Umsida.ac.id – Himpunan Mahasiswa Agroteknologi Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Himagro Umsida) lolos pendanaan Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) 2026 melalui program bertajuk “Pengembangan Produk Olahan Pangan dan Budaya Lokal Desa Wonosunyo Melalui Pendampingan Green Economy Menuju SDG’s 8 Indonesia.”
Program ini diketuai oleh Zahara Wastabiqul Khoirot bersama tim lintas program studi yang terdiri dari mahasiswa Agroteknologi, Teknik Industri, dan Teknologi Pangan dengan dibimbing oleh Indah Apriliana Sari ST MT.
Lihat juga: UKM KWU Umsida Lolos PPK Ormawa 2026 Lewat Program Sirkulatel di Desa Kejapanan
Kegiatan tersebut akan dilaksanakan di Desa Wonosunyo, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan untuk meningkatkan nilai ekonomi produk lokal sekaligus memperkuat kapasitas masyarakat desa dalam mengembangkan usaha potensi daerah.
“Desa Wonosunyo memiliki potensi besar di sektor pertanian, rempah-rempah, dan produk olahan pangan lokal,” terang Zahara.
Mengembangkan Produk Rempah Lokal
Melalui program ini, tim PPK Ormawa Himagro akan fokus mengembangkan produk jamu herbal kering siap seduh yang berbahan dasar rempah lokal seperti kunyit, jahe, temulawak, dan serai.
Menurutnya, budaya masyarakat dalam memanfaatkan tanaman herbal sebagai minuman kesehatan merupakan aset yang sangat berharga.
“Potensi tersebut akan kami kembangkan menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi tanpa meninggalkan identitas lokal desa,” tambah Zahara.
Selain itu, produk samiler singkong yang telah menjadi salah satu produk unggulan Desa Wonosunyo juga akan mendapatkan pendampingan inovasi produk dan pengemasan.
“Kami akan melakukan inovasi rasa, peningkatan kualitas produk, serta perbaikan kemasan sehingga produk itu lebih menarik dan kompetitif,” jelasnya.
Pendampingan Green Economy untuk UMKM

Konsep utama yang diusung dalam program ini adalah penerapan green economy atau ekonomi hijau.
Pendekatan tersebut dilakukan melalui pemanfaatan sumber daya lokal secara berkelanjutan dengan tetap memperhatikan aspek lingkungan dan efisiensi produksi.
Tim ini akan memberikan berbagai bentuk pendampingan kepada masyarakat, mulai dari pelatihan pembuatan jamu siap seduh, budidaya tanaman rempah, repackaging samiler, hingga pelatihan pemasaran digital dan manajemen usaha.
Selain itu, masyarakat juga akan didampingi dalam pengurusan legalitas usaha seperti Nomor Induk Berusaha (NIB) dan sertifikasi halal.
“Kami tidak hanya fokus pada produk, tetapi juga memperkuat kemampuan masyarakat dalam mengelola usaha. Harapannya UMKM desa ini dapat berkembang lebih mandiri dan mampu memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas pasar,” ungkap Zahara.
Dalam pelaksanaannya, tim juga akan memanfaatkan teknologi tepat guna seperti mesin pemotong rempah dan alat sealer untuk meningkatkan efisiensi produksi sekaligus menjaga kualitas produk yang dihasilkan.
Mendukung SDG’s 8 dan Kesejahteraan Desa Wonosunyo
Program yang diinisiasi Himagro Umsida ini sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDG’s) poin ke-8, yaitu pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi.
Meski demikian, tim ini mengalami berbagai, seperti masih rendahnya kemampuan pemasaran digital, keterbatasan inovasi produk, hingga adaptasi masyarakat terhadap sistem pemasaran berbasis teknologi.
Zahara optimistis berbagai tantangan tersebut dapat diatasi melalui kolaborasi antara mahasiswa, masyarakat, pemerintah desa, dan BUMDes.
Pendampingan dan Monitoring Intens

Dosen pembimbing Indah Apriliana Sari W ST MT menjelaskan bahwa proses pendampingan telah dilakukan sejak tahap awal pembentukan tim hingga dinyatakan lolos seleksi pendanaan.
Menurutnya, tim Himagro menunjukkan antusiasme yang tinggi selama proses seleksi berlangsung.
“Mereka juga sudah menyiapkan teknologi tepat guna, pengolahan sumber daya lokal, pendampingan perawatan tanaman, hingga sertifikasi halal produk pangan desa wonosunyo, hingga aktivasi pasar desa,” tutur Indah.
Lihat juga: Snap and Style, Inovasi Bisnis Digital Mahasiswa Umsida yang Lolos P2MW 2026
Ia berharap segala bentuk pendampingan yang dilakukan dapat dilanjutkan oleh warga Wonosunyo.
“Kami juga upayakan untuk tetap memonitor keberlanjutan aktivitas pasar desa, hingga dapat meningkatkan perekonomian warga,” pesannya.(Anifa)














