populasi ikan sapu-sapu 1 (Alodokter)

Ikan Sapu-Sapu Disebut “Pembersih”, Mengapa Justru Jadi Ancaman Lingkungan?

Umsida.ac.id – Ikan sapu-sapu selama ini dikenal masyarakat sebagai ikan “pembersih” akuarium karena kemampuannya memakan lumut dan sisa organik di dasar perairan. 

Namun di balik fungsi tersebut, ikan ini justru menjadi ancaman serius bagi ekosistem perairan di Indonesia.

Lihat juga: Godzilla El Nino 2026, Benarkah Mengancam Indonesia? Ini Penjelasan Pakar Lingkungan Umsida

Pakar lingkungan Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida), Dr Syamsudduha Syahrorini ST MT, menjelaskan bahwa ikan sapu-sapu merupakan spesies invasif dengan kemampuan adaptasi yang tinggi, daya tahan ekstrim, dan strategi reproduksi yang agresif.

“Ikan sapu-sapu ini termasuk ikan demersal, yaitu ikan yang aktif di dasar perairan. Karena hidup di dasar dan cara makannya menyapu atau mengisap, ikan ini juga sangat rentan terkontaminasi logam berat jika hidup di perairan tercemar,” jelasnya.

Ikan Sapu-Sapu Jadi Spesies Invasif di Perairan Indonesia

popluasi ikan sapu-sapu

Menurut Dr Rini, sapaanya, ikan sapu-sapu (Pterygoplichthys pardalis/disjunctivus) berasal dari wilayah Amazon, Amerika Selatan. 

Masuknya ikan ini ke Indonesia awalnya melalui perdagangan ikan hias, namun banyak yang akhirnya dilepas ke sungai dan perairan umum.

Keberadaan spesies asing ini kemudian berkembang menjadi invasif karena tidak memiliki predator alami di Indonesia.

“Masuknya suatu spesies asing (ikan) ke dalam suatu ekosistem menimbulkan dampak negatif terhadap ekosistem apabila spesies asing tersebut telah menjadi invasif,” ujarnya.

Jenis spesies asing invasif, imbuhnya, tumbuh berkompetisi dengan jenis lokal, yang kemudian mengganggu jenis-jenis lokal di ekosistem sehingga terjadi perubahan pada ekosistem

Menurutnya, ancaman terhadap keanekaragaman hayati ini bahkan terdeteksi hanya dari indikasi bahwa spesies invasif tersebut memangsa spesies lain yang berukuran kecil/smaller prey.

Faktor Perkembang Biakan yang masif dan “awet”
  • Strategi Reproduksi yang Agresif (Masif)

1) Fekunditas Tinggi

Seekor betina mampu menghasilkan ribuan telur (sekitar 500 hingga 3.000 atau lebih) dalam satu siklus reproduksi.

2) Memijah Sepanjang Tahun

Ikan sapu-sapu dapat memijah beberapa kali dalam setahun, tidak terpaku pada satu musim saja.

3) Asuhan Induk (Parental Care)

Induk jantan membangun sarang berupa lubang di tepi sungai dan menjaganya dengan agresif hingga telur menetas, yang menjamin tingkat kelangsungan hidup anak yang tinggi.

4) Tipe Pemijahan

Mereka adalah partial spawner (mengeluarkan telur secara bertahap), memungkinkan mereka terus menerus memproduksi benih.

  • Kemampuan Adaptasi Ekstrim (“Awet”)

1) Tahan Kondisi Lingkungan Buruk

Ikan ini mampu bertahan di perairan yang kotor, tercemar, miskin oksigen (anoksik), bahkan bertahan hidup hingga 30 jam tanpa air karena memiliki simpanan oksigen di perutnya.

2) Omnivora Oportunis

Mereka memakan alga, detritus, sisa organik, bahkan telur ikan lain. Kemampuan makan yang tinggi membuat mereka cepat tumbuh besar dan dominan.

