pertolongan pertama desa seketi 2

KKN T 27 Umsida Gandeng Posyandu Remaja dan PMI Edukasi Pertolongan Pertama

Umsida.ac.idTim KKN Terpadu 27 Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA) melaksanakan program edukasi yang bertajuk “Bentuk Remaja SIGAP (Siap Tanggap) melalui Pelatihan Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K)” di Desa Seketi, Kecamatan Balongbendo, Kabupaten Sidoarjo pada Sabtu, (18/7).

Kegiatan tersebut merupakan salah satu program kerja bidang kesehatan yang diselenggarakan bersama Posyandu Remaja Ceria Desa Seketi.

Lihat juga: KKN T 21 Kendalsewu Ajak Lansia Ikuti Posyandu dan Penyuluhan Mental Health

“Proker ini bertujuan sebagai upaya meningkatkan pengetahuan dan kesiapsiagaan generasi muda dalam menghadapi kondisi darurat,” ujar Muhammad Yusuf, Ketua KKN.

Untuk mendukung edukasi, imbuhnya, tim KKN T mengundang PMI Kota Pasuruan yang menjelaskan lebih lengkap tentang pertolongan pertama.

“Kami harap ilmu yang diperoleh bisa diterapkan di lingkungan sekitar. Dengan begitu, semakin banyak remaja yang memiliki kepedulian dan mampu memberikan pertolongan pertama secara tepat,” terang Yusuf.

Edukasi dan Skrining Kesehatan

pertolongan pertama desa seketi 2

“Yang kami ajak untuk mengikuti kegiatan edukasi ini merupakan remaja desa dengan usia 10-20 tahun, akan tetapi kita juga tidak membatasi siapapun yang berkenan ikut, tetap kami persilahkan,” jelas Asril Vika Ramadani selaku Ketua Posyandu Remaja Ceria.

Antusiasme peserta terlihat sejak awal kegiatan.

Hal tersebut tampak dari keaktifan peserta dalam mengikuti setiap sesi penyampaian materi, serta berpartisipasi dalam praktik pertolongan pertama yang dipandu langsung oleh narasumber. 

Interaksi yang terjalin selama kegiatan menunjukkan tingginya minat peserta untuk memahami langkah-langkah penanganan awal yang benar ketika menghadapi situasi darurat.

Dalam kegiatan ini juga disediakan layanan pemeriksaan dan konsultasi kesehatan yang dilaksanakan pada Meja 2 hingga Meja 4. 

Peserta memperoleh layanan pemeriksaan tinggi badan, berat badan, dan tekanan darah, serta konsultasi kesehatan. 

Lihat Juga :  Edukasi TOSS TB, Upaya FK Umsida Perkuat Kader Kesehatan Desa Ketimang

Kegiatan pemeriksaan tersebut bertujuan untuk membantu peserta mengetahui kondisi kesehatannya sejak dini, sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga pola hidup sehat sebagai langkah preventif terhadap berbagai permasalahan kesehatan.

Bekali Remaja dengan Keterampilan Pertolongan Pertama

pertolongan pertama desa seketi 2

Selain itu, para remaja juga mendapatkan edukasi dasar mengenai Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K) karena kondisi darurat dapat terjadi kapan saja dan di mana saja, baik di lingkungan rumah, sekolah, maupun tempat umum. 

“Di sini kami mendapat pemahaman mengenai langkah dasar yang dilakukan saat menghadapi korban kecelakaan sebelum mendapatkan penanganan lebih lanjut dari tenaga kesehatan,” ujar Vika.

Selama sesi penyuluhan berlangsung, Mukhammad Arif Hidayatullah selaku narasumber memaparkan berbagai tahapan penanganan awal, mulai dari mengenali kondisi korban, memastikan keamanan lingkungan sekitar, memeriksa kesadaran dan pernapasan korban, hingga menghubungi layanan medis. 

Peserta juga diberikan pemahaman mengenai tindakan yang perlu dihindari agar kondisi korban tidak semakin memburuk akibat penanganan yang kurang tepat.

Arif juga memberikan beberapa contoh situasi yang sering ditemui dalam kehidupan sehari-hari, seperti korban pingsan, luka ringan, hingga kondisi kecelakaan. 

Seluruh materi dibuat sesuai dengan kemampuan remaja sebagai first responder, sehingga peserta mendapatkan keterampilan dasar yang dapat dilakukan secara aman.

“Pertolongan pertama bukan berarti harus langsung melakukan tindakan medis. Yang paling penting adalah memastikan keselamatan diri sendiri, menjaga kondisi korban tetap aman, dan segera meminta bantuan tenaga kesehatan,” jelas Arif.

Lihat juga: Gandeng RS Emma, KKN T 24 Umsida Gelar Layanan Kesehatan dan Pojok JKN

Antusiasme peserta terlihat saat demonstrasi berlangsung. 

Mereka aktif mengajukan pertanyaan, berdiskusi mengenai berbagai kondisi darurat, serta memperhatikan setiap tahapan penanganan yang diperagakan oleh narasumber.(Sylvi)