rekognisi Internasional
October 1, 2026By
penghargaan Pojok Statistik Umsida
Pojok Statistik Umsida Kembali Jadi Terbaik 1 Nasional BPS RI
September 30, 2026By
beras analog rumput laut 2
DIARICE, Inovasi Rumput Laut Jadi Beras Analog Karya Umsida Lolos KMI Expo 2026
September 10, 2026By

Opini

bijak menggunakan teknologi AI (Pexels)
Teknologi Tak Bisa Dibendung, Ini Cara Bijak Penggunaan AI
October 2, 2026By
kebutuhan air data center AI (Pexels)
Benarkah AI Menguras Jatah Air Bersih? Ini Kata Pakar Umsida
October 1, 2026By
karhutla (Dok Antara Foto)
Mengapa Karhutla Terus Berulang? Bagaimana Mencegahnya?
September 23, 2026By
politik uang dalam Muhammadiyah 5
Politik Uang dalam Muhammadiyah
September 22, 2026By
satanic dan seni
Gunakan Simbol Satanic Saat Perayaan Seni, Ini Tanggapan Pakar Umsida
September 15, 2026By