3) Tubuh Dilapisi Armor

Kulit ikan sapu-sapu keras seperti pelat (armor), membuatnya tahan terhadap serangan predator maupun kondisi lingkungan keras. 

  • Tidak Adanya Pengendali Alami (Predator) 

Di habitat aslinya (Amazon), populasi ikan sapu-sapu dikontrol oleh predator alami. 

Namun, di perairan Indonesia (seperti Sungai Ciliwung), tidak ada predator yang memakan ikan ini, sehingga populasi mereka melonjak drastis, tercatat bisa mencapai 24 kali lipat dalam 15 tahun. 

  • Perilaku Sarang yang Merusak

Ikan ini menggali lubang di tebing sungai dan danau sedalam 120-150 cm untuk bersarang. 

Aktivitas ini menyebabkan erosi, pendangkalan perairan, dan kerusakan struktur tebing.

Penyebab Ledakan Populasi Ikan Sapu-Sapu

popluasi ikan sapu-sapu

Dosen Prodi Teknik Elektro itu menjelaskan bahwa ledakan populasi ikan sapu-sapu dipengaruhi kombinasi kemampuan adaptasi tinggi, reproduksi besar, dan kondisi lingkungan sungai yang semakin tercemar.

“Lingkungan sungai yang kotor justru menjadi habitat yang nyaman bagi ikan sapu-sapu sehingga mereka mudah mendominasi,” katanya.

Selain itu, ikan ini juga memiliki pola makan oportunis yang membuatnya mampu bertahan di hampir semua kondisi perairan.

Penyebab utama ledakan populasi
  1. Kemampuan adaptasi tinggi (Spesies Invasif)
  2. Tidak memiliki predator alami di Indonesia.
  3. Memiliki tingkat reproduksi tinggi dengan ribuan telur dalam sekali siklus.
  4. Banyak dilepas ke sungai dari akuarium atau perdagangan ikan hias.
  5. Memakan sisa organik, tumbuhan air, hingga telur ikan lokal.
  6. Kondisi sungai yang terdegradasi mendukung perkembangannya.

Ia menambahkan bahwa populasi ikan sapu-sapu di beberapa wilayah bahkan meningkat hingga puluhan kali lipat dalam kurun waktu belasan tahun.

Mengapa Ikan Sapu-Sapu Merusak Lingkungan?

Meski dikenal sebagai ikan pembersih, ikan sapu-sapu justru dapat merusak keseimbangan ekosistem jika populasinya tidak terkendali.

Menurut Ketua Pusat Studi Lingkungan dan Smart City Umsida itu, kemampuan adaptasi yang terlalu tinggi membuat ikan ini mendominasi habitat.

“Ikan sapu-sapu ini akhirnya menjadi hama di perairan karena mengganggu rantai makanan dan menekan populasi ikan lokal sehingga mengurangi keanekaragaman populasinya,” jelasnya.

Dampak terhadap lingkungan:
  • Mendominasi habitat dan menyingkirkan spesies lokal.
  • Memakan telur dan larva ikan lain sehingga mengganggu regenerasi ikan asli.
  • Mengikis dasar sungai dan merusak struktur habitat organisme lain.
  • Menimbulkan persaingan makanan yang tidak seimbang dengan ikan lokal.
  • Berpotensi membawa penyakit atau patogen baru ke ekosistem perairan.

Ia menegaskan bahwa pengendalian spesies invasif seperti ikan sapu-sapu memerlukan kesadaran masyarakat untuk tidak sembarangan melepas ikan peliharaan ke sungai maupun danau.

