orang tua kkn umsida 2026

Lepas Sang Anak Pergi Mengabdi, Orang Tua Dampingi Pemberangkatan KKN Umsida 2026

Umsida.ac.id – Pagi pemberangkatan KKN Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) pada Selasa, (21/7),  tidak hanya dipenuhi mahasiswa dengan barang bawaan. 

Sejumlah orang tua turut hadir sejak pagi untuk mengantar anak-anak mereka yang akan menjalani pengabdian selama 40 hari.

Lihat juga: KKN T 21 Kendalsewu Ajak Lansia Ikuti Posyandu dan Penyuluhan Mental Health

Ada yang sengaja mengambil izin kerja, berangkat sejak subuh, menyiapkan pakaian dan makanan, hingga membawa perlengkapan kelompok yang tidak mungkin diangkut menggunakan sepeda motor. 

Kehadiran mereka menjadi bentuk dukungan sebelum mahasiswa belajar hidup mandiri bersama masyarakat.

Salah satunya Bung Grano, wali dari Farah Ziah Azizah, mahasiswa Program Studi Manajemen yang ditempatkan di Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang. 

Ia tetap menyempatkan hadir meskipun hari pemberangkatan bertepatan dengan jam kerja.

“Saya izin terlebih dahulu. Setelah mengantar ke lokasi KKN, nanti saya kembali bekerja,” ujarnya.

Bukan Hanya Mahasiswa yang Antusias

Bung Grano menjelaskan bahwa dirinya perlu ikut mengantar karena perlengkapan yang dibawa cukup banyak, mulai dari kompor gas, beras, pakaian, hingga kebutuhan lainnya.

“Kalau dibawa menggunakan sepeda motor tidak memungkinkan. Namanya juga anak, kalau bukan orang tua yang mengantar, siapa lagi,” tuturnya.

Selain membantu membawa barang, ia juga menitipkan pesan agar putrinya menjaga etika dan bersikap ramah kepada masyarakat setempat. 

Ia berencana menemui kepala desa saat penyambutan untuk menitipkan keamanan mahasiswa selama menjalankan KKN.

Baginya, anak tetap perlu dipantau meskipun sedang belajar mandiri. 

Ia bahkan berencana datang kembali dalam waktu sekitar satu minggu untuk melihat kondisi putrinya dan lingkungan desa.

Harapan yang hampir sama disampaikan Diah, ibu dari Anindya Qumay Chendekia, mahasiswa Psikologi. 

Ia dan suaminya berangkat ke lokasi pemberangkatan atas permintaan anaknya

Diah menyiapkan makanan agar Anindya tidak berangkat dalam keadaan belum sarapan. 

Ia juga ikut membantu mempersiapkan pakaian dan bahan pokok sebagai bekal selama berada di tempat KKN.

“Harapannya, setelah KKN nanti anak bisa lebih mandiri dan tidak terlalu bergantung kepada orang tua,” katanya.

Orang Tua Tak Hanya Beri Bekal Barang

orang tua mahasiswa kkn 2026

Asih, orang tua dari Intan Ayu Febrianti, juga berangkat sejak subuh dari Gempol. 

Lihat Juga :  Waspada Perubahan iklim, APIK Umsida ajak Mahasiswa Antisipasi Bencana

Ia hadir untuk memberi semangat sekaligus memastikan perlengkapan putrinya sudah sesuai dengan daftar kebutuhan kelompok.

Menurutnya, dukungan ayah dan ibu dapat menambah semangat anak ketika harus tinggal jauh dari rumah. 

Namun, ada satu bekal yang menurutnya lebih penting daripada barang-barang yang dibawa, yakni sikap.

“Attitude itu nomor satu. Meskipun memiliki banyak ilmu, kalau sikapnya tidak baik, ilmunya menjadi tidak berarti. Kepada siapa pun, attitude tetap yang utama,” tegasnya.

Ia berharap ilmu yang diperoleh putrinya selama kuliah dapat diterapkan di tengah masyarakat.

“Semoga KKN ini bisa menjadi bekal untuk menghadapi kehidupan setelah menyelesaikan pendidikan,” terangnya.

Pesan mengenai etika, menjaga diri, disiplin, dan tanggung jawab menjadi bekal yang berulang kali disampaikan para orang tua. 

Mereka memahami bahwa KKN tidak hanya menguji kemampuan mahasiswa menjalankan program, tetapi juga cara beradaptasi dengan lingkungan baru.

Mahasiswa KKN Umsida Siapkan Mental

orang tua mahasiswa kkn 2026

Muhammad Firsa Farisi, mahasiswa Teknik Mesin yang ditempatkan di Desa Carangwulung, Kecamatan Wonosalam, menilai mental sebagai persiapan terpenting sebelum menjalani KKN.

“Di kampus kami terbiasa masuk kelas dan kuliah. Saat KKN, kami benar-benar turun langsung dan belajar menempatkan diri sebagai mahasiswa di tengah masyarakat,” ungkap Faris.

