makna kemerdekaan 2

Maknai Kemerdekaan RI, Rektor Umsida: Merdeka Bukan Sekadar Terbebas dari Penjajahan

Umsida.ac.id — Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia menjadi momentum untuk kembali melihat makna kemerdekaan secara lebih luas. 

Bagi Rektor Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida), Dr Hidayatulloh MSi, kemerdekaan tidak berhenti pada terbebasnya Indonesia dari penjajahan, tetapi juga menyangkut upaya membebaskan masyarakat dari kebodohan, kemiskinan, dan berbagai perilaku yang merusak.

Lihat juga: Rektor Umsida di HUT RI ke-81: Pendidikan Jadi Bekal Indonesia Emas 2045

Hal tersebut ia sampaikan saat wawancara pada Sabtu, (29/8/2026) di kegiatan jalan sehat Umsida.

Menurutnya, nilai perjuangan para pendahulu perlu terus ditanamkan melalui berbagai kegiatan dan diwujudkan dalam kehidupan masyarakat saat ini.

Makna Kemerdekaan Indonesia dari Kebodohan

makna kemerdekaan 2

Dr Hidayatulloh mengatakan bahwa perjuangan kemerdekaan yang dilakukan para pendahulu merupakan proses yang tidak mudah. 

Karena itu, semangat perjuangan tersebut perlu diteruskan dalam bentuk perjuangan yang sesuai dengan tantangan Indonesia saat ini.

Salah satu bentuk kemerdekaan yang perlu diperjuangkan adalah terbebas dari kebodohan. 

Dalam hal ini, tambahnya, lembaga pendidikan memiliki posisi penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus mendorong peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Indonesia.

“Kemerdekaan adalah terbebas dari kebodohan. Maka di sini posisi lembaga pendidikan menjadi sangat penting untuk bisa mengangkat indeks pembangunan manusia Indonesia yang tentu kita punya harapan. IPM Indonesia itu bisa sejajar dengan negara-negara maju,” ujar Hidayatulloh.

Menurutnya, upaya tersebut masih membutuhkan perjuangan yang besar. 

Pendidikan menjadi salah satu pilar yang perlu terus diperkuat agar masyarakat memiliki kapasitas dan kualitas sumber daya manusia yang semakin baik.

Kemerdekaan Juga Berarti Terbebas dari Kemiskinan

Selain pendidikan, Dr Hidayatulloh memaknai kemerdekaan sebagai upaya membebaskan masyarakat dari kemiskinan. 

Besarnya jumlah penduduk Indonesia menjadi salah satu tantangan yang perlu dihadapi bersama.

Menurutnya, pembangunan kesadaran kolektif perlu dilakukan oleh pemerintah maupun berbagai komponen masyarakat, termasuk lembaga pendidikan. 

Lihat Juga :  Rektor Umsida Maknai HUT RI ke-81: Indonesia Maju Butuh SDM Berkualitas

Peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi salah satu ikhtiar yang dapat dilakukan untuk membuka jalan keluar dari persoalan tersebut.

“Salah satu ikhtiar untuk bisa membebaskan diri dari kemiskinan adalah lagi-lagi meningkatkan kapasitas, kualitas sumber daya manusia. Dan kalau kita bicara kualitas sumber daya manusia, maka lembaga pendidikan menjadi salah satu pilar yang sangat penting di sana,” jelasnya.

Karena itu, peran perguruan tinggi tidak hanya berkaitan dengan proses pembelajaran di dalam kelas. 

Ia menjelaskan bahwa pendidikan juga memiliki tanggung jawab untuk ikut membangun kualitas manusia agar mampu memberikan kontribusi bagi masyarakat.

Memaknai Kemerdekaan dengan Menjaga Indonesia

makna kemerdekaan 2

Rektor Umsida juga melihat kemerdekaan dari sisi yang lebih luas, yakni terbebas dari berbagai perilaku yang dapat menimbulkan kerusakan. 

Setelah 81 tahun merdeka, menurutnya, masih terdapat berbagai persoalan dan kerusakan yang perlu menjadi perhatian bersama.

“Indonesia yang merdeka sudah 81 tahun, di sana-sini masih terjadi banyak kerusakan-kerusakan baik secara fisik maupun non-fisik,” tuturnya.

Ia menyebut pekerjaan rumah yang dihadapi masih cukup banyak sehingga diperlukan ikhtiar yang dilakukan secara pasti dan berkelanjutan.

Lantas, ia mengajak seluruh pihak yang sedang mengemban amanah, baik di lembaga pemerintah, swasta maupun pendidikan, untuk menjalankan tanggung jawabnya dengan sebaik-baiknya. 

Amanah tersebut perlu diarahkan agar memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.

“Mari kita jalankan amanah itu dengan sebaik-baiknya, dengan penuh tanggung jawab, kita proyeksikan untuk bisa memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat banyak,” pesannya.

Lihat juga: Fortama 2026: Maba Diajak Sebarkan Virus Need for Achievement

Semangat tersebut juga menjadi bagian dari perjalanan Umsida melalui pelaksanaan catur dharma perguruan tinggi. 

Seluruh proses tersebut, jelas Dr Hidayatulloh, diarahkan untuk mewujudkan visi Umsida sebagai perguruan tinggi unggul dan inovatif dalam pengembangan IPTEKS berdasarkan nilai-nilai Islam untuk kesejahteraan masyarakat.(Dhona)