Lihat juga: Strategi Sektor Pertanian untuk Cegah Dampak Godzilla El Nino

“Awalnya memang dianggap ikan pembersih, tetapi ketika masuk ke ekosistem liar tanpa pengendalian, dampaknya bisa sangat besar bagi lingkungan,” pungkasnya.(Romadhona)

Sumber: Dr Syamsudduha Syahrorini ST MT

Berita Terkini

hari kesehatan mental 1
Hari Kesehatan Mental, Satgas PPKPT dan Psikologi Umsida Buka Ruang Aman
October 12, 2026By
bramasgana terjun ke gempa ntt
Laporan Terkini Bramasgana Umsida dari Lokasi Gempa NTT
October 12, 2026By
pkmu 2026
PKMU 2026-2027 Dimulai, Usung Konsep Baru
October 11, 2026By
Haflu Takharruj Ma’had Umar bin Al-Khattab
Pesan Rektor untuk 38 Lulusan Ma’had Umar bin Al-Khattab Umsida
October 8, 2026By
Haflu Takharruj Ma’had Umar bin Al-Khattab (5)
Haflu Takharruj ke-38, Ma’had Umar bin Al-Khattab Umsida Luluskan 38 Mahasiswa
October 8, 2026By
Persiapan PKMU 2026
Persiapan PKMU 2026, Bagaimana dengan Mahasiswa Non Muslim?
October 7, 2026By
panen budidaya melon
Panen Hasil Budidaya Melon Perdana, Umsida Kembangkan Ilmu Pertanian
October 7, 2026By
Bramasgana umsida bantu NTT (2)
Bramasgana Umsida Berangkat ke NTT, Fokus Pulihkan 2 Hal
September 30, 2026By

Riset & Inovasi

PLP 2 kenalkan lingkungan 1
PLP 2 Umsida Tumbuhkan Sikap Peduli Lingkungan pada Siswa Lewat Green School
October 13, 2026By
market day plp 2 (3)
Market Day SD Khazanah Ilmu, PLP 2 Umsida Dukung Semangat Kewirausahaan Siswa
October 13, 2026By
PPG Umsida ajari anak cinta alam
Cara Seru PPG Umsida Kenalkan Rasa Cinta Alam pada Anak
October 9, 2026By
plp umsida dampingi mabit (2)
Dampingi Mabit, PLP 2 Umsida Belajar Dampingi Pembelajaran Luar Kelas
October 9, 2026By
media pembelajaran digital (2)
Mengabdi di SDN Kepulungan, Ini Deretan Media Pembelajaran Digital PLP II Umsida
October 6, 2026By

Prestasi

Pojok Statistik Umsida Ranking 1 Nasional (2)
Pojok Statistik Umsida Raih Ranking 1 Nasional Tahun 2026
October 5, 2026By
tim jenggolo ikuti kmhe 2026
Tim Jenggolo Umsida Siap Bawa Arshaka V2 ke KMHE 2026
October 2, 2026By
world university rankings (2)
Masuk THE World University Rankings 2027, Umsida Perkuat Rekognisi Internasional
October 1, 2026By
penghargaan Pojok Statistik Umsida
Pojok Statistik Umsida Kembali Jadi Terbaik 1 Nasional BPS RI
September 30, 2026By
beras analog rumput laut 2
DIARICE, Inovasi Rumput Laut Jadi Beras Analog Karya Umsida Lolos KMI Expo 2026
September 10, 2026By

Opini

bijak menggunakan teknologi AI (Pexels)
Teknologi Tak Bisa Dibendung, Ini Cara Bijak Penggunaan AI
October 2, 2026By
kebutuhan air data center AI (Pexels)
Benarkah AI Menguras Jatah Air Bersih? Ini Kata Pakar Umsida
October 1, 2026By
karhutla (Dok Antara Foto)
Mengapa Karhutla Terus Berulang? Bagaimana Mencegahnya?
September 23, 2026By
politik uang dalam Muhammadiyah 5
Politik Uang dalam Muhammadiyah
September 22, 2026By
satanic dan seni
Gunakan Simbol Satanic Saat Perayaan Seni, Ini Tanggapan Pakar Umsida
September 15, 2026By