Kelompoknya telah membagi tugas sejak sebelum pemberangkatan. 

Sebagian anggota lebih dulu berada di desa untuk mempersiapkan kebutuhan, sedangkan anggota lainnya mengikuti seremoni pemberangkatan.

Dari pemetaan awal, mereka menemukan tiga potensi utama Desa Carangwulung, yakni kopi, durian, dan cengkih.

Setelah melakukan pendalaman kondisi desa, program kerja ditargetkan mulai berjalan pada akhir pekan.

Di balik persiapan tersebut, terdapat perhatian orang tua yang mungkin tidak selalu terlihat.

Mereka mengantar, mengecek barang, menyiapkan makanan, lalu melepas anak-anaknya untuk belajar mandiri.

Lihat juga: Dari Mulut ke Mulut Jadi Digital, Ini Langkah KKN T 14 Umsida Kembangkan Klepon Bulang

Selama 40 hari ke depan, mahasiswa akan menjalankan pengabdian di desa. 

Namun, dari halaman kampus pada pagi pemberangkatan itu, perjalanan mereka telah lebih dahulu dimulai melalui doa, nasihat, dan dukungan sederhana dari keluarga.(Romadhona)

Berita Terkini

Bramasgana umsida bantu NTT (2)
Bramasgana Umsida Berangkat ke NTT, Fokus Pulihkan 2 Hal
September 30, 2026By
duta pencerah 2026 2
Tutup Fortama, Umsida Kukuhkan Duta Pencerah 2026 Hingga Ajak Lawan LGBT
September 28, 2026By
maba 2026 (2)
UKM Umsida Ajak Maba 2026 Temukan Ruang Mengembangkan Diri
September 28, 2026By
mastama 2026
Mastama Umsida 2026 Kenalkan Ortom Kampus Lewat Konsep Baru
September 27, 2026By
wali mahasiswa baru umsida (2)
Mengapa Wali Mahasiswa Mempercayakan Putra-Putrinya ke Umsida?
September 26, 2026By
sinergi pendidikan dengan wali maba
Percayakan Pendidikan di Umsida, Fortawa 2026 Perkuat Sinergi Wali Maba
September 26, 2026By
fasilitator pkmu 2026
Menuju PKMU 2026, Fasilitator Umsida Didorong Hadir dengan Keteladanan
September 25, 2026By
Akidah dan Akhlak
Jelang PKMU 2026, Umsida Matangkan Kesiapan Pendampingan Akidah dan Akhlak
September 23, 2026By

Riset & Inovasi

PLP SDN Sidokumpul
Siswa SDN Sidokumpul Peringati Kesaktian Pancasila Bersama Tim PLP 2 Umsida
October 5, 2026By
kunjungan perpustakaan daerah 2
Kunjungi Perpustakaan Daerah, PLP 2 Umsida Tumbuhkan Minat Baca Siswa
September 24, 2026By
Pasar Desa Samiler
Buka Pasar Desa Samiler, PPK Ormawa Himagro Sajikan Nuansa Tradisional
September 22, 2026By
ekspor gula kelapa
Siapkan Produk Gula Kelapa Siap Ekspor, Umsida Dampingi PT Delima Nira Natural
September 21, 2026By
beras rumput laut
Keunggulan Diarice, Beras Analog dari Rumput Laut yang Kaya Nutrisi
September 16, 2026By

Prestasi

Pojok Statistik Umsida Ranking 1 Nasional (2)
Pojok Statistik Umsida Raih Ranking 1 Nasional Tahun 2026
October 5, 2026By
tim jenggolo ikuti kmhe 2026
Tim Jenggolo Umsida Siap Bawa Arshaka V2 ke KMHE 2026
October 2, 2026By
world university rankings (2)
Masuk THE World University Rankings 2027, Umsida Perkuat Rekognisi Internasional
October 1, 2026By
penghargaan Pojok Statistik Umsida
Pojok Statistik Umsida Kembali Jadi Terbaik 1 Nasional BPS RI
September 30, 2026By
beras analog rumput laut 2
DIARICE, Inovasi Rumput Laut Jadi Beras Analog Karya Umsida Lolos KMI Expo 2026
September 10, 2026By

Opini

bijak menggunakan teknologi AI (Pexels)
Teknologi Tak Bisa Dibendung, Ini Cara Bijak Penggunaan AI
October 2, 2026By
kebutuhan air data center AI (Pexels)
Benarkah AI Menguras Jatah Air Bersih? Ini Kata Pakar Umsida
October 1, 2026By
karhutla (Dok Antara Foto)
Mengapa Karhutla Terus Berulang? Bagaimana Mencegahnya?
September 23, 2026By
politik uang dalam Muhammadiyah 5
Politik Uang dalam Muhammadiyah
September 22, 2026By
satanic dan seni
Gunakan Simbol Satanic Saat Perayaan Seni, Ini Tanggapan Pakar Umsida
September 15, 2026By